iset terbaru dari dosen Perbanas Institute Jakarta, Diah Ernawati, mengungkap bahwa kualitas produk dan kualitas pelayanan menjadi kunci utama yang memicu minat beli konsumen di gerai Kopi Nako Summarecon Bekasi
Mengakomodasi Pergeseran Gaya Hidup Nongkrong dan Bekerja di Kedai Kopi
Maraknya bisnis kedai kopi saat ini dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat urban yang menjadikan coffee shop sebagai tempat bersosialisasi, bekerja, belajar, hingga membangun identitas diri
Kendati demikian, munculnya berbagai kompetitor baru di kawasan Kota Bekasi membuat manajemen harus memahami faktor mana yang paling tebal dampaknya dalam menarik minat beli konsumen
Metode Survei Kuantitatif pada Seratus Konsumen
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei
Ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus Roe Purba untuk populasi yang tidak diketahui secara pasti, sehingga diperoleh 100 responden
Temuan Utama: Rasa Kopi dan Layanan Ramah Jadi Penentu Utama
Hasil regresi linear berganda membuktikan bahwa dua dari tiga variabel independen yang diuji memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen, sedangkan satu variabel lainnya tidak berpengaruh
Berikut adalah rincian temuan penelitian
- Kualitas Produk Berpengaruh Positif dan Signifikan: Nilai signifikansi mencapai 0,001 (< 0,05) dengan t-hitung 3,535 > t-tabel 1,988
. Produk yang berkualitas tinggi, konsistensi cita rasa kopi, serta penyajian yang khas menjadi daya tarik utama yang mendorong minat beli warga . - Kualitas Pelayanan Berpengaruh Positif dan Signifikan: Nilai signifikansi tercatat 0,006 (< 0,05) dengan t-hitung 2,793 > t-tabel 1,988
. Kecepatan pelayanan, keramahan staf, ketepatan pesanan, dan penanganan keluhan yang baik secara nyata meningkatkan daya pikat kedai kopi ini . - Harga Tidak Berpengaruh terhadap Minat Beli: Nilai signifikansi berada di angka 0,351 (> 0,05) dengan t-hitung 0,936 < t-tabel 1,988
. Tinggi atau murahnya harga yang ditawarkan tidak menjadi penentu utama konsumen dalam menumbuhkan minat beli, selama rasa dan suasana yang didapatkan sepadan .
Implikasi Praktis bagi Pelaku Usaha dan Manajemen Kedai Kopi
Temuan ini membawa implikasi praktis yang jelas bagi dunia usaha kuliner, khususnya manajemen Kopi Nako Summarecon Bekasi
- Pengendalian Mutu Produk (Quality Control): Manajemen disarankan mengetatkan kontrol standar bahan baku agar cita rasa produk kopi dan non-kopi tetap segar dan konsisten di setiap cangkir
. - Digitalisasi dan Kecepatan Layanan: Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kedai kopi dapat menerapkan sistem pemesanan mandiri menggunakan pemindaian kode QR (QR Code scanning) di setiap meja
. Cara ini dapat memangkas antrean panjang di kasir sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat . - Inovasi Promosi dan Fasilitas: Meskipun harga tidak memengaruhi minat beli secara langsung, penawaran paket bundling atau promosi hari khusus (seperti promo hari Jumat atau hari libur) tetap berguna untuk menjaga keakraban pelanggan
. Kedai kopi juga dapat menyediakan area khusus acara dengan sistem batas minimum pemesanan (minimum order) .
"Ketika konsumen merasa cita rasa produk berkualitas tinggi dan pelayanan yang diterima memuaskan, nominal harga tidak lagi menjadi pertimbangan utama bagi mereka untuk berkunjung," catat Diah Ernawati dalam laporan penelitiannya
.
Profil Singkat Penulis
- Diah Ernawati, S.E., M.M. – Penulis tunggal dan dosen tetap di Perbanas Institute Jakarta
. Diah memiliki kepakaran di bidang manajemen pemasaran, perilaku konsumen, dan strategi bisnis kuliner .
Sumber Penelitian:
Judul Artikel: Determinants of Consumer Purchase Interest in "Kopi Nako Summarecon Bekasi"Jurnal: Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA)
Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 6, No. 7, Juli 2026)
DOI:
0 Komentar