Strategi 4P Tingkatkan Penjualan Toko Kue Yonna hingga Berkembang dari Usaha Rumahan

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Lampung -  Strategi pemasaran yang menggabungkan kualitas produk, harga yang sesuai, lokasi usaha yang strategis, dan promosi digital terbukti mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro di sektor kuliner. Temuan tersebut dilaporkan oleh Vera Agustina, Robi Santoso, Dina Nadiyah Faiqoh, dan Diki Angga Hendrawan dari Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Nahdlatul Ulama Lampung dalam artikel yang diterbitkan pada Indonesian Journal of Entrepreneurship & Startups (IJES) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, Promotion) secara terpadu berkontribusi terhadap peningkatan penjualan, pertumbuhan pelanggan, hingga perkembangan usaha dari skala rumahan menjadi toko fisik dengan sepuluh tenaga kerja.

Hasil penelitian tersebut menjadi penting karena sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia. Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, pelaku usaha tidak lagi cukup hanya mengandalkan cita rasa produk. Konsumen kini juga mempertimbangkan kualitas bahan, tampilan produk, harga, kemudahan memperoleh produk, hingga pengalaman pelayanan yang diberikan.

Kabupaten Lampung Timur dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki potensi pasar yang besar. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa serta lebih dari 110 ribu usaha mikro dan kecil, sehingga menjadi salah satu daerah dengan aktivitas UMKM yang cukup tinggi di Provinsi Lampung. Kondisi tersebut menjadikan persaingan usaha kuliner semakin kompetitif dan menuntut pelaku usaha memiliki strategi pemasaran yang tepat agar mampu bertahan sekaligus berkembang.

Penelitian difokuskan pada Toko Kue Yonna di Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Menurut penulis, kajian mengenai penerapan strategi pemasaran 4P pada usaha bakery di daerah tersebut masih sangat terbatas, padahal konsep tersebut merupakan dasar penting dalam pengelolaan pemasaran UMKM. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk melihat bagaimana kombinasi strategi produk, harga, tempat, dan promosi dapat mendukung peningkatan penjualan secara nyata.

Untuk memperoleh gambaran yang mendalam, tim peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informasi utama diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemilik usaha yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kemudian diperkuat melalui observasi langsung terhadap aktivitas usaha dan dokumentasi, sebelum dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan konfirmasi kepada informan.

Salah satu temuan menarik adalah perjalanan bisnis Toko Kue Yonna. Usaha ini didirikan pada Oktober 2020 dan pada awalnya seluruh proses produksi, pemasaran, hingga pengantaran dilakukan langsung dari rumah oleh dua pendiri tanpa bantuan karyawan. Setelah berhasil membangun basis pelanggan selama sekitar tiga tahun, usaha tersebut berkembang menjadi toko fisik di Kecamatan Sukadana karena sebagian besar konsumennya berasal dari wilayah tersebut. Saat penelitian dilakukan, Toko Kue Yonna telah mempekerjakan sepuluh orang yang menangani berbagai aktivitas operasional, mulai dari produksi hingga pelayanan pelanggan.

Empat Strategi yang Menjadi Kunci Pertumbuhan Usaha

Analisis tim peneliti menunjukkan bahwa keberhasilan Toko Kue Yonna tidak bergantung pada satu strategi pemasaran saja. Pertumbuhan usaha justru didorong oleh penerapan empat elemen utama bauran pemasaran (4P) yang saling melengkapi, yaitu produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion). Integrasi keempat strategi tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus memperluas pasar.

Produk Berkualitas Menjadi Prioritas

Pada aspek produk, Toko Kue Yonna menempatkan kualitas sebagai faktor utama. Penelitian menemukan bahwa setiap produk dibuat menggunakan bahan baku berkualitas dengan cita rasa yang dijaga tetap konsisten. Selain rasa, tampilan produk juga dirancang semenarik mungkin sehingga cocok dijadikan hadiah, hampers, maupun berbagai acara khusus.

