Pendidikan Audit Kecurangan Sejak Dini Perkuat Kesadaran Anti-Fraud Siswa SMK Triratna

Ilustrasi by AI

Pada tanggal 19 Januari 2026, tim dosen dari Trisakti School of Management yang terdiri atas Ade Hanifa Putri, Rutji Satwiko, dan Hery Gunawan melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa edukasi audit kecurangan bagi siswa kelas 12 Akuntansi SMK Triratna di Jakarta. Inisiatif ini sangat penting untuk membangun kesadaran anti-fraud dan membekali calon tenaga kerja dengan pemahaman etika, profesionalisme, serta integritas guna mengantisipasi risiko kecurangan di lingkungan kerja modern.

Transformasi digital dan otomatisasi proses bisnis saat ini memperbesar peluang terjadinya kecurangan atau fraud yang dapat menimbulkan kerugian finansial sekaligus merusak reputasi organisasi. Laporan Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) mencatat bahwa organisasi di seluruh dunia kehilangan sekitar 5% dari pendapatan tahunannya akibat occupational fraud. Oleh karena itu, pengenalan risiko kecurangan, regulasi, dan pengendalian internal perlu ditanamkan sejak dini kepada para pelajar tingkat menengah kejuruan yang kelak akan mengelola administrasi dan keuangan.

Program pendidikan ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang menggabungkan ceramah interaktif, studi kasus nyata, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab. Materi disampaikan secara aplikatif dan dievaluasi secara kualitatif melalui tingkat keaktifan peserta dalam merespons materi serta berpartisipasi dalam diskusi.

Hasil kegiatan menunjukkan beberapa temuan penting sebagai berikut:

  • Peserta menunjukkan tingkat partisipasi yang sangat aktif serta antusiasme tinggi selama pembahasan contoh kasus nyata di Indonesia.

  • Siswa mampu memahami konsep dasar fraud berdasarkan POJK Nomor 12 Tahun 2024 serta klasifikasi fraud tree dari ACE yang mencakup penyalahgunaan aset, korupsi, dan kecurangan laporan keuangan.
  • Peserta berhasil mengenali behavioral red flags atau indikator perilaku mencurigakan seperti gaya hidup tidak wajar dan keengganan berbagi tugas sebagai sinyal awal pencegahan kecurangan.

Pendidikan praktis berbasis kasus ini membuktikan bahwa literasi fraud auditing efektif mendukung pembentukan budaya integritas dan etika profesi bagi calon tenaga kerja sebelum mereka memasuki dunia industri. Menurut tim pengabdian dari Trisakti School of Management, integrasi regulasi, teori, dan contoh kasus konkret dapat memperkuat kompetensi profesional siswa dalam memahami pentingnya sistem pengendalian internal.

Profil Penulis:

  • Ade Hanifa Putri, S.Ak., M.Ak., CAP. – Dosen dan Peneliti di Trisakti School of Management, Jakarta, Indonesia.
  • Rutji Satwiko, S.E., M.Si., CPMA. – Dosen dan Peneliti di Trisakti School of Management, Jakarta, Indonesia.
  • Drs. Hery Gunawan, M.M. – Dosen dan Peneliti di Trisakti School of Management, Jakarta, Indonesia.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: Fraud Audit Education for Vocational High School Students: Prevention, Detection, and Investigation (Pendidikan Audit Kecurangan Bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan: Pencegahan, Deteksi, dan Investigasi)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • Afiliasi: Trisakti School of Management, Jakarta, Indonesia

Posting Komentar

0 Komentar