FORMOSA NEWS - Philipina - Praktik Pengelolaan Keuangan Laundry di Tuguegarao City Dinilai Cukup Baik. Penelitian yang dilakukan oleh Fe Rose-Anne B. Maramag, Nicolle Angela V. Eusebio, Althea W. Moldero, Isabella L. Paburian, dan Vanessa Mae C. Ubugan dari University of Saint Louis Tuguegarao dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Finance and Business Digital (JFBD) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa Studi tersebut menganalisis praktik keuangan 90 pemilik atau manajer laundry untuk melihat bagaimana usaha kecil mengatur anggaran, kas, utang, risiko, hingga investasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha laundry yang diteliti secara keseluruhan memiliki praktik pengelolaan keuangan yang tergolong baik. Dari tujuh aspek yang dianalisis, pencatatan keuangan dan pengendalian memperoleh skor rata-rata tertinggi, masing-masing 3,70. Penganggaran dan manajemen risiko berada pada skor 3,60, sedangkan pengelolaan kas mencapai 3,50. Secara keseluruhan, praktik pengelolaan keuangan memperoleh skor rata-rata 3,50. Penelitian ini berangkat dari kondisi usaha kecil yang sering menghadapi keterbatasan modal, keterampilan keuangan dan manajerial, serta persaingan dengan usaha yang lebih besar. Bagi bisnis laundry, kemampuan mengatur uang menjadi semakin penting karena usaha harus membiayai operasional harian sekaligus mempertahankan kualitas layanan. Para peneliti mencatat bahwa jumlah usaha laundry di Tuguegarao City terus berkembang, tetapi penelitian mengenai bagaimana bisnis tersebut mengelola keuangan masih terbatas. Karena itu, studi ini secara khusus melihat praktik pengelolaan keuangan pada bisnis laundry serta perbedaannya berdasarkan usia usaha, pendapatan bulanan, bentuk usaha, jumlah pekerja, dan jam operasional.
Melibatkan 90 usaha laundry
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kepada pemilik atau manajer laundry di Tuguegarao City. Saat pengumpulan data berlangsung, terdapat 90 laundry yang terdaftar sehingga seluruh populasi tersebut dilibatkan dalam penelitian. Profil responden menunjukkan bahwa sebagian besar bisnis masih relatif muda dan berskala kecil. Sebanyak 45 usaha atau 50 persen telah beroperasi selama satu hingga tiga tahun. Sebanyak 74 usaha atau 82,2 persen berbentuk perseorangan, sementara 70 usaha atau 77,8 persen hanya memiliki satu hingga dua pekerja. Dari sisi waktu operasional, 62 usaha atau 68,9 persen beroperasi selama delapan jam atau lebih setiap hari. Sementara itu, pendapatan bulanan 33 usaha berada di bawah 10.000 peso dan 33 usaha lainnya berada pada kisaran 10.000 hingga 19.999 peso.
Pencatatan menjadi kekuatan utama
Pencatatan keuangan menjadi salah satu praktik yang paling konsisten dilakukan pemilik laundry. Skor rata-ratanya mencapai 3,70. Responden paling kuat dalam memastikan catatan keuangan tetap akurat dengan skor 3,80. Mereka juga mencatat pembelian, pembayaran tagihan dan pengeluaran kas dengan skor 3,79. Catatan keuangan tidak hanya disimpan, tetapi juga digunakan untuk memantau kondisi keuangan bisnis. Meski demikian, penelitian menemukan ruang perbaikan dalam efektivitas sistem pencatatan dan penyimpanan bukti transaksi. Para peneliti menyebut pelatihan, pemanfaatan teknologi digital dan standardisasi proses sebagai beberapa area yang dapat dikembangkan. Pengendalian keuangan memperoleh skor yang sama, yaitu 3,70. Pemilik laundry terutama memastikan jumlah kas sesuai dengan pengeluaran yang tercatat serta menjaga agar pengeluaran tetap sesuai anggaran. Mereka juga memantau arus masuk dan keluar uang secara berkala. Pada penganggaran, skor rata-ratanya mencapai 3,60. Pemilik usaha secara rutin mengevaluasi anggaran dibandingkan pengeluaran aktual dan berusaha memastikan terdapat uang yang tersisa untuk tabungan. Namun, pembuatan rencana tertulis mengenai penggunaan pendapatan bulanan menjadi salah satu praktik yang relatif lebih rendah.