Variasi produk yang ditawarkan juga cukup beragam, meliputi:

  • Kue tart
  • Brownies
  • Dessert box
  • Cupcake
  • Aneka roti
  • Aneka bolu
  • Hampers
  • Kue pesanan khusus (custom order) untuk ulang tahun, pernikahan, syukuran, dan berbagai acara lainnya.

Pemilik Toko Kue Yonna menjelaskan bahwa kualitas produk selalu dipertahankan agar pelanggan merasa puas dan melakukan pembelian kembali. Temuan tersebut menunjukkan bahwa diferensiasi produk bukan hanya berasal dari banyaknya pilihan, tetapi juga dari kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan melalui layanan pesanan khusus.

Harga Disesuaikan dengan Berbagai Segmen Konsumen

Penelitian juga menemukan bahwa strategi harga menjadi salah satu kekuatan usaha. Harga produk tidak ditetapkan secara seragam, tetapi disesuaikan dengan jenis produk, ukuran, tingkat kesulitan pembuatan, biaya produksi, serta kemampuan daya beli masyarakat.

Menurut pemilik usaha, target pasar Toko Kue Yonna mencakup seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga konsumen dewasa. Karena itu, harga dibuat bervariasi sehingga pelanggan dapat memilih produk sesuai kebutuhan dan anggaran mereka.

Yang menarik, peneliti mencatat bahwa pemilik tetap mengikuti tren pasar tanpa serta-merta menaikkan harga produk. Pendekatan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara kualitas produk dan keterjangkauan harga sehingga loyalitas pelanggan tetap terpelihara.

Beberapa harga produk yang dicatat dalam penelitian antara lain:

  • Roti manis: Rp8.000
  • Cupcake: Rp10.000
  • Brownies: Rp35.000
  • Dessert Box: Rp35.000
  • Bolu: Rp40.000
  • Kue tart diameter 16 cm: Rp150.000
  • Kue tart diameter 20 cm: Rp180.000

Penelitian juga menunjukkan bahwa sejumlah produk dijual dengan harga lebih kompetitif dibandingkan beberapa toko kue pesaing di wilayah yang sama, sehingga memberikan nilai tambah bagi konsumen.

Lokasi Strategis Mempermudah Akses Pelanggan

Strategi berikutnya adalah pemilihan lokasi usaha. Pada awal berdiri, seluruh aktivitas bisnis dilakukan dari rumah. Setelah jumlah pelanggan meningkat selama sekitar tiga tahun, pemilik memutuskan membuka toko fisik di Kecamatan Sukadana.

Keputusan tersebut didasarkan pada fakta bahwa sekitar 80 persen pelanggan berasal dari wilayah Sukadana. Dengan membuka toko di lokasi yang dekat dengan pasar utama, pelanggan menjadi lebih mudah membeli produk maupun mengambil pesanan secara langsung.

Menurut hasil penelitian, keberadaan toko fisik tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap usaha. Langkah ini menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Promosi Mengandalkan Media Sosial dan Pelayanan

Dalam aspek promosi, penelitian menemukan bahwa Toko Kue Yonna memanfaatkan berbagai platform media sosial sebagai sarana pemasaran, yaitu:

  • WhatsApp
  • Instagram
  • Facebook
  • TikTok

Media sosial digunakan untuk menampilkan foto dan video produk, berinteraksi dengan pelanggan, menerima pesanan, sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Namun, promosi tidak hanya dilakukan melalui konten digital. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan juga menjadi bagian penting dari strategi pemasaran. Pemilik berupaya mempertahankan cita rasa produk, memberikan pelayanan yang responsif, serta terbuka terhadap kritik dan saran pelanggan sebagai bahan evaluasi.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan kepuasan pelanggan yang kemudian berkembang menjadi promosi dari mulut ke mulut (word of mouth), sehingga semakin memperkuat posisi usaha di tengah persaingan.

Omzet Harian Naik hingga Rp3,5 Juta

Dampak paling nyata dari penerapan strategi pemasaran 4P terlihat pada pertumbuhan penjualan Toko Kue Yonna. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik usaha, omzet yang pada awal berdiri masih berada pada kisaran ratusan ribu rupiah per hari terus meningkat seiring berkembangnya usaha.

