Pengaruh Profitabilitas, Utang, dan Efisiensi Aset terhadap Return Saham Sektor Transportasi dan Logistik 2022–2024

Ilustrasi by AI

Kinerja keuangan seperti Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Total Asset Turnover (TATO) memegang peran krusial dalam menentukan arah return saham perusahaan sektor transportasi dan logistik di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022–2024. Analisis mendalam ini dilakukan oleh Rizky Nur Ramdhani dan Erwin Budianto dari Universitas Swadaya Gunung Jati guna mengupas sinyal finansial yang paling diperhatikan oleh pelaku pasar di tengah ketidakpastian industri rantai pasok.

Sektor transportasi dan logistik menghadapi tekanan makroekonomi pascapandemi, lonjakan biaya bahan bakar, serta penurunan laba bersih industri secara keseluruhan yang membuat indeks sektor ini (IDXTRANS) mengalami stagnasi. Di tengah variasi kinerja emiten yang sangat kontras—mulai dari perusahaan yang melonjak drastis hingga yang merosot tajam—pemahaman mengenai faktor fundamental internal menjadi sangat penting bagi investor untuk membaca arah pasar.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Melalui teknik purposive sampling, terpilih 15 perusahaan dengan total 39 hingga 45 observasi data laporan keuangan tahunan serta pergerakan harga saham dari tahun 2022 sampai 2024. Seluruh data diuji menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda untuk memastikan objektivitas hasil.

Berdasarkan pengujian data, ditemukan beberapa temuan utama sebagai berikut:

  • Pengaruh Signifikan ROA: Return on Assets (ROA) terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham dengan nilai signifikansi 0,007 ($t = 2,827$). Tingginya kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dari total aset menjadi sinyal kuat yang direspons positif oleh investor.
  • Dampak Terbatas DER dan TATO: Debt to Equity Ratio (DER) dan Total Asset Turnover (TATO) secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Tingginya rasio utang dianggap sebagai hal yang lumrah dalam karakteristik industri padat modal, sementara efisiensi perputaran aset belum cukup menarik perhatian pasar tanpa adanya pertumbuhan laba yang nyata.
  • Pengaruh Simultan: Secara bersama-sama, variabel ROA, DER, dan TATO mampu menjelaskan 16,6% variasi return saham ($R^2 = 0,166$), sementara 83,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi, suku bunga, dan inflasi.

Menurut Rizky Nur Ramdhani dan Erwin Budianto dari Universitas Swadaya Gunung Jati, manajemen perusahaan di sektor transportasi dan logistik perlu fokus mengoptimalkan profitabilitas melalui efisiensi pemanfaatan aset operasional agar menjadi daya tarik utama bagi investor. Dari sudut pandang teori sinyal (Signaling Theory), pasar terbukti lebih rasional dalam membaca sinyal laba bersih ketimbang sekadar struktur modal atau perputaran aset semata. Bagi para investor, hasil riset ini menegaskan pentingnya melihat aspek profitabilitas secara mendalam di samping memperhitungkan faktor eksternal makroekonomi.

Profil Penulis:

Rizky Nur Ramdhani dan Erwin Budianto merupakan akademisi dan peneliti di Universitas Swadaya Gunung Jati yang memiliki fokus keahlian di bidang manajemen keuangan, analisis bisnis, serta kinerja emiten pasar modal.

Sumber Penelitian:

Ramdhani, R. N., & Budianto, E. (2026). The Effect of Return on Assets, Debt to Equity Ratio, and Total Assets Turnover on Stock Returns in Companies in the Transport and Logistics Sector Listed on the IDX in 2022-2024. Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), 6(4), 1106–1125. DOI: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i4.16683

Posting Komentar

0 Komentar