Ternate — Penerapan model pembelajaran Engineering Design Process (EDP) berbasis pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) menunjukkan hasil lebih baik dalam meningkatkan kemampuan Creative Problem Solving (CPS) dan literasi sains siswa pada materi pengetahuan lingkungan. Temuan tersebut dikemukakan Farmiwati Wambes, Abdu Mas’ud, dan Ilham Madjid dari Program Magister Pendidikan Biologi Pascasarjana Universitas Khairun. Penelitian berlangsung pada Januari 2026 di SMP Negeri 3 Kota Ternate dan membandingkan pembelajaran berbasis EDP-STEAM dengan pembelajaran EDP tanpa pendekatan STEAM.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggabungan EDP dan STEAM dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kuat bagi siswa ketika mempelajari persoalan lingkungan. Pendekatan tersebut tidak hanya mengarahkan siswa memahami materi biologi, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kreatif, menemukan solusi, serta menghubungkan pengetahuan dari berbagai bidang dalam menghadapi persoalan nyata.
STEAM menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, seni, dan matematika dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, inovatif, mampu berkomunikasi, serta bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan. Dalam penelitian Wambes, Mas’ud, dan Madjid, pendekatan tersebut dipadukan dengan EDP yang memberikan tahapan pembelajaran lebih terstruktur dalam proses mencari dan menguji solusi.
Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi pembelajaran biologi di SMP Negeri 3 Kota Ternate. Hasil wawancara yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka dan pendekatan STEAM telah dikenalkan kepada siswa. Namun, model EDP belum digunakan dalam pembelajaran, sementara kemampuan Creative Problem Solving belum diketahui secara khusus oleh para guru. Literasi sains sudah diterapkan, tetapi keberhasilan penerapannya belum diteliti secara khusus di sekolah tersebut. Kondisi inilah yang mendorong peneliti menguji penerapan EDP berbasis STEAM secara langsung.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Dua kelas VII dibandingkan, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model EDP berbasis STEAM dan kelas kontrol yang menggunakan model EDP tanpa pendekatan STEAM. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengukuran kemampuan siswa dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran sehingga perubahan kemampuan kedua kelompok dapat dibandingkan.
Penelitian dilaksanakan pada 13–24 Januari 2026. Kelas eksperimen terdiri atas 23 siswa, sedangkan kelas kontrol terdiri atas 22 siswa. Materi yang digunakan berfokus pada pengetahuan lingkungan. Kemampuan Creative Problem Solving dan literasi sains diukur melalui tes sebelum dan sesudah pembelajaran.
Perubahan kemampuan Creative Problem Solving terlihat cukup jelas. Pada kelas eksperimen, nilai rata-rata meningkat dari 37,54 pada pretest menjadi 76,81 pada posttest. Sementara itu, kelas kontrol mengalami peningkatan dari 32,18 menjadi 65,64. Dengan demikian, peningkatan pada kelas yang menggunakan EDP berbasis STEAM lebih tinggi dibandingkan kelas yang hanya menggunakan EDP.
Pola yang sama terlihat pada literasi sains. Nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 39,81 pada pretest menjadi 73,83 pada posttest. Pada kelas kontrol, nilai rata-rata meningkat dari 33,18 menjadi 63,45. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran EDP berbasis STEAM memperoleh hasil literasi sains lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran EDP tanpa pendekatan STEAM.
Analisis statistik dalam penelitian juga mendukung temuan tersebut. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan tingkat signifikansi kurang dari 0,05, yaitu 0,000. Penulis menyimpulkan bahwa model EDP dengan pendekatan STEAM berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah kreatif dan literasi sains biologi siswa pada materi pengetahuan lingkungan. Pengaruh pada kelas eksperimen dinilai lebih signifikan dibandingkan pembelajaran pada kelas kontrol.
Menurut Wambes, Mas’ud, dan Madjid, keterkaitan EDP dan STEAM memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui proses pembelajaran yang terstruktur. EDP dalam penelitian tersebut menggunakan tahapan define, learn, plan, try, test, dan decide, sehingga siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat dalam proses memahami masalah, merancang solusi, mencoba, menguji, dan menentukan hasil yang dianggap tepat.
Temuan ini memberikan gambaran bahwa pembelajaran biologi dapat diarahkan lebih dekat dengan persoalan kehidupan nyata. Bagi dunia pendidikan, penerapan EDP berbasis STEAM berpotensi membantu guru menciptakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan menggunakan pengetahuan sains.
Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas karena penelitian hanya dilakukan di satu sekolah dan berfokus pada materi pengetahuan lingkungan. Efektivitas model tersebut pada materi biologi lain, seperti sistem organ, genetika, dan keanekaragaman hayati, masih perlu diuji. Keberhasilan penerapannya juga dipengaruhi kesiapan guru, ketersediaan sarana dan prasarana, serta partisipasi aktif siswa.
Profil Penulis
Farmiwati Wambes — Program Magister Pendidikan Biologi Pascasarjana, Universitas Khairun.
Abdu Mas’ud — Program Magister Pendidikan Biologi Pascasarjana, Universitas Khairun.
Ilham Madjid — Program Magister Pendidikan Biologi Pascasarjana, Universitas Khairun.
Sumber Penelitian
Judul: The Effect of the EDP Learning Model Based on the STEAM Approach to Stimulate Students' CPS Skills and Biological Science Literacy on Environmental Knowledge Materials at State Middle School 3 Ternate City
Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5, No. 7, 2026, hlm. 3089–3100.
DOI: 10.55927/eajmr.v5i7.208
Link DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i7.208
Link Jurnal: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr
0 Komentar