Google Sites Interaktif Tingkatkan Hasil Belajar dan Motivasi Siswa pada Materi Gelombang Cahaya

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Makassar - Media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites terbukti membantu siswa memahami materi gelombang cahaya sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Temuan ini berasal dari penelitian Halwiah, Subaer, dan Khaeruddin dari Universitas Negeri Makassar yang dikembangkan dan diuji pada pembelajaran fisika di UPT SMA Negeri 11 Pinrang pada 2026. Hasilnya menunjukkan media tersebut memperoleh tingkat kelayakan 97,31 persen, ketuntasan belajar mencapai 96,77 persen, dan motivasi siswa meningkat 18,72 persen.

Materi gelombang cahaya termasuk bagian fisika yang kerap sulit dipahami siswa karena banyak konsepnya tidak dapat diamati secara langsung. Fenomena seperti interferensi, difraksi, dispersi, dan polarisasi membutuhkan kemampuan visualisasi yang kuat. Dalam pembelajaran konvensional, penjelasan berbasis teks atau gambar statis sering kali belum cukup untuk menggambarkan bagaimana fenomena tersebut berlangsung.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan materi fisika dalam bentuk yang lebih visual dan interaktif. Google Sites menjadi salah satu pilihan karena memungkinkan teks, video, simulasi, dan berbagai sumber pembelajaran ditempatkan dalam satu laman yang dapat diakses melalui komputer maupun perangkat seluler.

Dikembangkan melalui lima tahap

Halwiah, Subaer, dan Khaeruddin mengembangkan media tersebut menggunakan pendekatan Research and Development dengan model ADDIE. Model ini terdiri atas lima tahap, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengembangan serta pengujian lapangan dilakukan di UPT SMA Negeri 11 Pinrang.

Pada tahap analisis, peneliti mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran melalui kuesioner siswa, wawancara dengan guru fisika, dan analisis kurikulum. Tahap desain kemudian digunakan untuk menyusun struktur situs, tampilan antarmuka, video pembelajaran, simulasi interaktif HTML5 PhET, serta instrumen evaluasi.

Media selanjutnya dibangun menggunakan Google Sites dan diperiksa oleh para ahli. Setelah direvisi, media diuji dalam kelompok kecil sebelum diterapkan dalam pembelajaran fisika di kelas. Pada tahap implementasi, media digunakan dengan dukungan fasilitas digital sekolah seperti Wi-Fi, LCD proyektor, dan smartboard.

Sebanyak 31 siswa kelas XII terlibat dalam pengujian, bersama seorang guru fisika. Tiga validator dari Universitas Negeri Makassar—dua ahli materi dan satu ahli media —juga memberikan penilaian terhadap produk yang dikembangkan.

Kelayakan media mencapai 97,31 persen

Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak. Penilaian ahli materi mencapai 96,28 persen, sedangkan ahli media memberikan nilai 98,33 persen. Rata-rata keduanya mencapai 97,31 persen.

Peneliti juga memperoleh indeks validitas isi Gregory sebesar 1,00, yang menunjukkan kesepakatan penuh para validator terhadap aspek-aspek yang dinilai. Hasil ini memperkuat bahwa materi, desain, navigasi, serta integrasi multimedia dalam media telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Hampir seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar

Dampak media terlihat pada hasil belajar siswa. Dari 31 siswa yang mengikuti pembelajaran, 30 siswa atau 96,77 persen mencapai ketuntasan belajar, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 85,87.

Distribusi hasil belajar juga menunjukkan tidak ada siswa yang masuk kategori rendah. Sebanyak 63,33 persen siswa berada dalam kategori baik dan 36,67 persen berada dalam kategori sangat baik. Menurut hasil penelitian, capaian tersebut menunjukkan bahwa manfaat media tidak hanya dirasakan oleh siswa berprestasi tinggi, tetapi tersebar pada seluruh kelompok kemampuan di kelas.
Bagi pembelajaran fisika, hasil tersebut penting karena media digital dapat memberikan representasi yang lebih konkret terhadap fenomena yang sulit diamati secara langsung. Simulasi dan elemen visual memungkinkan siswa melihat konsep yang sebelumnya hanya dijelaskan melalui teori.

