Sebuah tinjauan sistematis terbaru dari Universitas 17 Agustus 1945 mengungkapkan bahwa kesejahteraan siswa di sekolah (school well-being) jauh lebih kuat dipengaruhi oleh faktor psikologis internal—seperti kecerdasan emosional, efikasi diri, dan resiliensi—dibandingkan sekadar faktor struktural atau fasilitas fisik sekolah
Studi yang dipublikasikan pada Juli 2026 dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) ini dilakukan oleh Nur Muhammad Al Farabi, I Gusti Ayu Agung Noviekayati, dan Suhadianto
Urgensi Kesejahteraan Psikologis di Lingkungan Sekolah
Kesejahteraan sekolah mencakup kepuasan subjektif, perasaan positif, dan keterlibatan bermakna yang dirasakan siswa selama menjalani proses pendidikan
Selama ini, pembenahan sistem pendidikan sering kali berfokus pada perbaikan sarana dan prasarana fisik atau beban kurikulum
Metodologi Penelitian: Sintesis Sistematis Berbasis Standar PRISMA 2020
Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti panduan internasional PRISMA 2020 serta penilai kualitas metodologis dari Joanna Briggs Institute (JBI)
Tim peneliti melakukan penelusuran sistematis pada tiga basis data ilmiah utama—ScienceDirect, PubMed, dan ERIC—untuk merekapitulasi riset-riset kuantitatif empiris yang terbit antara tahun 2016 hingga 2026
Temuan Utama: Faktor Psikologis Kunci Penentu Kesejahteraan Siswa
Berdasarkan sintesis data dari 40 penelitian empiris, peneliti mengidentifikasi tujuh faktor psikologis internal yang secara konsisten dan signifikan memprediksi tingkat kesejahteraan siswa di sekolah
- Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence): Kemampuan mengenali dan mengelola emosi menjadi prediktor kuat yang meningkatkan kepuasan hidup serta menekan tingkat stres akademis
. - Efikasi Diri (Self-Efficacy): Kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan akademisnya terbukti meningkatkan rasa percaya pada sekolah dan menurunkan risiko putus sekolah
. - Resiliensi (Resilience): Daya tahan mental berfungsi sebagai benteng pertahanan utama dari bahaya perundungan (bullying) serta risiko burnout
. - Motivasi Intrinsik (Intrinsic Motivation): Dorongan belajar dari dalam diri secara konsisten mendorong emosi positif dan keterlibatan aktif di kelas
. - Regulasi Emosi (Emotion Regulation): Strategi adaptif seperti reappraisal (penilaian ulang kognitif) terbukti menekan kecemasan dibandingkan strategi penekanan emosi
. - Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset): Keyakinan bahwa kemampuan dapat terus berkembang secara langsung meningkatkan daya tahan dan rasa berkembang (flourishing) pada siswa
. - Rasa Syukur (Gratitude): Intervensi berbasis rasa syukur terbukti menurunkan tingkat stres dan meningkatkan emosi positif di sekolah
.
Selain faktor internal, penelitian ini menemukan bahwa dukungan sosial dari guru, teman sebaya, dan orang tua berkontribusi secara tidak langsung melalui jalur psikologis internal ini, yaitu dengan memperkuat efikasi diri dan rasa memiliki (sense of belonging) siswa
Implikasi Kebijakan dan Praktik Pendidikan
Hasil penelitian ini memberikan arahan baru bagi pembuat kebijakan publik, pengelola sekolah, dan praktisi pendidikan
Nur Muhammad Al Farabi dan tim dari Universitas 17 Agustus 1945 menegaskan pentingnya melatih para pendidik agar mampu menerapkan pola pengajaran yang mendukung otonomi dan komunikasi yang empatik
Profil Penulis
Penelitian ini disusun oleh tim peneliti dari Universitas 17 Agustus 1945, Indonesia
- Nur Muhammad Al Farabi, S.Psi. (Penulis Korespondensi) – Peneliti di bidang Psikologi Pendidikan dan Kesehatan Mental Siswa, Universitas 17 Agustus 1945 (Email: nurmuhammadalfarabi27@gmail.com)
. - Dr. I Gusti Ayu Agung Noviekayati, M.Si., Psikolog – Dosen dan peneliti di Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945, dengan keahlian di bidang psikologi klinis dan intervensi psikologi
. - Suhadianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog – Dosen dan akademisi di Universitas 17 Agustus 1945 yang berfokus pada psikologi perkembangan, kognitif, dan metodologi penelitian
.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Psychological Factors Influencing School Well-Being: A Systematic ReviewJurnal: Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA)
Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 6, No. 7, hlm. 975–987)
DOI:
0 Komentar