Penelitian berjudul “The Influence of Perceived Organizational Reputation and Job Satisfaction on Job Motivation among Educators in Tangerang” melihat bagaimana pandangan pendidik terhadap reputasi tempat mereka bekerja dapat memengaruhi motivasi kerja. Peneliti juga menguji apakah kepuasan kerja menjadi penghubung antara reputasi organisasi dan motivasi kerja.
Temuan ini penting karena pendidik bekerja dalam lingkungan yang menghadapi berbagai tuntutan. Selain mengajar dan mendampingi siswa, mereka berhadapan dengan kebutuhan administrasi, komunikasi dengan orang tua, serta ekspektasi masyarakat terhadap kualitas sekolah.
Reputasi sekolah bukan hanya soal citra
Dalam penelitian ini, Perceived Organizational Reputation (POR) atau persepsi terhadap reputasi organisasi merujuk pada penilaian pendidik mengenai bagaimana institusi mereka dipandang oleh pihak luar, seperti orang tua siswa dan masyarakat.
Reputasi yang baik dapat menciptakan rasa bangga terhadap institusi. Sebaliknya, reputasi yang buruk berpotensi menurunkan semangat dan kebanggaan pendidik terhadap tempat mereka bekerja.
Peneliti menjelaskan bahwa hubungan tersebut tidak hanya terjadi secara langsung. Ketika pendidik merasa bekerja di institusi yang dihormati dan memiliki citra positif, kondisi tersebut dapat meningkatkan job satisfaction atau kepuasan kerja. Kepuasan tersebut kemudian ikut mendorong motivasi kerja.
Konteks ini menjadi semakin relevan di sektor pendidikan. Data yang dikutip dalam artikel menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 3,47 juta pendidik pada tahun ajaran 2025/2026. Di Kota Tangerang, institusi pendidikan menengah kejuruan memiliki sekitar 2.324 guru di 120 sekolah yang melayani sekitar 45.810 siswa.
Melibatkan 125 pendidik di Tangerang
Karsten Asliasatya, Margareta, dan Christy Ayu Sarah Panjaitan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan antara reputasi organisasi, kepuasan kerja, dan motivasi kerja.
Kuesioner disebarkan kepada pendidik dan tenaga instruksional yang aktif di institusi pendidikan formal negeri maupun swasta tingkat dasar dan menengah di Kota Tangerang. Responden harus masih aktif bekerja dan memiliki masa kerja minimal enam bulan.
Sebanyak 132 kuesioner terkumpul. Setelah tujuh responden tidak memenuhi kriteria penelitian, sebanyak 125 responden digunakan dalam analisis. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.
Dari 125 responden, 51 persen merupakan guru, 34 persen bekerja di bidang bimbingan belajar, dan 15 persen merupakan dosen. Sebanyak 53,6 persen berstatus pegawai tetap dan 46,4 persen merupakan pekerja kontrak. Sebagian besar responden, yakni 81,6 persen, memiliki pendidikan sarjana.
Reputasi organisasi meningkatkan motivasi kerja
Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi terhadap reputasi organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Nilai koefisien pengaruhnya mencapai 0,602 dengan nilai p sebesar 0,000.
Artinya, semakin positif pendidik menilai reputasi institusinya, semakin kuat pula kecenderungan mereka untuk memiliki motivasi dalam menjalankan pekerjaan.
Reputasi organisasi juga terbukti berhubungan positif dengan kepuasan kerja. Pengaruhnya memiliki koefisien 0,618 dengan nilai p sebesar 0,000. Temuan tersebut menunjukkan bahwa bekerja di institusi yang dipandang memiliki reputasi baik dapat berkontribusi terhadap pengalaman kerja yang lebih memuaskan.
Selanjutnya, kepuasan kerja juga memberikan pengaruh positif terhadap motivasi kerja. Koefisiennya mencapai 0,398 dengan nilai p sebesar 0,004. Dengan kata lain, pendidik yang lebih puas terhadap pekerjaannya cenderung memiliki motivasi kerja yang lebih kuat.
