Lingkungan dan Keselamatan Kerja Tentukan Produktivitas Karyawan Pabrik Bata

Ilustrasi by AI

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Andini Widya Purnama dan Sudiarto dari Universitas Pamulang pada Juli 2025 hingga Juli 2026 mengungkapkan bahwa lingkungan kerja dan keselamatan kerja memegang peranan krusial dalam mendongkrak produktivitas karyawan. Temuan ini menjadi sangat penting bagi sektor manufaktur untuk mengoptimalkan kinerja sumber daya manusia di tengah ketatnya persaingan bisnis global.

Tantangan Lingkungan dan Risiko di Area Produksi

Kinerja operasional di PT Mega Bata Indonesia kerap terhambat oleh sejumlah persoalan lingkungan fisik pabrik. Masalah utama meliputi tingkat kebisingan mesin cetak bata yang melampaui batas kenyamanan, akumulasi debu material produksi yang mengganggu kebersihan, serta tata letak warna interior ruangan yang kurang mendukung semangat kerja. Selain itu, jaminan keselamatan kerja terhadap risiko kecelakaan di area produksi juga menjadi sorotan penting yang menuntut perbaikan segera.

Pendekatan Kuantitatif dengan Sensus Karyawan

Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Pengumpulan data melibatkan seluruh populasi karyawan PT Mega Bata Indonesia yang berjumlah 98 orang menggunakan teknik sampel jenuh atau sensus. Analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, analisis regresi berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, serta uji hipotesis t dan F.

Temuan Utama dan Angka Signifikansi Statistik

Analisis data statistik menghasilkan beberapa temuan kuantitatif yang kuat:

  • Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan dengan sumbangan kontribusi sebesar 50,6%.
  • Aspek lingkungan kerja mencatatkan nilai korelasi 0,711 dengan hasil uji t hitung sebesar 9,920, jauh melampaui t tabel 1,985.
  • Keselamatan kerja memberikan pengaruh signifikan terhadap produktivitas sebesar 51,6%.
  • Variabel keselamatan kerja memiliki nilai korelasi 0,718 dengan uji t hitung 10,109 yang lebih besar dari t tabel 1,985.
  • Secara simultan, lingkungan kerja dan keselamatan kerja bersama-sama mempengaruhi produktivitas sebesar 54,8%, dengan persamaan regresi $Y = 17,585 + 0,277X_1 + 0,365X_2$ dan nilai F hitung 57,495 yang melampaui F tabel 3,09.

Implikasi dan Solusi Praktis bagi Dunia Usaha

Menurut Andini Widya Purnama dan Sudiarto dari Universitas Pamulang, perusahaan manufaktur wajib memperketat manajemen lingkungan dan keselamatan kerja secara terpadu. Langkah nyata yang disarankan meliputi peremajaan pencahayaan lampu secara berkala di area produksi dan penerapan sistem tata rumah tangga (housekeeping) yang aman untuk penyimpanan bahan berbahaya. Kebijakan ini tidak hanya melindungi fisik pekerja, tetapi juga memacu konsentrasi dan tanggung jawab karyawan dalam mengejar target produksi harian.

Profil Penulis

  • Andini Widya Purnama: Peneliti dan mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang.
  • Sudiarto: Dosen dan peneliti di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang, dengan keahlian di bidang manajemen sumber daya manusia.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: The Influence of Work Environment and Occupational Safety on Employee Productivity at PT. Mega Bata Indonesia Bogor Regency
  • Nama Jurnal: International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4, No. 8, Agustus 2026, hlm. 1449-1466
  • DOI/URL: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i8.79

Posting Komentar

0 Komentar