Motivasi belajar meningkat 18,72 persen

Tidak hanya hasil akademik yang meningkat. Motivasi belajar siswa juga mengalami perubahan positif setelah penggunaan media.

Sebelum pembelajaran menggunakan media interaktif, skor motivasi siswa berada pada angka 70,28. Setelah penggunaan media, skor tersebut meningkat menjadi 89,00. Artinya, terjadi peningkatan sebesar 18,72 persen, dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi.

Analisis Wilcoxon menunjukkan seluruh 31 siswa memiliki perubahan positif. Tidak terdapat siswa yang mengalami penurunan maupun kondisi yang tidak berubah. Dengan demikian, peningkatan motivasi tidak hanya terjadi pada sebagian kecil peserta didik, tetapi terlihat pada seluruh siswa yang mengikuti pengujian.

Halwiah, Subaer, dan Khaeruddin menilai fleksibilitas Google Sites turut mendukung pengalaman belajar mandiri. Siswa dapat menavigasi materi dan mengakses sumber pembelajaran secara lebih fleksibel. Pendekatan ini sejalan dengan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pihak yang aktif membangun pemahamannya.

Guru dan siswa menilai media mudah digunakan

Dari sisi penggunaan di kelas, media juga memperoleh respons positif. Penilaian siswa mencapai 83,14 persen, sedangkan respons guru mencapai 100 persen. Keduanya termasuk kategori sangat praktis.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa media bukan hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga relatif mudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Respons guru yang mencapai 100 persen menunjukkan media dapat diintegrasikan ke dalam proses belajar tanpa membutuhkan penyesuaian yang kompleks.

Bagi sekolah, pendekatan ini menawarkan pilihan media pembelajaran berbasis web yang relatif mudah dikembangkan dan dapat menggabungkan berbagai sumber dalam satu platform. Google Sites juga mendukung tampilan yang dapat menyesuaikan berbagai perangkat serta memungkinkan integrasi dengan layanan seperti Google Docs, Slides, YouTube, dan simulasi pembelajaran.

Berpotensi dikembangkan dengan AI

Para peneliti melihat pengembangan media pembelajaran berbasis web masih dapat diperluas. Salah satu arah yang direkomendasikan adalah integrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan pembelajaran adaptif.

Dalam pengembangan berikutnya, AI dapat digunakan untuk menyesuaikan urutan materi, tingkat kesulitan evaluasi, hingga parameter simulasi berdasarkan kecepatan belajar masing-masing siswa. Peneliti juga merekomendasikan pengembangan materi untuk bidang fisika lain, pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi, penelitian pada lebih banyak sekolah, serta pengujian kemampuan siswa dalam mempertahankan pemahaman dalam jangka panjang.

Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan. Pengujian dilakukan pada satu sekolah dengan jumlah peserta yang relatif kecil sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi untuk seluruh sekolah. Ketergantungan Google Sites terhadap koneksi internet yang stabil juga menjadi salah satu tantangan. Peneliti menyarankan pengembangan fitur offline atau sistem yang tetap dapat digunakan pada jaringan dengan bandwidth rendah.

Profil Penulis

Halwiah: penulis utama dan corresponding author, Universitas Negeri Makassar, bidang pendidikan fisika dan pengembangan media pembelajaran.

Subaer: penulis, Universitas Negeri Makassar, berkontribusi dalam pengembangan dan analisis penelitian.

Khaeruddin: penulis, Universitas Negeri Makassar, berkontribusi dalam pengembangan dan analisis penelitian.

Artikel yang tersedia tidak mencantumkan gelar akademik masing-masing penulis secara eksplisit, sehingga gelar tidak ditambahkan untuk menjaga akurasi informasi. Identitas penulis dan afiliasi Universitas Negeri Makassar tercantum pada artikel jurnal.

Sumber Penelitian

Judul: Development of Learning Interactive Media Assisted by Google Sites in the Subject of Light Wave for Increased Learning Outcome and Learning Motivation

Penulis: Halwiah, Subaer, Khaeruddin

Afiliasi: Universitas Negeri Makassar

Jurnal: Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR)

Volume: 5, Nomor 8, 2026, halaman 1469–1484

DOI: https://doi.org/10.55927/ijar.v5i8.16919

Link Jurnal: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijar

Posting Komentar

0 Komentar