Kunci Kinerja Adaptif Karyawan PLN Nusantara Power: Peran Keterampilan Interpersonal dan Iklim Etika

Ilustrasi by AI

Antara bulan Desember 2025 hingga Juli 2026, tim peneliti dari Universitas Negeri Jakarta yang terdiri dari Dewi Susita, Christian Wiradendi Wolor, Puji Wahono, Corry Yohanna, Tutty Sariwulan, dan Bunga Shafira Darmawanti melakukan kajian mendalam mengenai faktor penentu kinerja adaptif pegawai di PT PLN Nusantara Power MRO Unit. Penelitian ini memegang peranan krusial di tengah pesatnya transformasi digital dan transisi energi, di mana perusahaan penyedia kelistrikan dituntut untuk memiliki sumber daya manusia yang lincah, tangguh, dan mampu merespons perubahan organisasi secara optimal.

Seiring dengan meningkatnya jumlah pegawai dari 68 orang pada 2023 menjadi 111 orang pada 2025, tantangan operasional di perusahaan ini semakin kompleks. Berdasarkan hasil survei awal, kesiapan mental karyawan dalam menghadapi perubahan organisasi masih memerlukan perhatian khusus agar target transformasi perusahaan dapat tercapai tanpa hambatan berarti.

Untuk mengupas persoalan ini, penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain lintas bagian (cross-sectional). Sebanyak 126 responden dari total 187 pegawai yang tersebar di 19 divisi berpartisipasi dalam pengumpulan data yang dilakukan secara daring melalui kuesioner terstruktur. Analisis data kemudian dijalankan menggunakan teknik pemodelan persamaan struktural berbasis varian untuk mengukur hubungan kausal antarvariabel.

Berdasarkan analisis data yang dilakukan, berikut adalah temuan utama dari penelitian ini:

  • Iklim etika di tempat kerja terbukti memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kesiapan karyawan dalam menghadapi perubahan.
  • Keterampilan interpersonal memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap pencapaian kinerja adaptif pegawai.
  • Sebagian besar responden mencatatkan skor rata-rata yang sangat tinggi pada aspek keterampilan interpersonal, sikap kerja, iklim etika, serta kesiapan dalam menghadapi transformasi organisasi.

Implikasi dari temuan ini sangat penting bagi dunia korporasi dan manajemen sumber daya manusia. Menurut para peneliti dari Universitas Negeri Jakarta, manajemen PT PLN Nusantara Power MRO Unit dianjurkan untuk memperkuat program pelatihan komunikasi, merawat lingkungan kerja yang etis dan transparan, serta memberikan dukungan penuh terhadap kesiapan mental karyawan. Secara teoretis, studi ini memperkuat relevansi Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory) dan Teori Kemampuan-Motivasi-Peluang (Ability-Motivation-Opportunity Theory) dalam menjelaskan dinamika perilaku kerja modern.

Profil Penulis

Penelitian ini disusun oleh tim akademisi dan pakar manajemen sumber daya manusia dari Universitas Negeri Jakarta, yang beranggotakan:

  • Dewi Susita
  • Christian Wiradendi Wolor
  • Puji Wahono
  • Corry Yohanna
  • Tutty Sariwulan
  • Bunga Shafira Darmawanti

Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar