Rahasia Daya Tarik Kopi Nako Summarecon Bekasi: Kualitas Produk dan Pelayanan Ungguli Faktor Harga


Ilustrasi by AI 

iset terbaru dari dosen Perbanas Institute Jakarta, Diah Ernawati, mengungkap bahwa kualitas produk dan kualitas pelayanan menjadi kunci utama yang memicu minat beli konsumen di gerai Kopi Nako Summarecon Bekasi. Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) volume 6 nomor 7 edisi Juli 2026 ini menunjukkan bahwa persepsi harga justru tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap ketertarikan warga untuk membeli. Temuan tersebut menjadi referensi penting bagi industri kuliner dan kedai kopi (coffee shop) dalam merancang strategi pemasaran berbasis pengalaman pelanggan (customer experience) di tengah persaingan bisnis yang kian ketat.

Mengakomodasi Pergeseran Gaya Hidup Nongkrong dan Bekerja di Kedai Kopi

Maraknya bisnis kedai kopi saat ini dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat urban yang menjadikan coffee shop sebagai tempat bersosialisasi, bekerja, belajar, hingga membangun identitas diri. Keberhasilan bisnis kuliner kopi tidak lagi hanya bertumpu pada jualan minuman semata, melainkan pada kemampuan memberikan pengalaman yang berkesan bagi pelanggan. Kopi Nako Summarecon Bekasi menjadi salah satu pemain industri yang berupaya merespons tren ini.

Kendati demikian, munculnya berbagai kompetitor baru di kawasan Kota Bekasi membuat manajemen harus memahami faktor mana yang paling tebal dampaknya dalam menarik minat beli konsumen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memetakan secara ilmiah sejauh mana elemen kualitas produk, kualitas pelayanan, dan penetapan harga mampu memengaruhi dorongan emosional serta niat beli pelanggan.

Metode Survei Kuantitatif pada Seratus Konsumen

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pengunjung Kopi Nako Summarecon Bekasi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan penggabungan teknik purposive sampling (sampling bertujuan berdasarkan kriteria kedai kopi populer di kalangan muda) dan accidental sampling (sampling kebetulan pada konsumen yang ditemui di lokasi).

Ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus Roe Purba untuk populasi yang tidak diketahui secara pasti, sehingga diperoleh 100 responden. Profil responden didominasi oleh kelompok perempuan sebesar 57% dan kelompok usia produktif 26–30 tahun sebesar 44%. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala pengukuran teruji. Seluruh instrumen dinyatakan valid (nilai loading factor > 0,5) dan reliabel (nilai Cronbach's Alpha > 0,7). Pengujian hipotesis dilakukan melalui analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 24 setelah lulus uji asumsi klasik.

Temuan Utama: Rasa Kopi dan Layanan Ramah Jadi Penentu Utama

Hasil regresi linear berganda membuktikan bahwa dua dari tiga variabel independen yang diuji memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen, sedangkan satu variabel lainnya tidak berpengaruh. Ketiga variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 70% variasi minat beli pelanggan ($R^2 = 0,700$).

Berikut adalah rincian temuan penelitian:

  • Kualitas Produk Berpengaruh Positif dan Signifikan: Nilai signifikansi mencapai 0,001 (< 0,05) dengan t-hitung 3,535 > t-tabel 1,988. Produk yang berkualitas tinggi, konsistensi cita rasa kopi, serta penyajian yang khas menjadi daya tarik utama yang mendorong minat beli warga.
  • Kualitas Pelayanan Berpengaruh Positif dan Signifikan: Nilai signifikansi tercatat 0,006 (< 0,05) dengan t-hitung 2,793 > t-tabel 1,988. Kecepatan pelayanan, keramahan staf, ketepatan pesanan, dan penanganan keluhan yang baik secara nyata meningkatkan daya pikat kedai kopi ini.
  • Harga Tidak Berpengaruh terhadap Minat Beli: Nilai signifikansi berada di angka 0,351 (> 0,05) dengan t-hitung 0,936 < t-tabel 1,988. Tinggi atau murahnya harga yang ditawarkan tidak menjadi penentu utama konsumen dalam menumbuhkan minat beli, selama rasa dan suasana yang didapatkan sepadan.

Implikasi Praktis bagi Pelaku Usaha dan Manajemen Kedai Kopi

Temuan ini membawa implikasi praktis yang jelas bagi dunia usaha kuliner, khususnya manajemen Kopi Nako Summarecon Bekasi. Peneliti memberikan beberapa rekomendasi operasional untuk memperkuat posisi pasar:

  • Pengendalian Mutu Produk (Quality Control): Manajemen disarankan mengetatkan kontrol standar bahan baku agar cita rasa produk kopi dan non-kopi tetap segar dan konsisten di setiap cangkir.
  • Digitalisasi dan Kecepatan Layanan: Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kedai kopi dapat menerapkan sistem pemesanan mandiri menggunakan pemindaian kode QR (QR Code scanning) di setiap meja. Cara ini dapat memangkas antrean panjang di kasir sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat.
  • Inovasi Promosi dan Fasilitas: Meskipun harga tidak memengaruhi minat beli secara langsung, penawaran paket bundling atau promosi hari khusus (seperti promo hari Jumat atau hari libur) tetap berguna untuk menjaga keakraban pelanggan. Kedai kopi juga dapat menyediakan area khusus acara dengan sistem batas minimum pemesanan (minimum order).

"Ketika konsumen merasa cita rasa produk berkualitas tinggi dan pelayanan yang diterima memuaskan, nominal harga tidak lagi menjadi pertimbangan utama bagi mereka untuk berkunjung," catat Diah Ernawati dalam laporan penelitiannya.

Profil Singkat Penulis

  • Diah Ernawati, S.E., M.M. – Penulis tunggal dan dosen tetap di Perbanas Institute Jakarta. Diah memiliki kepakaran di bidang manajemen pemasaran, perilaku konsumen, dan strategi bisnis kuliner.

Sumber Penelitian:

Judul Artikel: Determinants of Consumer Purchase Interest in "Kopi Nako Summarecon Bekasi"
Jurnal: Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA)
Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 6, No. 7, Juli 2026)
DOI: https://doi.org/10.55927/mudima.v6i7.109

Posting Komentar

0 Komentar