Akses Wisata Jadi Faktor Kunci yang Mendorong Kunjungan ke Sangkanika Edugarden

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jawa Barat - Kemudahan akses menuju destinasi wisata terbukti menjadi salah satu faktor penting yang mendorong jumlah kunjungan wisatawan. Temuan ini diperoleh Tahta Aunillah dan Wachdijono dari Fakultas Pertanian, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), melalui penelitian di Sangkanika Edugarden Agrowisata, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada April–Mei 2026. Studi terhadap 131 wisatawan menunjukkan bahwa aksesibilitas lokasi wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap kunjungan wisatawan, dengan nilai estimasi pengaruh 0,921 dan p-value bootstrap 0,001.

Temuan tersebut memberikan pesan penting bagi pengelola agrowisata: destinasi yang menarik belum tentu ramai dikunjungi jika wisatawan kesulitan mencapai lokasinya. Bagi Sangkanika Edugarden, persoalan akses menjadi semakin relevan karena destinasi ini menawarkan konsep wisata edukasi yang memadukan budidaya buah naga kuning, aktivitas memetik buah, kuliner lokal, serta pembelajaran pertanian organik.

Jumlah Pengunjung Sangkanika Edugarden Masih Berfluktuasi

Sangkanika Edugarden berada di Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan. Destinasi ini menjadi salah satu contoh agrowisata yang menggabungkan kegiatan pertanian dengan pengalaman wisata dan edukasi.

Namun, data kunjungan yang digunakan dalam penelitian menunjukkan adanya perubahan jumlah wisatawan dari bulan ke bulan. Pada Juni 2025 tercatat 729 pengunjung, kemudian turun menjadi 496 pada Juli. Jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 1.328 pada Agustus, turun menjadi 540 pada September, sedikit meningkat menjadi 548 pada Oktober, dan melonjak menjadi 1.488 pada November.

Fluktuasi tersebut menjadi perhatian karena keberlangsungan bisnis pariwisata sangat bergantung pada kemampuan destinasi mempertahankan dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Masalah akses kemudian muncul dalam survei awal yang dilakukan pada Januari 2026 terhadap 15 pengunjung. Wisatawan menyampaikan keluhan mengenai kelancaran akses menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Menurut peneliti, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena kesulitan mencapai lokasi dapat membuat wisatawan enggan berkunjung kembali.

Transportasi, Jalan, dan Parkir Ternyata Saling Terhubung

Pada awalnya, penelitian membedakan tiga aspek utama, yaitu moda transportasi, jaringan jalan, dan fasilitas parkir. Ketiganya kemudian diuji bersama dengan aksesibilitas lokasi dan jumlah kunjungan wisatawan.

Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat di antara ketiga aspek tersebut dengan aksesibilitas. Secara empiris, wisatawan cenderung memandang transportasi, kondisi jaringan jalan, dan fasilitas parkir sebagai bagian dari satu pengalaman yang sama, yaitu kemudahan mencapai destinasi.

Temuan tersebut membuat Aunillah dan Wachdijono melakukan re-konseptualisasi konstruk. Dalam bahasa sederhana, peneliti menyederhanakan model dengan menggabungkan moda transportasi, jaringan jalan, dan fasilitas parkir ke dalam satu konsep yang lebih luas, yaitu aksesibilitas lokasi wisata.

Setelah perubahan tersebut, model penelitian menjadi lebih sederhana dan dinilai sesuai dengan data empiris yang diperoleh dari wisatawan.

Penelitian Melibatkan 131 Wisatawan

Penelitian berlangsung di Sangkanika Edugarden Agrowisata pada April–Mei 2026. Sebanyak 131 wisatawan menjadi responden dan mengisi kuesioner menggunakan skala penilaian.

Data kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis AMOS dan metode Bootstrap. Secara sederhana, metode tersebut digunakan untuk melihat hubungan berbagai faktor secara bersamaan dan menguji seberapa kuat aksesibilitas berhubungan dengan kunjungan wisatawan.

Setelah model awal dievaluasi dan disesuaikan, peneliti menguji hubungan antara aksesibilitas lokasi wisata dan kunjungan wisatawan. Hasilnya menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan. Nilai estimasi pengaruh mencapai 0,921, dengan nilai estimasi terstandar 0,891 dan p-value Bootstrap 0,001.

Artinya, semakin baik akses wisatawan menuju suatu destinasi, semakin besar kecenderungan terjadinya kunjungan.

