Adopsi QRIS dan Pengetahuan Fintech Tingkatkan Kualitas Informasi Akuntansi dan Keputusan Keuangan UMKM

Ilustrasi by AI

Adopsi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan pemahaman teknologi finansial terbukti berdampak besar terhadap kualitas laporan keuangan serta keputusan bisnis para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Temuan penting ini diungkapkan oleh tim peneliti dari Institute of Business and Independent Communication, Jakarta, yakni Bella Fitri Melliya Sari, Rina Pratiwi, dan Karsam dalam riset yang dipublikasikan pada Agustus 2026. Penelitian ini menjadi krusial di tengah era digitalisasi karena membantu pelaku usaha mengoptimalkan pencatatan transaksi agar terhindar dari salah langkah finansial.

Informasi akuntansi memegang peran vital bagi keberlangsungan bisnis UMKM dalam merencanakan anggaran dan mengontrol arus kas. Namun, di lapangan, masih banyak pelaku usaha yang belum terbiasa melakukan pencatatan keuangan secara terstruktur atau mengandalkan metode manual konvensional. Di sisi lain, meski pembayaran digital seperti QRIS semakin masif digunakan, potensinya dalam memperbaiki kualitas pembukuan belum sepenuhnya optimal tanpa didukung oleh literasi atau pemahaman teknologi finansial yang memadai.

Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 61 responden pelaku UMKM di Kecamatan Setu, Bekasi, yang telah menggunakan QRIS setidaknya selama enam bulan. Data yang terkumpul kemudian diuji menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik untuk mengukur hubungan dan pengaruh antarvariabel.

Hasil analisis data lapangan menunjukkan beberapa temuan utama berikut:

  • Adopsi QRIS secara mandiri memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi dan keputusan keuangan UMKM.
  • Pengetahuan fintech secara mandiri terbukti meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola data keuangan dan mengambil keputusan bisnis yang rasional.
  • Secara bersama-sama, adopsi QRIS dan pengetahuan fintech menyumbang 61,5% terhadap variasi kualitas informasi akuntansi dengan nilai uji F sebesar 46,358.
  • Kedua variabel tersebut juga secara simultan menjelaskan 49,1% variasi dalam pengambilan keputusan keuangan dengan nilai uji F sebesar 27,995.

Peningkatan kualitas pencatatan transaksi melalui digitalisasi ini memberikan dampak luas bagi dunia usaha dan kebijakan publik dalam memperkuat inklusi keuangan nasional. Sebagaimana ditekankan oleh Bella Fitri Melliya Sari dan tim dari Institute of Business and Independent Communication, Jakarta, kemajuan digitalisasi pembayaran perlu berjalan beriringan dengan penguatan edukasi teknologi agar para pelaku usaha mampu menjadikan data transaksi sebagai landasan keputusan bisnis yang akurat. Hal ini membantu UMKM menekan risiko kesalahan pencatatan dan meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh.

Profil Penulis:

  • Bella Fitri Melliya Sari: Peneliti dan akademisi dari Institute of Business and Independent Communication, Jakarta.
  • Rina Pratiwi: Peneliti dan akademisi dari Institute of Business and Independent Communication, Jakarta.
  • Karsam: Peneliti dan akademisi dari Institute of Business and Independent Communication, Jakarta.

Sumber Penelitian:

Sari, B. F. M., Pratiwi, R., & Karsam. (2026). The Influence of Qris Adoption and Financial Technology Knowledge on the Quality of Accounting Information and Financial Decisions (Empirical Study on MSMEs in Setu District, Bekasi). Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), 6(4), 1070–1085. https://doi.org/10.55927/ijba.v6i4.16664

Posting Komentar

0 Komentar