Praktik klaim ramah lingkungan
yang menyesatkan atau greenwashing berisiko merusak nilai perusahaan dan
kinerja keuangan jangka panjang. Tim peneliti yang terdiri dari Jonnardi dari
Universitas Tarumanagara bersama Dessy Adelin, Laela Lanjarsih, dan Primadonna
Ratna Mutumanikam dari Perbanas Institute Jakarta mempublikasikan kajian ini
pada tahun 2026 untuk memetakan dampak ekonomi dari manipulasi informasi
keberlanjutan korporasi. Studi ini penting karena meningkatnya investasi
berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and
Governance/ESG) membuat transparansi laporan perusahaan menjadi penentu
utama kepercayaan investor dan konsumen.
Tuntutan publik terhadap praktik
bisnis berkelanjutan mendorong banyak korporasi berlomba-lomba menampakkan
citra hijau. Namun, tidak sedikit perusahaan yang hanya melakukan klaim
simbolis tanpa aksi nyata untuk menghemat biaya operasional. Ketidakseimbangan
antara klaim publik dan kinerja lingkungan riil ini memicu ketidakpastian
informasi di pasar modal.
Para peneliti menggunakan metode Systematic
Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel ilmiah
bereputasi dari basis data internasional seperti Scopus, Web of Science,
ScienceDirect, SpringerLink, dan Emerald Insight. Melalui tahapan identifikasi,
penyaringan, dan sintesis naratif, tim peneliti menganalisis pola hubungan
antara greenwashing, nilai perusahaan, serta kinerja keuangan di
berbagai sektor industri.
Hasil penelusuran literatur
menunjukkan dua fase dampak praktik greenwashing terhadap korporasi:
- Dampak Jangka Pendek: Klaim ramah lingkungan
dapat memberikan keuntungan sementara berupa peningkatan citra perusahaan,
respons positif pasar, kenaikan harga saham, serta daya tarik bagi
konsumen yang peduli lingkungan.
- Dampak Jangka Panjang: Ketika kebohongan
atau ketidaksesuaian klaim terungkap ke publik, kepercayaan investor dan
loyalitas konsumen merosot tajam. Kondisi ini memicu penurunan harga
saham, penalti regulasi, biaya hukum, hingga peningkatkan risiko
investasi.
Penelitian ini menegaskan bahwa
legitimasi bisnis yang dibangun di atas informasi yang tidak akurat sangat
rapuh. Risiko negatif yang muncul saat greenwashing terbongkar jauh
lebih besar daripada keuntungan reputasi jangka pendek yang diperoleh
perusahaan.
Implikasi dari temuan ini sangat
krusial bagi berbagai pemangku kepentingan. Bagi masyarakat dan konsumen, hasil
studi ini meningkatkan kewaspadaan terhadap klaim produk yang bernuansa greenwashing.
Bagi regulator, temuan ini memperkuat urgensi pengetatan standar pelaporan
keberlanjutan dan pengawasan yang lebih ketat guna mencegah penipuan publik.
Bagi dunia usaha dan manajemen, penelitian ini menjadi peringatan bahwa
strategi keberlanjutan yang autentik dan transparan adalah satu-satunya jalan
untuk menciptakan nilai perusahaan yang berkelanjutan.
"Perusahaan perlu menyadari
bahwa kepercayaan investor dan publik tidak dapat dibangun hanya melalui
komunikasi pemasaran yang manis, melainkan lewat implementasi nyata praktik
bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan," tegas Jonnardi dan tim
peneliti dari Universitas Tarumanagara dan Perbanas Institute.
Profil Penulis
- Jonnardi, S.E., M.Si., Ak., CA. – Dosen dan
peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara.
Berkeahlian di bidang Akuntansi Keuangan, Tata Kelola Perusahaan, dan
Pelaporan Keberlanjutan.
- Dessy Adelin, S.E., M.Si. – Dosen dan
akademisi di Perbanas Institute Jakarta. Ahli dalam bidang Akuntansi
Keuangan dan Kinerja Keuangan Perusahaan.
- Laela Lanjarsih, S.E., M.Si. – Pengajar dan
peneliti di Perbanas Institute Jakarta dengan fokus keahlian pada
Manajemen Keuangan dan Isu ESG.
- Primadonna Ratna Mutumanikam, S.E., M.Si. –
Peneliti dan akademisi di Perbanas Institute Jakarta yang berfokus pada
Pasar Modal dan Keberlanjutan Bisnis.
Sumber Penelitian:
Jonnardi, Adelin, D., Lanjarsih, L., & Mutumanikam, P. R. (2026).
Greenwashing and Corporate Value: A Systematic Literature Review of its Impact
On Financial Performance. International Journal of Applied Economics,
Accounting and Management (IJAEAM), 4(3), 269–282.
- DOI: https://doi.org/10.59890/ijaeam.v4i3.197
- URL Resmi: https://mrymultitechpublisher.my.id/index.php/ijaeam/index
0 Komentar