Kapabilitas Digital Jadi Kunci Utama Dorong Inovasi Layanan Perbankan Pemerintah

Ilustrasi by AI

Ali Abdzaid Jebur dan Ahmed Mashaan Fleifel dari Al-Furat Al-Awsat Technical University, Irak, mempublikasikan studi penting pada Agustus 2026 yang meneliti pengaruh kapabilitas digital terhadap inovasi organisasi di bank-bank pemerintah Provinsi Babylon. Penelitian ini sangat krusial karena membuktikan bahwa pengadaan teknologi mutakhir tidak akan berdampak optimal tanpa diimbangi kesiapan kemampuan internal pegawai dan tata kelola organisasi yang adaptif.

Di tengah disrupsi teknologi dan tuntutan pelayanan publik yang serba cepat, lembaga keuangan pemerintah kerap menghadapi tantangan struktural serta birokrasi yang kaku. Kepemilikan infrastruktur digital sering kali hanya dipandang sebagai aset fisik semata, padahal kunci keberhasilan inovasi terletak pada bagaimana organisasi mengintegrasikan sistem, mengelola data, serta membangun budaya pembelajaran yang berkelanjutan bagi para pekerjanya.

Untuk menguji hal tersebut, penelitian ini menerapkan metode kuantitatif deskriptif-analitis dengan melibatkan 200 pegawai bank pemerintah di wilayah Babylon sebagai responden. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik SPSS guna mengukur tingkat validitas, reliabilitas, korelasi, serta regresi berganda antarvariabel.

Hasil analisis statistik menunjukkan beberapa temuan utama yang signifikan:

  • Kapabilitas digital memiliki hubungan positif yang sangat kuat terhadap inovasi organisasi dengan koefisien korelasi $r = 0,746$ ($p < 0,001$).
  • Secara kolektif, seluruh dimensi kapabilitas digital mampu menjelaskan hingga 61,0% variasi dalam inovasi organisasi ($R^2 = 0,610$).
  • Kapabilitas pembelajaran dan adaptasi digital tercatat sebagai prediktor terkuat ($\beta = 0,341$) dalam mendorong inovasi, melampaui faktor kepemilikan teknologi itu sendiri.
  • Dimensi kapabilitas lainnya yang turut memberikan pengaruh signifikan meliputi integrasi dan koordinasi digital ($\beta = 0,267$), analisis data digital ($\beta = 0,214$), serta teknologi digital dasar ($\beta = 0,183$).

Temuan dari Ali Abdzaid Jebur dan Ahmed Mashaan Fleifel menegaskan bahwa transformasi digital di sektor publik harus dilihat sebagai pembentukan kapabilitas dinamis, bukan sekadar investasi perangkat. Pemerintah dan manajemen bank didorong untuk merancang program pelatihan berkelanjutan, meruntuhkan sekat birokrasi antar-departemen, serta mengoptimalkan pemanfaatan analitik data agar kualitas layanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan secara nyata.

Profil Penulis

  • Ali Abdzaid Jebur: Akademisi dan peneliti di Al-Furat Al-Awsat Technical University, Al-Musayyib Technical Institute, Irak, dengan fokus keahlian pada sistem digital dan tata kelola teknologi informasi.
  • Ahmed Mashaan Fleifel: Akademisi dan peneliti di Al-Furat Al-Awsat Technical University, Al-Musayyib Technical Institute, Irak, yang mendalami bidang manajemen organisasi dan teknologi perbankan.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: The Impact of Digital Capabilities on Enhancing Organizational Innovation: An Applied Study in government banks in Babylon
  • Nama Jurnal: International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4, No. 8, Agustus 2026
  • DOI/URL: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i8.90

Posting Komentar

0 Komentar