Kunci Peningkatan Minat Asuransi Syariah: Peran Literasi, Religiusitas, Kepercayaan, dan Sikap Konsumen

Ilustrasi by AI

Industri asuransi syariah di Indonesia menghadapi tantangan besar terkait rendahnya penetrasi pasar meskipun kesadaran masyarakat terhadap produk berbasis syariah tergolong tinggi. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Alan Rizki Putra dan Viniyati Maftuchach dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta pada bulan Juli 2026 mengungkapkan bahwa minat beli masyarakat terhadap produk asuransi syariah sangat dipengaruhi oleh literasi keuangan syariah, tingkat religiusitas, dan kepercayaan publik, dengan sikap konsumen sebagai faktor mediasi yang memegang peranan kunci. Temuan ini penting untuk menjembatani jurang pemisah antara tingginya kesadaran dan rendahnya adopsi nyata di tengah masyarakat.

Meskipun aset asuransi syariah secara nasional menunjukkan tren peningkatan, pangsa pasarnya masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan sektor perbankan syariah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pangsa pasar asuransi syariah nasional baru mencapai 7,2% dari total industri asuransi. Survei awal yang dilakukan oleh para penulis di kawasan Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, menunjukkan fenomena serupa: sebanyak 73,3% responden mengenal istilah asuransi syariah, namun hanya 13,3% yang pernah membeli polisnya. Kendala utamanya adalah keraguan terhadap transparansi institusi dan minimnya pemahaman operasional produk.

Untuk mengkaji fenomena ini, penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif kausal-eksplanatif dengan melibatkan 100 responden dari kalangan warga Muslim perkotaan di RW 03, Manggarai Selatan, Jakarta Selatan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin melalui formulir cetak dan daring, yang kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS.

Hasil analisis statistik membuktikan bahwa literasi keuangan syariah, religiusitas, dan kepercayaan masyarakat memberikan pengaruh positif serta signifikan terhadap sikap konsumen maupun minat beli. Model struktural menunjukkan nilai koefisien determinasi ($R^2$) sebesar 52,0% untuk variabel sikap konsumen dan 68,9% untuk variabel minat beli.

Beberapa temuan utama dari penelitian ini meliputi:

  • Literasi keuangan syariah memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap minat beli (koefisien jalur 0,351) dan menjadi pendorong terkuat pada pembentukan sikap konsumen (koefisien jalur 0,442).
  • Religiusitas terbukti memiliki pengaruh positif langsung terhadap minat beli (0,151) dan sikap konsumen (0,356), yang sekaligus memperkuat pandangan bahwa nilai-nilai keagamaan mendorong preferensi terhadap produk keuangan syariah.
  • Kepercayaan publik terhadap integritas dan kredibilitas lembaga pengelola turut memberikan pengaruh signifikan terhadap minat beli (0,142) dan sikap konsumen (0,327).
  • Sikap konsumen terbukti bertindak sebagai mediator parsial yang sangat kuat dalam menghubungkan literasi, religiusitas, dan kepercayaan terhadap minat beli, dengan pengaruh langsung sikap terhadap minat beli mencapai 0,462.

Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa penyedia layanan asuransi syariah, regulator, serta asosiasi industri perlu mengubah strategi komunikasi mereka. Alih-alih langsung menargetkan transaksi penjualan, strategi pemasaran dan edukasi harus difokuskan pada upaya membangun evaluasi dan sikap positif konsumen melalui peningkatan transparansi pengelolaan dana serta edukasi mekanisme produk yang transparan.

“Penyedia layanan asuransi syariah dan regulator perlu memperkuat kolaborasi untuk memperluas edukasi literasi keuangan syariah, memperkuat praktik institusi yang transparan, serta merancang komunikasi yang selaras dengan nilai keagamaan guna membentuk sikap konsumen yang favorable,” ungkap Alan Rizki Putra dan Viniyati Maftuchach dalam studinya.

Profil Penulis:

  • Alan Rizki Putra: Peneliti di bidang manajemen dan keuangan syariah, Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta.
  • Viniyati Maftuchach: Peneliti dan akademisi di bidang ilmu sosial dan manajemen, Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel Jurnal: Islamic Financial Literacy, Religiosity, and Public Trust on Purchase Intention toward Sharia Insurance Products: The Mediating Role of Consumer Attitude
  • Nama Jurnal: International Journal of Management Analytics (IJMA)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.36

Posting Komentar

0 Komentar