Kondisi Jalan Menjadi Perhatian Penting

Peneliti menempatkan konektivitas jalan sebagai salah satu faktor dominan dalam pembahasan. Jalan yang terhubung dengan baik dapat membantu memperpendek waktu perjalanan, mengurangi risiko keterlambatan, dan meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Sebaliknya, jalan yang sempit, rusak, atau sulit dilalui dapat menurunkan minat wisatawan untuk datang meskipun destinasi tersebut memiliki daya tarik yang kuat.

Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman wisatawan sebenarnya sudah dimulai sebelum mereka tiba di lokasi wisata. Perjalanan menuju destinasi menjadi bagian dari pengalaman keseluruhan.

Dengan demikian, pengelola destinasi tidak cukup hanya memperhatikan kualitas objek wisata. Kondisi jalan, pilihan transportasi, area parkir, hingga kemudahan wisatawan menemukan lokasi juga perlu diperhatikan secara bersamaan.

Rekomendasi untuk Pengelola dan Pemerintah Daerah

Hasil penelitian memberikan sejumlah rekomendasi praktis bagi pengembangan Sangkanika Edugarden dan destinasi agrowisata lainnya.

Pengelola disarankan meningkatkan fasilitas pendukung akses, termasuk menambah petunjuk arah, memperbaiki pengelolaan area parkir, dan meningkatkan kenyamanan perjalanan menuju lokasi. Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan mendukung pengembangan infrastruktur jalan dan transportasi menuju kawasan wisata agar mobilitas wisatawan menjadi lebih mudah dan aman.

Pendekatan tersebut penting karena aksesibilitas sebaiknya tidak dipandang sebagai kumpulan fasilitas yang berdiri sendiri. Jalan yang baik akan kurang optimal jika wisatawan tidak memiliki pilihan transportasi yang memadai. Begitu pula fasilitas parkir yang nyaman tidak banyak membantu jika perjalanan menuju destinasi sulit.

Karena itu, penelitian ini merekomendasikan pendekatan sistem aksesibilitas yang terintegrasi dalam pengembangan agrowisata. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan perjalanan sekaligus mendorong kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.

Temuan Membawa Perspektif Baru dalam Pengembangan Agrowisata

Salah satu kontribusi utama penelitian ini terletak pada cara peneliti melihat aksesibilitas wisata. Studi sebelumnya umumnya dapat memperlakukan transportasi, jaringan jalan, dan fasilitas parkir sebagai faktor yang terpisah.

Namun, hasil penelitian Aunillah dan Wachdijono menunjukkan bahwa ketiga aspek tersebut dapat dipahami sebagai dimensi yang membentuk satu konstruk aksesibilitas lokasi wisata. Dengan demikian, pengembangan akses tidak harus dilakukan secara terpisah, tetapi dapat dirancang sebagai satu sistem yang saling terhubung.

Bagi dunia usaha pariwisata, hasil ini dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas investasi. Pengelola tidak hanya perlu mempercantik destinasi, tetapi juga memastikan wisatawan dapat mencapai lokasi dengan mudah, aman, dan nyaman.

Bagi pemerintah daerah, temuan tersebut memperkuat pentingnya keterhubungan antara pembangunan infrastruktur dan pengembangan sektor pariwisata.

Penelitian Selanjutnya Perlu Melibatkan Lebih Banyak Faktor

Peneliti menyadari bahwa studi ini masih memiliki keterbatasan. Penelitian berikutnya disarankan melibatkan sedikitnya 250 responden dan menambahkan faktor lain, seperti kualitas layanan pariwisata, daya tarik destinasi, fasilitas wisata, citra destinasi, serta kepuasan wisatawan.

Dengan cakupan yang lebih luas, penelitian mendatang diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang menentukan keputusan wisatawan untuk berkunjung dan kembali ke sebuah destinasi.

Profil Penulis

Tahta Aunillah
Fakultas Pertanian, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ). Tahta Aunillah merupakan salah satu penulis artikel yang membahas aksesibilitas destinasi wisata dan kunjungan wisatawan.

Wachdijono
Fakultas Pertanian, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ). Wachdijono tercatat sebagai penulis korespondensi dalam artikel dan memiliki perhatian penelitian pada bidang yang berkaitan dengan agrowisata, aksesibilitas, serta analisis kuantitatif.

Sumber Penelitian

Judul artikel: Construct Reconceptualization of Tourism Accessibility: Integrating Transportation Modes, Road Networks, and Parking Facilities to Explain Tourist Visits
Penulis: Tahta Aunillah dan Wachdijono
Jurnal: Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR)
Volume: 5, No. 8
Tahun: 2026
Halaman: 1349–1364

Posting Komentar

0 Komentar