Gojek dan Ekonomi Gig: Studi Ungkap Pentingnya Humanisasi bagi Kesejahteraan Pekerja

Sumber Ilustrasi: AI-Generated Image

Jakarta — Sebuah tinjauan sistematis terbaru dari peneliti Universitas Negeri Padang mengungkap bahwa jutaan pekerja gig di Indonesia, khususnya pengemudi Gojek, masih menghadapi tekanan psikologis, ketidakpastian pendapatan, serta lemahnya perlindungan sosial. Studi tersebut menyoroti perlunya pendekatan humanisasi dalam pengelolaan platform digital agar hubungan kerja menjadi lebih adil dan manusiawi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS) ini menganalisis 10 studi utama tentang Gojek dan ekosistem kerja gig di Indonesia yang terbit antara 2010 hingga 2023. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem algoritmik masih menjadi sumber ketidakpuasan pekerja karena distribusi order, penilaian kinerja, hingga mekanisme sanksi yang dianggap tidak transparan.

Temuan utama menunjukkan adanya ketegangan antara efisiensi algoritma dan harapan pekerja agar diperlakukan secara adil. Sistem rating, insentif, dan ancaman suspend dinilai menekan otonomi pengemudi dan berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis mereka. Beberapa studi bahkan mengaitkan tekanan tersebut dengan burnout dan meningkatnya keinginan pekerja untuk meninggalkan platform.

Meski demikian, penelitian juga mencatat bahwa fleksibilitas jam kerja dan peluang mendapat penghasilan tambahan tetap menjadi faktor yang membuat pekerjaan gig menarik bagi sebagian masyarakat. Namun, para peneliti menegaskan bahwa fleksibilitas tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan kebutuhan pekerja akan rasa aman, kejelasan aturan, dan ruang untuk menyampaikan suara.

Melalui kajian lintas teori seperti keadilan organisasi, kontrak psikologis, dan kontrol organisasi, studi ini memperkenalkan Model Konseptual Humanisasi Tiga Dimensi. Model tersebut menekankan integrasi antara desain sistem algoritmik yang adil, perhatian pada pengalaman subjektif pekerja, dan tata kelola platform yang lebih manusiawi.

Peneliti menyimpulkan bahwa platform seperti Gojek dan pembuat kebijakan perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap mekanisme insentif, distribusi pesanan, dan sistem perlindungan sosial. Kebijakan berbasis humanisasi dinilai mampu meningkatkan loyalitas pekerja, mengurangi stres, dan menciptakan ekosistem kerja digital yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Studi ini juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan pekerja dalam perumusan kebijakan serta peningkatan transparansi sistem sebagai langkah strategis menuju ekosistem gig economy yang adil, etis, dan berpusat pada manusia.


Posting Komentar

0 Komentar