Penelitian tersebut dimuat dalam Formosa Journal of Multidisciplinary Research Volume 5 Nomor 9 Tahun 2026. Artikel diterima pada 23 September 2026. Penelitian berangkat dari persoalan pembelajaran membaca yang masih menghadapi sejumlah kendala, khususnya dalam memahami teks nonfiksi secara mendalam.
Kemampuan membaca siswa masih menghadapi tantangan
Membaca bukan hanya kegiatan menemukan informasi yang tertulis secara langsung. Dalam pembelajaran literasi, siswa juga perlu memahami makna tersirat, menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya, mengevaluasi isi bacaan, memberikan tanggapan, serta melakukan refleksi.
Artikel tersebut mengutip hasil PISA yang menunjukkan kemampuan literasi membaca siswa Indonesia masih menjadi tantangan. PISA mengukur kemampuan membaca melalui beberapa aspek, termasuk menemukan informasi, memahami isi bacaan, serta mengevaluasi dan merefleksikan teks.
Kondisi serupa ditemukan Fatonah dan Nurbaya ketika melakukan analisis awal di SMP Negeri 1 Maospati. Pembelajaran masih banyak menggunakan modul atau bahan ajar cetak, sedangkan metode pembelajaran cenderung didominasi ceramah. Minat siswa terhadap teks nonfiksi juga masih rendah.
Analisis awal menunjukkan sekitar 50 persen siswa memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Siswa relatif mampu menemukan informasi yang tersurat, tetapi masih mengalami kesulitan memahami makna tersirat, menghubungkan isi bacaan dengan pengetahuan sebelumnya, memberikan tanggapan kritis, dan melakukan refleksi.
Di sisi lain, siswa menunjukkan ketertarikan terhadap media visual, diskusi kelompok, serta bahan ajar yang dapat diakses melalui perangkat digital. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan siswa dengan praktik pembelajaran yang berlangsung di kelas.
Flipbook dipadukan dengan diskusi kelompok
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Fatonah dan Nurbaya mengembangkan bahan ajar digital berbentuk flipbook yang dipadukan dengan strategi Reading Response Group atau RRG.
RRG merupakan strategi pembelajaran berbasis diskusi kelompok kecil. Siswa tidak hanya membaca teks secara individual, tetapi juga diminta memberikan tanggapan berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki, gagasan yang diperoleh dari teks, serta interpretasi yang melampaui informasi langsung dalam bacaan.
Dalam pengembangan ini, flipbook tidak sekadar berfungsi sebagai pengganti buku cetak. Bahan ajar tersebut dirancang untuk memandu siswa dalam membaca, berdiskusi, memberikan respons terhadap teks, dan melakukan refleksi.
Materi yang dimasukkan mencakup sejumlah jenis teks nonfiksi, antara lain teks laporan hasil observasi, iklan, slogan, poster, artikel ilmiah populer, dan teks deskripsi. Materi disusun dengan mempertimbangkan karakteristik siswa kelas VIII serta kebutuhan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka.
Dikembangkan melalui lima tahap
Pengembangan bahan ajar menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE. Model ini terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation.
Pada tahap analisis, peneliti mengidentifikasi kebutuhan siswa dan guru melalui observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, serta tes. Pengembangan dan uji coba melibatkan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Maospati.
Sebanyak 10 siswa kelas VIII A dilibatkan dalam uji coba kelompok kecil, sedangkan uji coba kelompok besar melibatkan 32 siswa kelas VIII A. Selain siswa, proses validasi juga melibatkan ahli materi dan ahli media.
Sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar, siswa juga mengikuti tes untuk melihat perkembangan hasil belajar. Observasi dan wawancara digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran, interaksi siswa, kesulitan yang dihadapi, serta respons terhadap bahan ajar yang dikembangkan.
Bahan ajar memperoleh kelayakan 87,6 persen
Hasil validasi menunjukkan bahwa flipbook yang dikembangkan memperoleh penilaian positif dari para validator.
Validasi ahli materi menghasilkan skor rata-rata 4,58 dengan persentase 91,6 persen. Sementara itu, validasi ahli media menghasilkan skor rata-rata 4,20 dengan persentase 84 persen. Secara keseluruhan, produk memperoleh skor rata-rata 4,39 dengan persentase kelayakan 87,6 persen.
Hasil tersebut menempatkan bahan ajar dalam kategori layak digunakan setelah dilakukan perbaikan berdasarkan masukan validator. Peneliti menyebut penggunaan flipbook bersama strategi RRG dapat mendukung pembelajaran membaca yang lebih aktif, kolaboratif, serta berorientasi pada siswa.
Dalam proses pembelajaran, pendekatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk tidak hanya menerima penjelasan guru, tetapi juga menyampaikan pendapat, merespons bacaan, berdiskusi dengan teman, dan merefleksikan pemahamannya.
Potensi untuk pembelajaran literasi digital
Pengembangan flipbook tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar digital dapat dipadukan dengan strategi pembelajaran kolaboratif untuk membuat kegiatan membaca lebih aktif. Bagi guru, flipbook dapat digunakan sebagai bahan ajar tambahan bersama buku atau sumber belajar yang sudah tersedia.
Fatonah dan Nurbaya merekomendasikan penggunaan bahan ajar tersebut untuk mendukung kemampuan siswa dalam memahami, menganalisis, memberikan respons, serta mengembangkan pemikiran kritis dan reflektif ketika membaca teks nonfiksi.
Meski demikian, hasil penelitian ini perlu dibaca dalam konteks keterbatasannya. Uji coba dilakukan pada siswa kelas VIII dengan jumlah peserta yang terbatas dan hanya di satu sekolah. Karena itu, hasilnya belum dapat digeneralisasikan untuk seluruh karakteristik sekolah dan siswa.
Peneliti juga menyatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas jangka panjang serta membandingkan hasil pembelajaran antara kelompok yang menggunakan bahan ajar tersebut dan kelompok yang menggunakan pendekatan lain. Penelitian berikutnya juga dapat menguji kemampuan yang lebih spesifik, seperti menemukan informasi, memahami informasi tersirat, mengevaluasi isi teks, memberikan tanggapan kritis, dan melakukan refleksi.
Profil penulis
Artikel sumber tidak mencantumkan gelar akademik Siti Fatonah dan St. Nurbaya secara eksplisit, sehingga gelar tidak ditambahkan dalam profil untuk menjaga akurasi informasi.
Sumber Penelitian
Fatonah, S., & Nurbaya, St. (2026). “Improving Reading Literacy Competence in Non-Literary Texts through Digital Flipbook-Based Instructional Materials Using the Reading Response Group Strategy Among Middle School Students.” Formosa Journal of Multidisciplinary Research, Vol. 5 No. 9, 3035–3050.
0 Komentar