Pengaruh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, Upah Minimum dan Pendidikan di Kabupaten / Kota Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 - 2024

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Pendidikan Menjadi Kunci Utama Mengatasi Ketimpangan Kemiskinan di 38 Kabupaten dan Kota Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan oleh Erika Fitra Nur Aina dari Universitas Negeri Surabaya dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 7 Tahun 2026 menyoroti bahwa endidikan merupakan faktor yang paling dominan dan konsisten dalam meredam angka kemiskinan di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Latar Belakang Riset
Sebagai penyangga ekonomi terbesar kedua di Indonesia, Provinsi Jawa Timur menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan secara agregat. Namun, ketimpangan antarwilayah seperti daerah perkotaan industri dengan wilayah perdesaan serta kepulauan terutama Madura dan Tapal Kuda masih memperlihatkan jurang pemisah yang tajam. Fase 2020 hingga 2024 menjadi periode kritis pembangunan daerah karena mencakup guncangan akibat pandemi COVID-19 serta tantangan pemulihan ekonomi global. Tiga indikator utama ekonomi makro yang terus diperdebatkan efektivitasnya dalam menekan kemiskinan adalah:
  • Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): Mengukur seberapa besar penduduk usia kerja terlibat aktif secara ekonomi.
  • Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK): Instrumen jaminan penghasilan layak bagi pekerja.
  • Rata-Rata Lama Sekolah (RLS): Indikator modal manusia (human capital) yang mencerminkan kualitas serta keterampilan kerja.
Metodologi Sederhana
Riset ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif eksplanatori memanfaatkan data panel dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur. Data mengombinasikan deret waktu (time series) periode 2020–2024 serta data silang wilayah (cross-section) dari 38 kabupaten/kota, dengan total observasi mencapai 190 data. Melalui serangkaian uji statistik kuantitatif, analisis regresi Fixed Effect Model (FEM) terpilih sebagai model yang paling akurat untuk menguji pengaruh simultan maupun parsial.

Temuan Utama Penelitian
Secara kolektif, gabungan variabel TPAK, UMK, dan RLS terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tingkat kemiskinan. Sekitar 60% variasi angka kemiskinan di seluruh kabupaten/kota Jawa Timur ditentukan oleh ketiga faktor tersebut. Beberapa poin hasil temuan utama meliputi:
  • Pendidikan (RLS) Sebagai Variabel Terkuat: Pendidikan mencatatkan pengaruh negatif paling signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Peningkatan Rata-Rata Lama Sekolah secara langsung meningkatkan keterampilan teknis dan akses masyarakat terhadap pekerjaan berupah lebih baik.
  • Upah Minimum (UMK) Melindungi Pendapatan Pekerja: Kebijakan penyesuaian UMK terbukti bekerja sebagai jaring pengaman sosial yang efektif dalam meningkatkan daya beli rumah tangga pekerja formal dan informal.
  • Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurunkan Kemiskinan: Keterlibatan penduduk usia produktif dalam pasar kerja berkontribusi nyata menekan kemiskinan. Namun, efektivitas TPAK sangat tergantung pada kualitas lapangan kerja. Di wilayah pertanian atau sektor informal, TPAK tinggi masih berisiko menciptakan fenomena pekerja miskin (working poor).
  • Ketimpangan Antar-Kabupaten/Kota Masih Tinggi: Data menunjukkan Rata-Rata Lama Sekolah di Jawa Timur berada pada angka 8,22 tahun (setara kelas 8 SMP). Wilayah perkotaan seperti Surabaya dan Malang mencatatkan RLS di atas 11 tahun, sementara wilayah Madura dan pesisir utara masih terpuruk di kisaran 4,8 hingga 7,5 tahun.
Implikasi dan Dampak Kebijakan
Hasil temuan ini membawa implikasi strategis bagi pembuatan kebijakan publik dan dunia usaha. Untuk memutus siklus kemiskinan jangka panjang, perbaikan modal manusia melalui sektor pendidikan harus dijadikan prioritas utama. Pemerintah daerah diimbau tidak hanya menaikkan angka upah minimum, tetapi juga menciptakan ekosistem kerja berkualitas di daerah tertinggal. Kebijakan UMK yang seragam tanpa memperhitungkan produktivitas daerah berisiko memicu efisiensi tenaga kerja di sektor mikro. Sinergi antara dunia pendidikan, penyesuaian upah yang rasional, dan pembukaan lapangan kerja padat karya sangat dibutuhkan agar penanganan kemiskinan tidak berjalan lambat.

Profil Penulis
Erika Fitra Nur AinaUniversitas Negeri Surabaya (UNESA), Keahlian: Peneliti Bidang Ekonomi Pembangunan dan Ilmu Ekonomi

Sumber Penelitian
Erika Fitra Nur AinaThe Effect of Labor Force Participation Rate, Minimum Wage and Education in Regencies/Cities of East Java Province in 2020 - 2024. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5, No. 7 2026, Hal. 1537–1546.
DOI Resmi: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i7.79
URL Resmi Jurnal: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar