Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Bali - Menjaga Tradisi Pesisir Canggu: Model Ekowisata Berbasis Adat Perkuat Ekonomi Nelayan Bali. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset I Komang Putra, I Ketut Darma,
Ni Nyoman Rusmiati, Mohd Raziff Jamaluddin, Anak Agung
Putu Agung Caturyarta Nugraha Udayana, I Made Cahyadi Putra dari Universitas Warmadewa bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia . dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 9 Tahun 2026 menyoroti bahwa Program ini mempertemukan 62 krama (anggota) Bendega, perangkat desa, serta mitra pariwisata guna mengatasi kerentanan ekonomi nelayan tradisional yang masa tangkap efektifnya hanya bertahan sekitar tiga bulan dalam setahun .
Menghadapi Tekanan Pariwisata Global di Pesisir Canggu
Kawasan Desa Canggu di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, telah bertransformasi pesat menjadi salah satu destinasi wisata global paling populer yang dipadati oleh klub pantai, vila, dan restoran . Walaupun mendatangkan pendapatan daerah yang masif, pertumbuhan pariwisata yang sangat cepat ini menimbulkan tekanan sosio-ekonomi yang berat bagi para nelayan tradisional atau Bendega Adat . Berlandaskan filosofi Tri Hita Karana yang mengatur keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam Bendega Canggu menghadapi tantangan penurunan hasil tangkapan akibat penangkapan ikan berlebih dan musim tangkap yang terbatas . Akibatnya, kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Badung tertahan di angka 0,477 persen . Guna mencegah komersialisasi murni yang dapat mengikis nilai sakral, para peneliti dan tokoh adat merumuskan pendekatan hibrida: menempatkan fungsi ritual serta konservasi sebagai pilar utama, sementara unit ekonomi ekowisata dijalankan sebagai unit pendukung di bawah kewenangan penuh Bendega Adat .
Pendekatan Partisipatif dan Tiga Model Ekowisata Inovatif
Tim pelaksana menerapkan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS), yang memposisikan masyarakat lokal bukan sekadar sebagai objek, melainkan sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran dan transformasi . Rangkaian acara yang diawali dengan doa adat dan penyerahan simbolis jaket keselamatan bagi nelayan ini dilanjutkan dengan sesi pleno internasional . Berdasarkan analisis SWOT terhadap kekuatan kelembagaan dan kearifan lokal awig-awig, forum tersebut memperkenalkan tiga model ekowisata utama:
Implementasi ketiga model ekowisata ini diproyeksikan mampu mendongkrak pendapatan gabungan hingga mencapai kisaran Rp25.000.000 per bulan . Angka tersebut memberikan tambahan finansial yang signifikan bagi para nelayan di luar musim tangkap efektif yang sangat singkat . Selain memperkuat ketahanan ekonomi lokal, inisiatif ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), yakni SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 14 (Ekosistem Lautan) . Program ini juga selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dalam hal pelibatan mahasiswa di lapangan dan pemanfaatan langsung karya ilmiah oleh masyarakat mitra .
Profil Penulis
I Komang Putra adalah akademisi dan peneliti di Universitas Warmadewa yang memiliki kepakaran dalam bidang pemberdayaan masyarakat, kelembagaan tradisional, dan pariwisata berkelanjutan.
Sumber Penelitian
I Komang Putra, I Ketut Darma, Ni Nyoman Rusmiati, Mohd Raziff Jamaluddin, Anak Agung Putu Agung Caturyarta Nugraha Udayana, I Made Cahyadi Putra. Socialization and Dissemination of Three Ecotourism Models Based on Traditional Bendega Institutions in the Coastal Area of Canggu Traditional Village, Badung Regency. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 9, Tahun 2026, hlm. 711-720
DOI :https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i9.74
URL :https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs
Menghadapi Tekanan Pariwisata Global di Pesisir Canggu
Kawasan Desa Canggu di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, telah bertransformasi pesat menjadi salah satu destinasi wisata global paling populer yang dipadati oleh klub pantai, vila, dan restoran
Pendekatan Partisipatif dan Tiga Model Ekowisata Inovatif
Tim pelaksana menerapkan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS), yang memposisikan masyarakat lokal bukan sekadar sebagai objek, melainkan sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran dan transformasi
- Wisata Bahari Mina Tradisional (Mina Wisata Melaut Adat): Mengajak wisatawan premium untuk melaut bersama nelayan menggunakan perahu tradisional (jukung), menyaksikan ritual doa Sembahyang Segara, mempelajari teknik menangkap ikan tradisional, dan menikmati hasil tangkapan yang dimasak bersama di pantai dengan bimbingan langsung dari krama Bendega
. - Ekowisata Konservasi Pesisir: Menawarkan edukasi zonasi penangkapan ikan berbasis aturan adat awig-awig, kegiatan budidaya kelompok yang berfungsi sebagai habitat ikan sekaligus atraksi wisata edukatif bagi komunitas pemerhati lingkungan
. - Wisata Kuliner dan Olahan Hasil Laut: Melibatkan wisatawan dalam proses pengolahan hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti ikan asap, abon ikan, dan kerupuk ikan yang dipasarkan sebagai suvenir premium ke jaringan hotel serta restoran di Canggu
.
Implementasi ketiga model ekowisata ini diproyeksikan mampu mendongkrak pendapatan gabungan hingga mencapai kisaran Rp25.000.000 per bulan
Profil Penulis
I Komang Putra adalah akademisi dan peneliti di Universitas Warmadewa
Sumber Penelitian
I Komang Putra, I Ketut Darma, Ni Nyoman Rusmiati, Mohd Raziff Jamaluddin, Anak Agung Putu Agung Caturyarta Nugraha Udayana, I Made Cahyadi Putra. Socialization and Dissemination of Three Ecotourism Models Based on Traditional Bendega Institutions in the Coastal Area of Canggu Traditional Village, Badung Regency. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 9, Tahun 2026, hlm. 711-720
DOI :
URL :

0 Komentar