Utang dan investasi masih menjadi tantangan
Dua aspek yang relatif lebih jarang dilakukan adalah manajemen utang dan investasi. Pengelolaan utang memperoleh skor rata-rata 3,10 dengan kategori “sering”, sedangkan investasi memperoleh skor 3,37 dengan kategori yang sama. Dalam pengelolaan utang, praktik yang paling sering dilakukan adalah mengevaluasi terlebih dahulu apakah pinjaman memang diperlukan sebelum mengambil utang. Namun, membayar utang berbunga tinggi terlebih dahulu dan melakukan peninjauan ulang strategi utang masih memiliki skor lebih rendah. Untuk investasi, pemilik laundry paling sering membuat rencana investasi jangka panjang yang disesuaikan dengan tujuan keuangan, dengan skor 3,38. Mereka juga mempertimbangkan kondisi pasar dan ekonomi sebelum berinvestasi. Sebaliknya, penggunaan jasa penasihat keuangan atau broker merupakan praktik yang paling jarang dilakukan, dengan skor 3,09.
Usia usaha dan pendapatan memengaruhi sebagian praktik
Penelitian menemukan bahwa tidak semua bisnis laundry memiliki pola pengelolaan keuangan yang sama. Perbedaan signifikan muncul berdasarkan lama usaha, pendapatan bulanan, dan jumlah jam operasional per hari. Berdasarkan usia usaha, perbedaan terutama terlihat pada manajemen utang dan investasi. Laundry yang baru berdiri memiliki pola berbeda dibandingkan usaha yang telah berjalan lebih lama. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman bisnis berkaitan dengan cara pemilik mengelola utang dan mengambil keputusan investasi. Pendapatan bulanan juga berkaitan dengan perbedaan dalam manajemen utang dan investasi. Perbedaan manajemen utang terlihat antara usaha dengan pendapatan di bawah 10.000 peso dan usaha dengan pendapatan 30.000 peso atau lebih. Pada investasi, perbedaan terlihat antara kelompok berpendapatan di bawah 10.000 peso dengan kelompok 30.000 peso atau lebih, serta antara kelompok 10.000–19.999 peso dengan kelompok 30.000 peso atau lebih. Sebaliknya, bentuk badan usaha dan jumlah pekerja tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam praktik pengelolaan keuangan. Jam operasional memberikan pola berbeda. Perbedaan signifikan ditemukan pada penganggaran, pengendalian, dan manajemen utang. Laundry yang beroperasi delapan jam atau lebih cenderung memiliki praktik penganggaran yang lebih konsisten dibandingkan usaha yang beroperasi lima hingga tujuh jam. Pengendalian dan pengelolaan utang juga menunjukkan perbedaan pada kelompok jam operasional tertentu.
Implikasi bagi usaha laundry
Bagi pelaku usaha laundry, temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Pengelolaan kas, pengendalian biaya, penyusunan anggaran, pengelolaan utang, mitigasi risiko, dan perencanaan investasi menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa usaha mikro dan kecil tidak hanya membutuhkan kemampuan menghasilkan pendapatan, tetapi juga kemampuan mengelola sumber daya keuangan secara sistematis. Bagi usaha yang sedang berkembang, pencatatan yang rapi dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi kondisi keuangan, sementara pengelolaan utang dan investasi dapat membantu pemilik mempertimbangkan kebutuhan pengembangan bisnis secara lebih terencana.
Profil Penulis
Penelitian ini ditulis oleh Fe Rose-Anne B. Maramag, Nicolle Angela V. Eusebio, Althea W. Moldero, Isabella L. Paburian, dan Vanessa Mae C. Ubugan dari University of Saint Louis Tuguegarao, Filipina. Artikel mencantumkan Fe Rose-Anne B. Maramag sebagai corresponding author. berfokus pada bidang manajemen keuangan usaha kecil, khususnya penganggaran, pencatatan keuangan, pengendalian, pengelolaan kas, utang, risiko, dan investasi pada bisnis laundry.
