Tim peneliti yang terdiri dari Muhammad Sholeh Hasan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Hasbullah Diman, Abdul Hakim, dan Bagus Aji Handriyan dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama R.I., serta Sofwatun Nada dari Universitas Islam 45 Bekasi, mempublikasikan studi komprehensif pada Juli 2026 mengenai metodologi interpretasi Al-Qur'an berbasis maqasid karya Muhammad al-Tahir Ibnu Asyur
Latar belakang studi ini berakar dari tantangan era modern di mana pendekatan tafsir klasik yang bersifat atomistik atau terlalu tekstual seringkali kesulitan menjelaskan relevansi normatif Al-Qur'an terhadap isu-isu kontemporer seperti sains, teknologi, globalisasi, dan pluralitas budaya
Untuk membedah sistem pemikiran tersebut, para peneliti menggunakan pendekatan kualitatif tekstual-hermeneutik dengan menelaah dua karya utama Ibnu Asyur, yakni al-Tahrir wa al-Tanwir dan Maqasid al-Shari'ah al-Islamiyyah
Berdasarkan hasil analisis mendalam, penelitian ini mengidentifikasi lima komponen utama dalam bangunan metodologi tafsir Ibnu Asyur
- Delapan maqasid Al-Qur'an ditetapkan sebagai orientasi utama yang menyeluruh dalam memahami teks
. - Penalaran induktif (istiqra') digunakan untuk menemukan pola-pola universal di dalam ayat-ayat Al-Qur'an
. - Analisis tekstual-bayani diterapkan untuk memastikan ketepatan linguistik, tata bahasa, dan konteks komunikasi retoris
. - Sunnah mutawatir difungsikan sebagai instrumen validasi epistemik untuk memperkuat keabsahan pemahaman makna
. - Konsep maqasid ditempatkan sebagai sumber utama otoritas interpretatif guna menyaring makna yang paling selaras dengan nilai keadilan dan kemaslahatan
.
Temuan ini memberikan implikasi praktis yang luas bagi dunia pendidikan Islam, pengembangan ilmu sosial, dan perumusan kebijakan publik. Para peneliti menegaskan bahwa "rekonseptualisasi maqasid tidak hanya berfungsi sebagai tujuan hukum Islam, melainkan sebagai kerangka hermeneutik dan epistemologis yang komprehensif untuk menafsirkan Al-Qur'an"
Profil Singkat Penulis
- Muhammad Sholeh Hasan – Peneliti dan akademisi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia
. - Hasbullah Diman – Peneliti di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Kementerian Agama R.I, Jakarta, Indonesia
. - Sofwatun Nada – Peneliti dan akademisi di Universitas Islam 45, Bekasi, Indonesia
. - Abdul Hakim – Peneliti di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Kementerian Agama R.I, Jakarta, Indonesia
. - Bagus Aji Handriyan – Peneliti di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Kementerian Agama R.I, Jakarta, Indonesia
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Ibn Ashur's Maqasid-Based Methodology of Qur'anic Interpretation: A Hermeneutic and Epistemological Analysis
- Nama Jurnal: International Journal of Education and Life Sciences (IJELS)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI/URL:
https://doi.org/10.59890/ijels.v4i7.53
0 Komentar