Penelitian tersebut menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi bisnis digital memberikan kontribusi sebesar 61,1 persen terhadap pembentukan brand image atau citra merek UMKM di Kota Makassar. Hasil ini memperlihatkan bahwa media sosial bukan lagi sekadar alat promosi, melainkan wajah utama bisnis di era ekonomi digital.
Di tengah persaingan UMKM yang semakin padat, khususnya di sektor kuliner dan industri kreatif, keberhasilan bisnis kini banyak ditentukan oleh cara pelaku usaha membangun hubungan dengan konsumen melalui platform digital seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business. Penelitian ini menyoroti bahwa konsumen Makassar cenderung menilai reputasi sebuah usaha dari kualitas komunikasi digitalnya sebelum melakukan pembelian secara langsung.
Para peneliti menemukan bahwa banyak UMKM sebenarnya sudah menggunakan media digital, namun belum seluruhnya memahami strategi komunikasi yang efektif. Sebagian besar hanya memanfaatkan media sosial sebagai katalog produk atau tempat mencantumkan harga tanpa membangun narasi merek yang kuat. Akibatnya, identitas usaha sulit menonjol di tengah banjir informasi digital.
Riset dilakukan terhadap 392 pelaku UMKM di Makassar yang dipilih dari total populasi sekitar 18.000 UMKM aktif berbasis digital. Sampel penelitian mencakup berbagai sektor usaha, dengan dominasi terbesar berasal dari sektor kuliner sebanyak 50,5 persen, disusul fashion dan tekstil 21,4 persen, industri kreatif 16,6 persen, serta sektor jasa dan lainnya 11,5 persen.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner skala Likert dan observasi langsung terhadap aktivitas digital UMKM. Peneliti menilai beberapa indikator utama seperti kualitas konten, frekuensi unggahan, tingkat respons terhadap pelanggan, serta pemanfaatan fitur digital seperti live streaming dan iklan daring.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat efektivitas komunikasi digital UMKM Makassar berada pada kategori “sangat efektif” dengan skor rata-rata 4,12 dari 5. Sementara itu, citra merek UMKM memperoleh skor 4,05 yang termasuk kategori “sangat baik”.
Dalam pengujian statistik, hubungan antara komunikasi digital dan brand image dinilai sangat signifikan. Persamaan regresi yang dihasilkan memperlihatkan bahwa setiap peningkatan kualitas komunikasi digital akan diikuti peningkatan citra merek secara nyata.
Penelitian ini juga mengungkap bahwa interaktivitas menjadi faktor paling menentukan dalam membangun kepercayaan konsumen. UMKM yang cepat membalas pesan pelanggan, aktif menanggapi komentar, dan memberikan solusi secara responsif memperoleh penilaian brand image lebih tinggi dibandingkan usaha yang pasif di media sosial.
Menurut tim peneliti dari Universitas Negeri Makassar, masyarakat Makassar memiliki karakter sosial yang sangat menghargai keramahan dan kecepatan respons dalam interaksi bisnis. Karena itu, komunikasi dua arah di media digital menjadi elemen penting dalam membangun loyalitas pelanggan.
Selain responsivitas, kualitas konten visual juga berpengaruh besar terhadap penguatan merek. Konten berbentuk video pendek seperti Reels Instagram dan TikTok dinilai lebih efektif dibandingkan foto statis. UMKM kuliner yang menampilkan proses pembuatan makanan secara transparan melalui video mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan kebersihan produk mereka.
Penelitian ini turut menemukan bahwa penggunaan bahasa lokal atau dialek khas Makassar secara tepat dalam konten digital dapat memperkuat kedekatan emosional dengan konsumen. Strategi komunikasi berbasis budaya lokal dianggap lebih autentik dan mudah diterima masyarakat.
Konsistensi unggahan juga menjadi faktor penting. UMKM yang aktif mengunggah konten setiap hari memiliki tingkat pengenalan merek yang lebih stabil dibandingkan bisnis yang jarang memperbarui media sosialnya. Dalam ruang digital yang penuh persaingan, konsistensi dianggap sebagai pengingat visual yang memperkuat posisi merek di benak konsumen.
Aspek transparansi informasi ikut menentukan persepsi publik terhadap bisnis. UMKM yang mencantumkan alamat jelas, testimoni pelanggan asli, dan akses pemesanan yang mudah dinilai memiliki citra merek lebih kredibel. Penelitian ini menegaskan bahwa kepercayaan konsumen di era digital dibangun melalui keterbukaan informasi dan kualitas interaksi.
Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa ulasan digital atau review pelanggan memiliki pengaruh sangat besar dalam menarik konsumen baru. Di masyarakat Makassar yang masih kuat dengan budaya rekomendasi antarteman, testimoni online berfungsi seperti promosi dari mulut ke mulut versi digital.
Dalam sektor kerajinan tradisional, komunikasi digital berbasis storytelling terbukti efektif meningkatkan nilai produk. Peneliti mencontohkan produk tenun Lipa’ Sa’be dari kawasan Makassar dan Gowa yang berhasil membangun citra premium melalui narasi sejarah dan proses produksi tradisional di media sosial. Konsumen tidak lagi melihat produk hanya sebagai barang dagangan, tetapi juga sebagai karya budaya bernilai seni tinggi.
Penelitian ini sekaligus memperlihatkan bahwa komunikasi digital mampu mengatasi keterbatasan lokasi fisik usaha. UMKM yang berada di pinggiran kota tetap dapat membangun citra eksklusif apabila mampu menghadirkan konten profesional dan komunikasi yang menarik secara konsisten.
Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa penggunaan iklan berbayar saja tidak cukup untuk membangun reputasi jangka panjang. Brand image yang kuat tetap ditentukan oleh kualitas interaksi organik dan kemampuan bisnis menangani kritik secara terbuka.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, tim peneliti merekomendasikan agar UMKM mulai menerapkan standar respons pelanggan, meningkatkan kualitas visual konten, serta memanfaatkan data analitik media sosial untuk memahami perilaku audiens. Pemerintah daerah juga didorong menyediakan pelatihan komunikasi digital dan fasilitas produksi konten kreatif bagi pelaku UMKM lokal.
Profil Penulis
Hasisa Haruna merupakan peneliti dari Universitas Negeri Makassar yang berfokus pada kajian komunikasi bisnis, pemasaran digital, dan pengembangan UMKM. Penelitian ini juga melibatkan Andi Anggi Kemalasari, Nur Rahmi, dan Nurhayani dari universitas yang sama.
Sumber Penelitian
Artikel ini disusun berdasarkan jurnal berjudul Analysis of the Effectiveness of Digital Business Communication in Improving the Brand Image of UMKM in Makassar City yang diterbitkan dalam International Journal of Economic, Finance and Business Statistics Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijefbs.v4i2.419
URL: https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijefbs
0 Komentar