Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Jalur Cepat: Integrasi Alat Google dan Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan KSP

Gambar Ilustrasi AI


FORMOSA NEWS - Medan - AI dan Google Tools Pangkas Waktu Penyusunan Kurikulum Sekolah hingga 70 Persen. Temuan ini diungkap oleh Kamila Harahap dari Universitas Negeri Medan dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Penelitian ini menyoroti bahwa persoalan klasik dunia pendidikan Indonesia: kurikulum sekolah yang sering bersifat generik, hasil salin-tempel, dan kurang mencerminkan kondisi nyata sekolah. Melalui inovasi yang disebut KSP Fast Track.

Penelitian yang dilakukan oleh Kamila Harahap dari Universitas Negeri Medan menyoroti meningkatkan kualitas dan keaslian dokumen kurikulum sekolah.

Beban Administrasi dan Fenomena “Copy-Paste” Kurikulum

Dalam praktiknya, banyak kepala sekolah dan guru menghadapi tekanan administratif yang tinggi saat menyusun KSP. Kompleksitas dokumen, keterbatasan waktu, serta minimnya pendampingan intensif sering berujung pada jalan pintas: menyalin kurikulum dari sekolah lain tanpa penyesuaian konteks.

Berdasarkan survei terhadap 15 kepala sekolah, penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar KSP yang disusun tidak benar-benar merefleksikan profil peserta didik, laporan pendidikan sekolah, maupun kondisi lokal. Akibatnya, kurikulum hanya menjadi dokumen formal tanpa dampak nyata pada proses pembelajaran.

“Dalam kondisi seperti ini, kurikulum kehilangan maknanya sebagai panduan pembelajaran yang hidup,” tulis Kamila Harahap dalam artikelnya.

KSP Fast Track: Kurikulum Disusun Lebih Cepat dan Lebih Autentik

Untuk menjawab persoalan tersebut, peneliti merancang KSP Fast Track, sebuah model pendampingan penyusunan kurikulum berbasis ekosistem digital Google Workspace dan AI. Model ini mengubah cara kerja pengawas sekolah dari sekadar pemeriksa administrasi menjadi pendamping substantif.

Pendekatan ini dibangun melalui tiga komponen utama. Pertama, Google Classroom difungsikan sebagai digital command center yang menampung seluruh panduan kurikulum, format baku, instrumen supervisi, dan bahan pembelajaran. Dengan sistem ini, sekolah tidak lagi mengandalkan dokumen dari sumber tidak jelas.

Kedua, Gemini AI digunakan untuk membantu analisis otomatis data laporan pendidikan sekolah. AI memberikan rekomendasi penyusunan KSP, mengecek kelengkapan struktur dokumen, sekaligus meminimalkan praktik duplikasi atau plagiarisme.

Ketiga, proses pendampingan dilakukan secara real-time melalui Google Meet, sehingga diskusi antara pengawas dan kepala sekolah dapat langsung fokus pada substansi kurikulum, bukan sekadar perbaikan format dokumen.

Waktu Lebih Singkat, Kualitas Lebih Baik

Hasil penelitian menunjukkan dampak yang signifikan. Setelah penerapan KSP Fast Track, waktu penyusunan dan validasi KSP turun rata-rata hingga 70 persen. Jika sebelumnya sekolah membutuhkan waktu lebih dari satu bulan, kini kurikulum dapat diselesaikan dalam hitungan minggu.

Lebih dari sekadar efisiensi waktu, kualitas KSP juga mengalami peningkatan. Dokumen kurikulum yang dihasilkan dinilai lebih autentik, berbasis data sekolah, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Kepala sekolah yang terlibat dalam program ini menyatakan merasa lebih percaya diri karena kurikulum yang disusun benar-benar mencerminkan kondisi sekolah mereka.

Skor refleksi kepala sekolah pasca penerapan KSP Fast Track menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek efektivitas waktu, pemanfaatan teknologi, dan penghematan energi kerja.

Dampak bagi Dunia Pendidikan

Temuan ini memiliki implikasi luas bagi sistem pendidikan Indonesia. Di tengah dorongan transformasi digital dan implementasi kurikulum nasional, KSP Fast Track menawarkan solusi praktis yang bisa diterapkan di berbagai daerah.

Bagi sekolah, model ini membantu mengurangi beban kerja administratif. Bagi guru, waktu yang biasanya tersita untuk dokumen dapat dialihkan ke perencanaan dan interaksi pembelajaran. Sementara bagi pembuat kebijakan, penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI di bidang administrasi pendidikan bukan sekadar wacana, melainkan solusi nyata.

Penelitian ini juga membuka peluang riset lanjutan, termasuk pengembangan model AI yang lebih personal untuk perencanaan pembelajaran serta studi dampak kurikulum autentik terhadap hasil belajar siswa.

Profil Penulis

Kamila Harahap, S.Pd. Dosen pendidikan di Universitas Negeri Medan. 
Bidang keahlian: manajemen pendidikan, pengawasan sekolah, dan inovasi kurikulum berbasis teknologi digital.

Sumber Penelitian

Kamila Harahap School Curriculum (KSP) Fast Track: Integration of Google Tools and Artificial Intelligence in KSP Development. Asian Journal of Management Analytics (AJMA) Vol. 5 No. 1, hlm. 93-100. 2026
DOI prefik: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i1.15968
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma

Posting Komentar

0 Komentar