Sumber Penelitian
Fe Rose-Anne B. Maramag, Nicolle Angela V. Eusebio, Althea W. Moldero, Isabella L. Paburian, Vanessa Mae C. Ubugan. Financial Management Practices of Laundry Shops. Journal of Finance and Business Digital (JFBD). Vol. 5, No. 3, Tahun 2026, Hal. 305–324
DOI: https://doi.org/10.55927/jfbd.v5i3.21
URL: https://journaljfbd.my.id/index.php/jfbd
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha laundry yang diteliti secara keseluruhan memiliki praktik pengelolaan keuangan yang tergolong baik. Dari tujuh aspek yang dianalisis, pencatatan keuangan dan pengendalian memperoleh skor rata-rata tertinggi, masing-masing 3,70. Penganggaran dan manajemen risiko berada pada skor 3,60, sedangkan pengelolaan kas mencapai 3,50. Secara keseluruhan, praktik pengelolaan keuangan memperoleh skor rata-rata 3,50. Penelitian ini berangkat dari kondisi usaha kecil yang sering menghadapi keterbatasan modal, keterampilan keuangan dan manajerial, serta persaingan dengan usaha yang lebih besar. Bagi bisnis laundry, kemampuan mengatur uang menjadi semakin penting karena usaha harus membiayai operasional harian sekaligus mempertahankan kualitas layanan. Para peneliti mencatat bahwa jumlah usaha laundry di Tuguegarao City terus berkembang, tetapi penelitian mengenai bagaimana bisnis tersebut mengelola keuangan masih terbatas. Karena itu, studi ini secara khusus melihat praktik pengelolaan keuangan pada bisnis laundry serta perbedaannya berdasarkan usia usaha, pendapatan bulanan, bentuk usaha, jumlah pekerja, dan jam operasional.
Melibatkan 90 usaha laundry
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kepada pemilik atau manajer laundry di Tuguegarao City. Saat pengumpulan data berlangsung, terdapat 90 laundry yang terdaftar sehingga seluruh populasi tersebut dilibatkan dalam penelitian. Profil responden menunjukkan bahwa sebagian besar bisnis masih relatif muda dan berskala kecil. Sebanyak 45 usaha atau 50 persen telah beroperasi selama satu hingga tiga tahun. Sebanyak 74 usaha atau 82,2 persen berbentuk perseorangan, sementara 70 usaha atau 77,8 persen hanya memiliki satu hingga dua pekerja. Dari sisi waktu operasional, 62 usaha atau 68,9 persen beroperasi selama delapan jam atau lebih setiap hari. Sementara itu, pendapatan bulanan 33 usaha berada di bawah 10.000 peso dan 33 usaha lainnya berada pada kisaran 10.000 hingga 19.999 peso.
Pencatatan menjadi kekuatan utama
Pencatatan keuangan menjadi salah satu praktik yang paling konsisten dilakukan pemilik laundry. Skor rata-ratanya mencapai 3,70. Responden paling kuat dalam memastikan catatan keuangan tetap akurat dengan skor 3,80. Mereka juga mencatat pembelian, pembayaran tagihan dan pengeluaran kas dengan skor 3,79. Catatan keuangan tidak hanya disimpan, tetapi juga digunakan untuk memantau kondisi keuangan bisnis. Meski demikian, penelitian menemukan ruang perbaikan dalam efektivitas sistem pencatatan dan penyimpanan bukti transaksi. Para peneliti menyebut pelatihan, pemanfaatan teknologi digital dan standardisasi proses sebagai beberapa area yang dapat dikembangkan. Pengendalian keuangan memperoleh skor yang sama, yaitu 3,70. Pemilik laundry terutama memastikan jumlah kas sesuai dengan pengeluaran yang tercatat serta menjaga agar pengeluaran tetap sesuai anggaran. Mereka juga memantau arus masuk dan keluar uang secara berkala. Pada penganggaran, skor rata-ratanya mencapai 3,60. Pemilik usaha secara rutin mengevaluasi anggaran dibandingkan pengeluaran aktual dan berusaha memastikan terdapat uang yang tersisa untuk tabungan. Namun, pembuatan rencana tertulis mengenai penggunaan pendapatan bulanan menjadi salah satu praktik yang relatif lebih rendah.