Penelitian mencatat perkembangan rata-rata omzet harian sebagai berikut:

  • Awal usaha (2020): ratusan ribu rupiah per hari.
  • Setelah membuka toko fisik: sekitar Rp2 juta per hari.
  • Tahun berikutnya: sekitar Rp2,5 juta per hari.
  • Periode berikutnya: sekitar Rp3 juta per hari.
  • Saat penelitian dilakukan pada 2026: rata-rata mencapai sekitar Rp3,5 juta per hari.

Selain peningkatan omzet, penelitian juga mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan, meningkatnya jumlah pesanan, bertambahnya tenaga kerja, serta perubahan skala usaha dari bisnis rumahan menjadi toko fisik. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan tidak hanya mampu menarik pelanggan baru, tetapi juga mempertahankan pelanggan lama melalui kualitas produk dan pelayanan yang konsisten.

Keempat Unsur 4P Saling Mendukung

Tim peneliti menjelaskan bahwa masing-masing unsur dalam bauran pemasaran memiliki kontribusi yang berbeda, tetapi saling memperkuat.

Strategi produk menghasilkan kepuasan pelanggan melalui kualitas, variasi menu, dan layanan custom order. Strategi harga membuat produk dapat dijangkau berbagai kelompok masyarakat tanpa mengurangi kualitas. Strategi tempat mempermudah konsumen memperoleh produk melalui lokasi yang mudah diakses. Sementara itu, strategi promosi memperluas jangkauan pasar melalui media sosial dan diperkuat oleh pelayanan yang mendorong promosi dari mulut ke mulut (word of mouth).

Menurut para penulis, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa UMKM tidak selalu membutuhkan anggaran pemasaran yang besar untuk berkembang. Yang lebih penting adalah kemampuan mengelola setiap unsur pemasaran secara konsisten dan saling terintegrasi sehingga mampu menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan.

Implikasi bagi Pelaku UMKM

Temuan penelitian ini memberikan pelajaran praktis bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner dan bakery.

Alih-alih hanya berfokus pada promosi, pelaku usaha perlu membangun strategi pemasaran yang menyeluruh. Produk berkualitas harus didukung harga yang sesuai dengan daya beli konsumen, lokasi atau saluran distribusi yang mudah dijangkau, serta promosi digital yang aktif dan pelayanan yang responsif.

Peneliti juga merekomendasikan agar Toko Kue Yonna terus memperkuat promosi digital melalui konten media sosial yang lebih konsisten dan terstruktur agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk penelitian selanjutnya, penulis menyarankan penggunaan ukuran kinerja penjualan secara kuantitatif guna melengkapi temuan kualitatif dalam studi ini.

Profil Singkat Penulis

Vera Agustina merupakan penulis korespondensi bersama Robi Santoso, Dina Nadiyah Faiqoh, dan Diki Angga Hendrawan. Keempatnya berasal dari Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Nahdlatul Ulama Lampung. Penelitian mereka berfokus pada strategi pemasaran, pengembangan UMKM, kewirausahaan, dan peningkatan daya saing usaha kecil melalui pendekatan bauran pemasaran (marketing mix). Artikel jurnal tidak mencantumkan gelar akademik masing-masing penulis sehingga informasi tersebut tidak disajikan dalam berita ini.

Sumber Penelitian

Judul artikel: Analysis of 4P Marketing Strategy at Yonna Cake Shop in Sukadana, East Lampung (Analisis Strategi Pemasaran 4P pada Toko Kue Yonna di Sukadana, Lampung Timur)

Penulis: Vera Agustina, Robi Santoso, Dina Nadiyah Faiqoh, Diki Angga Hendrawan

Jurnal: Indonesian Journal of Entrepreneurship & Startups (IJES)

Volume dan Nomor: Vol. 4 No. 2

Tahun Publikasi: 2026

DOI: 10.55927/ijes.v4i2.16962

Penerbit: Formosa Publisher.

URL : https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijes/index

Posting Komentar

0 Komentar