Dukungan Sosial Memperkuat Peran Efikasi Diri dalam Mengurangi Stres Akademik Mahasiswa Psikologi

Created by AI

FORMOSA NEWS - Stres akademik masih menjadi tantangan bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsi. Temuan dari Luthfiana May Sarah, Desvi Yanti Mukhtar, dan Sri Supriyantini dari Master of Professional Psychology, University of North Sumatra, menunjukkan bahwa efikasi diri dan dukungan sosial memiliki keterkaitan penting dengan stres akademik mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir. Penelitian yang dilakukan pada Oktober hingga November 2025 terhadap 145 mahasiswa psikologi pada tahun akademik 2025–2026 ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dapat memperkuat peran efikasi diri dalam menghadapi tekanan selama proses penyelesaian skripsi.

Skripsi dan Tekanan Akademik Mahasiswa

Menyelesaikan skripsi bukan sekadar memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar akademik. Mahasiswa perlu menentukan topik, memahami proses penelitian, mencari referensi, berkomunikasi dengan dosen pembimbing, melakukan revisi, hingga menyelesaikan laporan akhir.

Berbagai tuntutan tersebut dapat menjadi sumber tekanan ketika mahasiswa merasa tuntutan akademik melebihi kemampuan atau sumber daya yang dimilikinya. Dalam konteks pendidikan, kondisi tersebut dikenal sebagai stres akademik. Stres yang tidak dikelola dapat berkaitan dengan berbagai reaksi fisik, emosional, perilaku, dan kognitif, serta berpotensi mengganggu kemampuan berpikir dan performa akademik.

Menariknya, mahasiswa Fakultas Psikologi juga tidak sepenuhnya terbebas dari masalah tersebut meskipun selama perkuliahan mereka mempelajari berbagai konsep mengenai kesehatan mental. Artikel tersebut menekankan bahwa pemahaman teoritis mengenai kesehatan mental tidak selalu berarti seseorang mampu menerapkannya secara efektif untuk mengelola tekanan akademiknya sendiri.

Penelitian terdahulu yang dikutip dalam artikel juga memperlihatkan adanya masalah stres akademik di kalangan mahasiswa psikologi. Studi Sugito pada 105 mahasiswa Psikologi Universitas Medan Area yang sedang menyusun skripsi menemukan 7,4 persen mahasiswa mengalami stres akademik tingkat tinggi. Sementara itu, penelitian Salsabila terhadap 100 mahasiswa Psikologi Universitas Sumatera Utara melaporkan 33 persen mengalami stres akademik tinggi, 47 persen sedang, dan 20 persen rendah.

Survei awal yang dilakukan penulis terhadap 15 mahasiswa Fakultas Psikologi juga menemukan bahwa seluruh responden atau 100 persen melaporkan mengalami stres akademik. Sumber tekanan yang muncul antara lain kesulitan bertemu dosen pembimbing karena kesibukan, kurang memahami proses dan persyaratan penelitian, serta berkurangnya rasa percaya diri terhadap kualitas skripsi akibat revisi yang berulang.

Efikasi Diri Menjadi Salah Satu Faktor Penting

Salah satu faktor yang diperhatikan dalam penelitian ini adalah efikasi diri atau keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk melakukan tindakan yang diperlukan guna mencapai hasil tertentu.

Dalam proses penyusunan skripsi, mahasiswa dengan efikasi diri yang tinggi cenderung memandang berbagai kesulitan sebagai tantangan yang masih dapat diatasi. Keyakinan tersebut dapat membantu mahasiswa bertahan ketika menghadapi hambatan selama menyelesaikan tugas akhir.

Namun, penulis juga menemukan adanya hasil penelitian sebelumnya yang tidak selalu menunjukkan hubungan yang konsisten antara efikasi diri dan stres ketika beban akademik meningkat secara cepat. Kondisi tersebut mendorong perhatian terhadap faktor eksternal yang mungkin memperkuat peran efikasi diri, salah satunya adalah dukungan sosial.

Dukungan sosial dalam artikel ini mencakup dukungan emosional, bantuan nyata atau instrumental, informasi berupa saran dan solusi, serta kebersamaan dengan orang lain. Dukungan tersebut dapat berasal dari keluarga, teman, maupun lingkungan sosial mahasiswa.

Melibatkan 145 Mahasiswa Psikologi

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 145 mahasiswa psikologi dari sebuah universitas yang dalam artikel disebut sebagai “X” University. Seluruh peserta merupakan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi pada tahun akademik 2025–2026.

Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert. Peneliti mengukur tiga hal utama, yaitu efikasi diri, dukungan sosial, dan stres akademik. Instrumen efikasi diri disusun berdasarkan aspek level, strength, dan generality. Dukungan sosial diukur menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), sedangkan stres akademik diukur menggunakan instrumen yang menilai sumber stres dan reaksi terhadap stres.

Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS. Model penelitian mampu menjelaskan 39,2 persen variasi stres akademik melalui efikasi diri, dukungan sosial, dan interaksi keduanya. Sementara 60,8 persen sisanya berkaitan dengan faktor lain yang tidak masuk dalam model penelitian.

Dukungan Sosial Memperkuat Hubungan Efikasi Diri dan Stres

Hasil utama penelitian menunjukkan adanya interaksi yang signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial terhadap stres akademik. Koefisien interaksi tercatat sebesar -0,189 dengan nilai t-statistic 3,026 dan p-value 0,002.

Karena nilai p berada di bawah 0,05, hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial secara signifikan memoderasi hubungan antara efikasi diri dan stres akademik. Dalam model yang digunakan peneliti, dukungan sosial memperkuat hubungan negatif efikasi diri terhadap stres akademik.

Meski demikian, kontribusi praktis efek moderasi tersebut tergolong kecil. Nilai f² untuk variabel moderasi tercatat sebesar 0,08. Artinya, dukungan sosial memang berperan sebagai moderator dalam model penelitian, tetapi besarnya kontribusi tambahan secara praktis relatif terbatas.

Temuan ini sejalan dengan konsep stress-buffering yang menjelaskan bahwa dukungan sosial dapat membantu mengurangi dampak tekanan. Dukungan berupa perhatian emosional, bantuan, informasi, dan keberadaan orang lain dapat membuat mahasiswa tidak merasa menghadapi tuntutan akademik seorang diri.

Menurut Luthfiana May Sarah dan rekan-rekannya dari University of North Sumatra, mahasiswa dengan efikasi diri dan dukungan sosial yang tinggi cenderung memiliki mekanisme menghadapi tekanan yang lebih adaptif serta lebih mampu menghadapi hambatan selama proses penyelesaian skripsi.

Implikasi bagi Mahasiswa dan Lingkungan Kampus

Temuan ini memberikan gambaran bahwa upaya menghadapi stres akademik mahasiswa tingkat akhir tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu. Lingkungan sosial juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Bagi mahasiswa, dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan akademik dapat menjadi sumber bantuan ketika menghadapi kesulitan dalam proses penyusunan skripsi. Dukungan tersebut dapat berbentuk dorongan emosional, bantuan praktis, informasi, maupun sekadar menyediakan ruang untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman.

Bagi lingkungan perguruan tinggi, hasil ini dapat menjadi pertimbangan dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa tingkat akhir. Pendampingan akademik yang disertai komunikasi dan dukungan sosial dapat menjadi salah satu bagian dari upaya membantu mahasiswa menghadapi tekanan selama penyelesaian tugas akhir.

Namun, artikel ini juga menegaskan bahwa masih terdapat faktor lain yang berhubungan dengan stres akademik. Peneliti merekomendasikan penelitian selanjutnya mempertimbangkan variabel seperti prokrastinasi, motivasi berprestasi, dan standar akademik yang tinggi. Penelitian mendatang juga dapat menggunakan metode campuran dan teknik pengambilan sampel probabilitas untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.

Profil Penulis

Luthfiana May Sarah merupakan penulis utama artikel dan tercatat sebagai mahasiswa Master of Professional Psychology, University of North Sumatra. Ia menjadi corresponding author dalam artikel ini.

Artikel ditulis bersama Desvi Yanti Mukhtar dan Sri Supriyantini, yang juga berafiliasi dengan Master of Professional Psychology, University of North Sumatra. Artikel mencantumkan nama ketiga penulis dan afiliasi tersebut pada halaman pertama publikasi.

Sumber Penelitian

Judul: The Role of Self-Efficacy in Academic Stress Among Senior Undergraduates in the Faculty of Psychology: The Moderating Effect of Social Support

Penulis: Luthfiana May Sarah, Desvi Yanti Mukhtar, Sri Supriyantini

Afiliasi: Master of Professional Psychology, University of North Sumatra

Jurnal: International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS)

Volume: 4, Nomor 5, 2026, halaman 571–578

DOI: https://doi.org/10.59890/ijeps.v4i5.31

Website jurnal: https://journalijeps.my.id/index.php/ijeps

Posting Komentar

0 Komentar