Utang dan investasi masih menjadi tantangan
Dua aspek yang relatif lebih jarang dilakukan adalah manajemen utang dan investasi. Pengelolaan utang memperoleh skor rata-rata 3,10 dengan kategori “sering”, sedangkan investasi memperoleh skor 3,37 dengan kategori yang sama. Dalam pengelolaan utang, praktik yang paling sering dilakukan adalah mengevaluasi terlebih dahulu apakah pinjaman memang diperlukan sebelum mengambil utang. Namun, membayar utang berbunga tinggi terlebih dahulu dan melakukan peninjauan ulang strategi utang masih memiliki skor lebih rendah. Untuk investasi, pemilik laundry paling sering membuat rencana investasi jangka panjang yang disesuaikan dengan tujuan keuangan, dengan skor 3,38. Mereka juga mempertimbangkan kondisi pasar dan ekonomi sebelum berinvestasi. Sebaliknya, penggunaan jasa penasihat keuangan atau broker merupakan praktik yang paling jarang dilakukan, dengan skor 3,09.
Usia usaha dan pendapatan memengaruhi sebagian praktik
Penelitian menemukan bahwa tidak semua bisnis laundry memiliki pola pengelolaan keuangan yang sama. Perbedaan signifikan muncul berdasarkan lama usaha, pendapatan bulanan, dan jumlah jam operasional per hari. Berdasarkan usia usaha, perbedaan terutama terlihat pada manajemen utang dan investasi. Laundry yang baru berdiri memiliki pola berbeda dibandingkan usaha yang telah berjalan lebih lama. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman bisnis berkaitan dengan cara pemilik mengelola utang dan mengambil keputusan investasi. Pendapatan bulanan juga berkaitan dengan perbedaan dalam manajemen utang dan investasi. Perbedaan manajemen utang terlihat antara usaha dengan pendapatan di bawah 10.000 peso dan usaha dengan pendapatan 30.000 peso atau lebih. Pada investasi, perbedaan terlihat antara kelompok berpendapatan di bawah 10.000 peso dengan kelompok 30.000 peso atau lebih, serta antara kelompok 10.000–19.999 peso dengan kelompok 30.000 peso atau lebih. Sebaliknya, bentuk badan usaha dan jumlah pekerja tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam praktik pengelolaan keuangan. Jam operasional memberikan pola berbeda. Perbedaan signifikan ditemukan pada penganggaran, pengendalian, dan manajemen utang. Laundry yang beroperasi delapan jam atau lebih cenderung memiliki praktik penganggaran yang lebih konsisten dibandingkan usaha yang beroperasi lima hingga tujuh jam. Pengendalian dan pengelolaan utang juga menunjukkan perbedaan pada kelompok jam operasional tertentu.
Implikasi bagi usaha laundry
Bagi pelaku usaha laundry, temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Pengelolaan kas, pengendalian biaya, penyusunan anggaran, pengelolaan utang, mitigasi risiko, dan perencanaan investasi menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa usaha mikro dan kecil tidak hanya membutuhkan kemampuan menghasilkan pendapatan, tetapi juga kemampuan mengelola sumber daya keuangan secara sistematis. Bagi usaha yang sedang berkembang, pencatatan yang rapi dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi kondisi keuangan, sementara pengelolaan utang dan investasi dapat membantu pemilik mempertimbangkan kebutuhan pengembangan bisnis secara lebih terencana.
Profil Penulis
Penelitian ini ditulis oleh Fe Rose-Anne B. Maramag, Nicolle Angela V. Eusebio, Althea W. Moldero, Isabella L. Paburian, dan Vanessa Mae C. Ubugan dari University of Saint Louis Tuguegarao, Filipina. Artikel mencantumkan Fe Rose-Anne B. Maramag sebagai corresponding author. berfokus pada bidang manajemen keuangan usaha kecil, khususnya penganggaran, pencatatan keuangan, pengendalian, pengelolaan kas, utang, risiko, dan investasi pada bisnis laundry.
Sumber Penelitian
Fe Rose-Anne B. Maramag, Nicolle Angela V. Eusebio, Althea W. Moldero, Isabella L. Paburian, Vanessa Mae C. Ubugan. Financial Management Practices of Laundry Shops. Journal of Finance and Business Digital (JFBD). Vol. 5, No. 3, Tahun 2026, Hal. 305–324
DOI: https://doi.org/10.55927/jfbd.v5i3.21
URL: https://journaljfbd.my.id/index.php/jfbd

0 Komentar