Media Bergambar Berbasis UDL Berhasil Tingkatkan Kemampuan Membaca Siswa Lamban Belajar di SD

Ilustrasi by AI

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Cristin Laminggu dan Rendy Roos Handoyo dari Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2026 mengungkapkan bahwa penggunaan media teks bergambar berbasis Universal Design for Learning (UDL) efektif meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada siswa slow learner (lamban belajar) di sekolah dasar. Hasil temuan ini sangat penting untuk mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa dengan hambatan kognitif ringan.

Latar Belakang Masalah

Kemampuan membaca pemahaman merupakan fondasi utama yang menentukan kesuksesan akademik siswa sekolah dasar di berbagai mata pelajaran. Kendati demikian, siswa slow learner sering kali menghadapi hambatan besar dalam mengenali ide pokok, menghubungkan antar-kalimat, serta merangkum isi teks bacaan. Kesulitan tersebut berdampak negatif terhadap motivasi, keaktifan, dan rasa percaya diri mereka di kelas. Di SD Negeri 2 Sababilah, metode pembelajaran konvensional berbasis ceramah terbukti belum mampu mengakomodasi kebutuhan khusus siswa slow learner, sehingga diperlukan terobosan media visual yang lebih adaptif.

Metode Penelitian

Studi ini menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) yang dirancang dalam dua siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 2 Sababilah dengan melibatkan dua siswa slow learner sebagai subjek utama. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes membaca pemahaman, yang kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

Temuan Utama Penelitian

Penerapan media teks bergambar berbasis UDL terbukti mendongkrak kualitas proses belajar dan hasil akademik siswa secara signifikan:

  • Aktivitas guru meningkat dari kisaran 67,50%–75,00% pada Siklus I menjadi 85,00%–92,50% pada Siklus II.
  • Keaktifan siswa meningkat dari rentang 64,28%–71,42% menjadi 85,71%–92,85%.
  • Nilai tes pemahaman membaca Siswa S melonjak dari 62,50 (pra-siklus) menjadi 71,87 pada Siklus I, dan mencapai 87,50 pada Siklus II.
  • Nilai tes pemahaman membaca Siswa T meningkat dari 53,12 (pra-siklus) menjadi 65,62 pada Siklus I, dan mencapai 78,12 pada Siklus II.

Implikasi dan Dampak Praktis

Integrasi prinsip-prinsip UDL—seperti representasi visual berlapis, dukungan interaksi sebaya, serta fleksibilitas cara siswa mengekspresikan pemahaman—berhasil menciptakan suasana belajar yang inklusif. Cristin Laminggu dan Rendy Roos Handoyo dari Universitas Negeri Yogyakarta menegaskan bahwa inovasi ini memberikan alternatif praktis bagi para guru untuk merancang pembelajaran yang ramah anak lamban belajar. Pendekatan ini tidak hanya membantu siswa memahami teks secara literal, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, inferensial, dan evaluatif mereka di kelas.

Profil Singkat Penulis

  • Cristin Laminggu – Peneliti dan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.
  • Rendy Roos Handoyo – Dosen dan peneliti di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: Improving Reading Comprehension Skills Through UDL-Based Illustrated Text Media in Slow Learner Students
  • Nama Jurnal: International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4, No. 7, Juli 2026
  • DOI/URL: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i7.55

Posting Komentar

0 Komentar