Edukasi Biopestisida Bawang Putih Tingkatkan Literasi Lingkungan Siswa SMP di Samarinda

Ilustrasi by AI

Samarinda — Edukasi dan demonstrasi pembuatan biopestisida berbahan bawang putih berhasil meningkatkan pemahaman siswa SMP mengenai pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan yang dilakukan oleh Hikmah Putri Andini, Shandra Puspyta Thohir, Putri Dwi Firmansyah, Dea Trismiarsih, Muhammad Ubaidillah Khabib, Elma Asra Fadillah, dan Teguh Wirawan dari Universitas Mulawarman tersebut berlangsung pada 9 Juni 2026 di SMP Islam Al-Azhar 48 Samarinda dengan melibatkan 47 siswa kelas 8. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh indikator pemahaman mencapai 100 persen setelah siswa mengikuti materi dan demonstrasi pembuatan biopestisida.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan konsep pengendalian hama yang tidak hanya efektif, tetapi juga lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan atau tidak sesuai anjuran dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari pencemaran tanah dan air hingga gangguan terhadap organisme non-target serta munculnya residu pada hasil pertanian. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengenalan alternatif yang lebih aman dan mudah dipahami sejak tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Salah satu alternatif yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah biopestisida berbahan tumbuhan. Biopestisida memanfaatkan senyawa bioaktif alami yang dapat berfungsi sebagai pengusir hama, penghambat makan, penghambat pertumbuhan, maupun insektisida alami. Selain berpotensi lebih mudah terurai dibandingkan pestisida sintetis, bahan alami juga dapat menjadi sarana pembelajaran untuk menghubungkan pengetahuan sains dengan persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bawang putih dipilih karena mudah ditemukan dan memiliki kandungan senyawa organosulfur, terutama allicin, yang memiliki aktivitas biologis terhadap organisme pengganggu tanaman. Artikel tersebut juga mengacu pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa formulasi berbahan bawang putih dapat membantu pengendalian ulat grayak pada tanaman cabai. Karakteristik tersebut membuat bawang putih dinilai sesuai sebagai bahan demonstrasi sederhana bagi siswa.

Dalam pelaksanaannya, siswa terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai biopestisida, manfaatnya bagi tanaman dan lingkungan, potensi bawang putih, proses pembuatan, serta cara penggunaannya. Setelah itu, siswa mendapatkan penjelasan mengenai dampak pestisida sintetis dan konsep dasar biopestisida sebelum mengikuti demonstrasi secara langsung.

Demonstrasi dilakukan dengan memperkenalkan alat dan bahan, kemudian menunjukkan proses pengolahan bawang putih menjadi larutan biopestisida sederhana. Tahap yang diperlihatkan meliputi penghalusan bawang putih, pencampuran dengan air, penyaringan, hingga penjelasan mengenai cara penggunaannya pada tanaman. Selama demonstrasi, siswa diberi kesempatan mengamati proses, mengajukan pertanyaan, dan menghubungkan materi dengan persoalan lingkungan di sekitar mereka.

Perubahan pemahaman siswa terlihat jelas dari hasil evaluasi. Sebelum kegiatan, hanya 6 siswa atau 12,77 persen yang memberikan respons positif terhadap pemahaman mengenai pengertian biopestisida. Setelah kegiatan, jumlah tersebut meningkat menjadi 47 siswa atau 100 persen. Pemahaman mengenai manfaat biopestisida bagi tanaman dan lingkungan meningkat dari 4 siswa atau 8,51 persen menjadi 47 siswa atau 100 persen.

Peningkatan terbesar terjadi pada pengetahuan mengenai bawang putih sebagai bahan biopestisida dan cara pembuatannya. Pada kedua indikator tersebut, tidak ada siswa yang memberikan respons positif sebelum kegiatan atau 0 persen. Setelah mengikuti edukasi dan demonstrasi, seluruh 47 siswa memberikan respons positif atau mencapai 100 persen. Sementara itu, pemahaman mengenai cara menggunakan biopestisida bawang putih meningkat dari 3 siswa atau 6,38 persen menjadi 100 persen.

Menurut Andini dan tim dari Universitas Mulawarman, demonstrasi membuat materi yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi lebih konkret bagi siswa. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan tentang manfaat bawang putih, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana bahan tersebut diolah menjadi larutan biopestisida sederhana. Pengalaman tersebut membantu siswa menghubungkan konsep sains dengan praktik yang dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis demonstrasi memiliki potensi untuk digunakan sebagai media penguatan literasi lingkungan di tingkat SMP. Materi tentang biopestisida dapat menjadi pintu masuk untuk membicarakan penggunaan bahan alami, pengendalian hama, keberlanjutan pertanian, serta dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Dengan pendekatan yang praktis, siswa dapat memahami isu lingkungan melalui pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.

Meski hasil post-test mencapai 100 persen pada seluruh indikator, penulis menekankan bahwa hasil tersebut perlu dipahami secara proporsional. Evaluasi menggunakan pilihan jawaban sederhana “Ya” dan “Tidak”, sehingga hasilnya lebih menggambarkan peningkatan pemahaman awal dan belum mengukur kedalaman pengetahuan siswa secara menyeluruh. Penulis merekomendasikan evaluasi yang lebih rinci serta praktik langsung oleh siswa agar perubahan pengetahuan dan keterampilan dapat diketahui secara lebih mendalam.

Secara keseluruhan, kegiatan di SMP Islam Al-Azhar 48 Samarinda memperlihatkan bahwa bahan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat digunakan untuk memperkenalkan sains terapan sekaligus literasi lingkungan. Edukasi biopestisida bawang putih tidak hanya memperkenalkan alternatif pengendalian hama, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan, praktik, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Profil Penulis

Hikmah Putri Andini — Universitas Mulawarman
Shandra Puspyta Thohir — Universitas Mulawarman
Putri Dwi Firmansyah — Universitas Mulawarman
Dea Trismiarsih — Universitas Mulawarman
Muhammad Ubaidillah Khabib — Universitas Mulawarman
Elma Asra Fadillah — Universitas Mulawarman
Teguh Wirawan — Universitas Mulawarman

Sumber Penelitian

Judul: Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Biopestisida Bawang Putih (Allium sativum L.) sebagai Upaya Penguatan Literasi Lingkungan Siswa SMP
Jurnal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF)
Volume 5, Nomor 4, Agustus 2026, halaman 311–318.


Posting Komentar

0 Komentar