Kepuasan kerja menjadi penghubung penting
Salah satu temuan utama penelitian adalah peran kepuasan kerja sebagai mediator.
Analisis menunjukkan pengaruh tidak langsung reputasi organisasi terhadap motivasi kerja melalui kepuasan kerja memiliki koefisien 0,246 dengan nilai p sebesar 0,009. Karena pengaruh langsung reputasi terhadap motivasi tetap signifikan, kepuasan kerja berperan sebagai mediator parsial.
Temuan tersebut berarti reputasi sekolah dapat meningkatkan motivasi pendidik melalui dua jalur. Pertama, reputasi yang positif secara langsung mendorong motivasi. Kedua, reputasi positif membuat pendidik merasa lebih puas terhadap pekerjaan, yang kemudian memperkuat motivasi mereka.
Menurut Karsten Asliasatya, Margareta, dan Christy Ayu Sarah Panjaitan dari Bunda Mulia University, reputasi institusi dapat menjadi sumber kebanggaan dan rasa memiliki bagi pendidik. Ketika sekolah dipandang positif oleh orang tua dan masyarakat, pendidik dapat merasa lebih bangga menjadi bagian dari institusi tersebut.
Implikasi bagi pengelolaan sekolah
Hasil penelitian memberikan pesan penting bagi manajemen sekolah. Reputasi institusi sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai persoalan pemasaran atau citra kepada calon siswa dan masyarakat. Reputasi juga dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan sumber daya manusia.
Peneliti merekomendasikan sekolah memperkuat komunikasi yang transparan dengan orang tua dan masyarakat mengenai prestasi akademik serta integritas institusi. Sekolah juga dapat memberikan penghargaan dan mempublikasikan pencapaian pendidik untuk memperkuat kebanggaan terhadap institusi.
Selain itu, dukungan profesional dan program pengembangan kompetensi bagi pendidik diperlukan agar mereka mampu menghadapi tuntutan pekerjaan, termasuk komunikasi dengan orang tua siswa.
Dengan demikian, membangun reputasi sekolah yang baik tidak hanya berpotensi meningkatkan kepercayaan masyarakat, tetapi juga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih memuaskan dan mendorong motivasi pendidik.
Keterbatasan penelitian
Penelitian ini berfokus pada pendidik di satu kota, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke seluruh wilayah Indonesia. Penelitian juga belum membedakan secara proporsional pengalaman tenaga pendidik berdasarkan status kepegawaian, seperti aparatur sipil negara, non-ASN, dan tenaga honorer.
Peneliti menyarankan penelitian berikutnya mencakup wilayah geografis yang lebih luas, membandingkan kelompok berdasarkan status pekerjaan, serta menggunakan wawancara mendalam untuk memahami bagaimana pendidik memaknai reputasi organisasi, kepuasan kerja, dan motivasi.
Profil Penulis
Karsten Asliasatya — Bunda Mulia University. Gelar dan bidang keahlian spesifik tidak dicantumkan dalam artikel.
Margareta — Bunda Mulia University. Bertindak sebagai corresponding author. Artikel mencantumkan alamat kontak akademik, tetapi tidak mencantumkan gelar dan bidang keahlian spesifik penulis.
Christy Ayu Sarah Panjaitan— Bunda Mulia University. Artikel mencantumkan gelar bidang keahlian spesifik tidak dijelaskan secara khusus dalam artikel.
Sumber Penelitian
Judul: The Influence of Perceived Organizational Reputation and Job Satisfaction on Job Motivation among Educators in Tangerang
Penulis: Karsten Asliasatya, Margareta, dan Christy Ayu Sarah Panjaitan
Afiliasi: Bunda Mulia University
Jurnal: International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS)
Volume: 4, Nomor 4
Tahun: 2026
Halaman: 371–382
DOI: https://doi.org/10.59890/ijefbs.v4i4.15
URL: https://journalijefbs.my.id/index.php/ijefbs
0 Komentar