Tingginya tingkat kepatuhan penumpang dan lengkapnya fasilitas keselamatan di jalur penyeberangan kapal feri Merak–Bakauheni ternyata menyimpan bahaya teknis yang tidak terduga oleh publik
Jalur penyeberangan Merak–Bakauheni beroperasi di wilayah perairan Selat Sunda yang memiliki kepadatan lalu lintas sangat tinggi dan telah menerapkan Traffic Separation Scheme (TSS) sejak 2020
Untuk membedah kondisi keselamatan secara riil, para peneliti menggunakan metode campuran konvergen (convergent parallel mixed-methods)
Hasil pengolahan data menunjukkan perbedaan mencolok antara persepsi kasat mata penumpang dengan realitas teknis di lapangan
- Kelengkapan Fasilitas Dinilai Sangat Baik: Persepsi umum terhadap ketersediaan fasilitas keselamatan berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 4,21 dari skala 5,00
. Ketersediaan jaket dan rakit penolong mendapat skor tertinggi sebesar 4,38 . - Kepatuhan Penumpang Sangat Tinggi: Kesadaran dan kepatuhan pengguna jasa mencatat skor rata-rata tertinggi yaitu 4,25
. Kepatuhan penumpang terhadap larangan berada di geladak kendaraan selama pelayaran bahkan mencapai angka 4,55, menandakan faktor perilaku penumpang bukan lagi sumber risiko utama . - Bahaya Tersembunyi Kerusakan Mesin: Wawancara mendalam dengan perwira kapal membongkar fakta bahwa kapal pernah mengalami mati mesin utama secara mendadak saat berolah gerak di dalam kolam pelabuhan
. Hal ini menjadi ancaman tersembunyi yang tidak dapat dilihat oleh penumpang . - Penyeliaan Rutin Masih Lemah: Efektivitas pengawasan otoritas pelabuhan mendapat nilai rata-rata terendah yaitu 4,08
. Indikator pengawasan rutin di luar musim puncak liburan mencatat nilai paling rendah di antara seluruh pertanyaan kuesioner, yaitu 3,91 . - Gangguan Navigasi dan Celah Keterampilan: Hasil pengamatan mengonfirmasi bahwa alat bantu navigasi pelayaran di alur masuk Pelabuhan Merak kerap padam
. Selain itu, awak kapal mengakui adanya keterbatasan dalam penguasaan Bahasa Inggris maritim serta penanganan kondisi darurat medis khusus seperti persalinan di atas kapal .
Hasil temuan ini membawa dampak penting bagi perumusan kebijakan publik dan tata kelola transportasi laut
Peneliti Politeknik Pelayaran Banten menegaskan bahwa persepsi positif masyarakat tidak boleh memicu kelengaian otoritas
Profil Penulis
- Rudi Harun Irwansyah, M.T. – Peneliti dan akademisi di Politeknik Pelayaran Banten dengan spesialisasi keahlian di bidang manajemen keselamatan pelayaran, operasional penyeberangan, dan keamanan pelabuhan
. - Dedtri Anwar, M.Sc. – Dosen Politeknik Pelayaran Banten yang berfokus pada penelitian sistem transportasi laut, keselamatan navigasi, dan pengawasan regulasi maritim
. - Bharto Ari Raharjo, M.Mar. – Pakar maritim dan akademisi Politeknik Pelayaran Banten dengan kepakaran dalam operasional kapal dan manajemen infrastruktur pelabuhan
. - Syairi Anwar, M.T. – Peneliti Politeknik Pelayaran Banten yang mengkaji faktor manusia (human factors) dalam maritim, pelatihan awak kapal, dan kepatuhan operasional
. - Nursyamsu, M.Si. – Dosen Politeknik Pelayaran Banten dengan fokus keahlian pada skema pemisah lalu lintas laut (Traffic Separation Scheme), analisis risiko navigasi, dan keselamatan selat
. - Yollanda Octavitri, M.Pd. – Peneliti maritim Politeknik Pelayaran Banten yang mendalami metode penelitian kualitatif, kesadaran keselamatan penumpang, dan evaluasi kualitas pelayanan
.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Beyond Perceived Compliance: A Mixed-Methods Evaluation of Safety and Security in Ferry Operations on the Merak-Bakauheni Crossing, IndonesiaNama Jurnal: Formosa Journal of Social Sciences (FJSS)
Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 5, No. 3, Halaman 153–170)
DOI :
0 Komentar