Tantangan dan Pentingnya Pengukuran Tata Kelola TI
Kemajuan organisasi bisnis modern tidak dapat dilepaskan dari pengelolaan yang baik terhadap sumber daya manusia, infrastruktur, serta teknologi informasi
Pendekatan Metodologi Menggunakan Kerangka COBIT 4.1
Untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja tata kelola TI secara objektif, para peneliti dari Politeknik Negeri Semarang menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus kualitatif
- Plan and Organize (PO): Meliputi PO2 (menentukan arsitektur strategi TI)
, PO3 (menentukan arah teknologi) , dan PO6 (mengkomunikasikan tujuan dan arahan manajemen) . - Acquire and Implement (AI): Meliputi AI2 (perolehan dan pemeliharaan aplikasi perangkat lunak)
, AI3 (infrastruktur teknologi) , AI4 (izin operasi dan penggunaan) , AI5 (pengadaan sumber daya TI) , serta AI17 (instalasi dan akreditasi solusi) . - Deliver and Support (DS): Meliputi DS7 (edukasi dan pelatihan pengguna)
serta DS8 (pengelolaan layanan dan meja insiden) .
Berdasarkan hasil analisis data dan wawancara mendalam, studi ini menemukan bahwa rata-rata tingkat kematangan (maturity level) tata kelola teknologi informasi di PT XYZ telah mencapai Level 4 (Managed)
- Domain Plan and Organize (PO): Sub-domain PO2 dan PO6 berada di Level 3 (Defined)
, sementara PO3 berada di Level 4 (Managed) . - Domain Acquire and Implement (AI): Menunjukkan performa yang sangat kuat di mana sub-domain AI2, AI3, dan AI5 telah mencapai Level 5 (Optimized)
, sedangkan AI4 dan AI17 berada di Level 4 (Managed) . - Domain Deliver and Support (DS): Sub-domain DS7 dan DS8 berada di Level 3 (Defined)
, yang menandakan prosedur operasional telah distandarisasi dan dikomunikasikan melalui pelatihan .
Implikasi Strategis dan Rekomendasi Bisnis
Hasil penelitian ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi dunia usaha, khususnya sektor industri manufaktur makanan dan minuman. Tim peneliti dari Politeknik Negeri Semarang menegaskan bahwa keberhasilan PT XYZ mencapai Level 4 membuktikan pentingnya pengukuran tata kelola berbasis standar internasional untuk menjaga efisiensi operasional
- Dokumentasi Detail Sistem: Perusahaan memerlukan dokumentasi terperinci mengenai setiap sistem informasi yang diterapkan guna menjadi langkah preventif dalam mengantisipasi dinamika kondisi TI di masa depan
. - Audit TI Berkala: PT XYZ perlu melaksanakan audit teknologi informasi secara berkala sebagai tolok ukur apakah tata kelola yang berjalan telah senantiasa sejalan dengan tujuan strategis perusahaan
. - Penguatan Manajemen Akses dan Standarisasi: Aspek manajemen akses perlu ditingkatkan karena kelemahan kecil dapat berdampak pada kinerja perusahaan secara keseluruhan
. Standar sistem informasi juga perlu disetarakan dengan perusahaan manufaktur sejenis untuk mendongkrak produktivitas karyawan .
Afiat Sadida, S.T., M.Cs. (Peneliti utama dan penulis korespondensi di bidang tata kelola dan sistem informasi Politeknik Negeri Semarang)
M.N. Ardiansah (Peneliti dan akademisi Politeknik Negeri Semarang)
Fardha Restiana (Peneliti dan akademisi Politeknik Negeri Semarang)
Sumber Penelitian
Afiat Sadida, M.N. Ardiansah, Fardha Restiana. Analysis of the Maturity Level of Information Technology Governance at PT. XYZ. Formosa Journal of Computer and Information Science (FJCIS), Vol. 5, No. 2, Tahun 2026, hlm. 489–496
DOI:
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/fjcis

0 Komentar