Tingkat Hunian Hotel Jadi Penentu Utama Pertumbuhan Ekonomi Pariwisata Sumatera Utara

Ilustrasi by AI

Medan — Tingkat hunian hotel terbukti menjadi indikator pariwisata yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2015–2024. Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan rata-rata lama menginap belum memberikan pengaruh yang signifikan secara individual terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan tersebut diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Petra Elisabeth Sirait dan Syamsul Huda dari UPN "Veteran" Jawa Timur. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa kualitas aktivitas ekonomi yang dihasilkan sektor pariwisata lebih penting dibandingkan sekadar peningkatan jumlah wisatawan.

Pariwisata telah menjadi salah satu sektor strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia. Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga meningkatkan pendapatan masyarakat serta mendorong berkembangnya berbagai industri pendukung, seperti transportasi, perhotelan, perdagangan, kuliner, dan jasa lainnya. Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi wisata besar berkat kekayaan alam dan budayanya, terutama dengan keberadaan Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi super prioritas nasional. Pemerintah berharap pengembangan sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam mengukur perkembangan sektor pariwisata, beberapa indikator sering digunakan sebagai acuan, antara lain jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, tingkat hunian hotel, dan rata-rata lama menginap wisatawan. Ketiga indikator tersebut diyakini mencerminkan aktivitas ekonomi yang dihasilkan sektor pariwisata. Namun, berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam sehingga diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui indikator mana yang benar-benar berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berbentuk time series selama periode 2015–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel yang dianalisis meliputi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, tingkat hunian hotel, rata-rata lama menginap, serta pertumbuhan ekonomi yang diukur melalui pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews untuk mengetahui pengaruh masing-masing indikator terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebelum pengujian hipotesis, model penelitian telah dinyatakan memenuhi seluruh uji asumsi klasik sehingga hasil analisis dinilai layak digunakan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat hunian hotel menjadi satu-satunya indikator yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi tingkat hunian hotel, semakin besar pula kontribusi sektor pariwisata terhadap aktivitas ekonomi daerah. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap jasa akomodasi yang kemudian memicu pertumbuhan berbagai sektor lain, seperti restoran, transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro yang melayani kebutuhan wisatawan. Penelitian mencatat bahwa model yang digunakan mampu menjelaskan 75,49 persen variasi pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Secara bersama-sama, ketiga indikator pariwisata terbukti berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sebaliknya, penelitian menemukan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Meskipun jumlah wisatawan asing terus meningkat, peningkatan tersebut belum mampu dikonversi menjadi nilai tambah ekonomi yang besar bagi daerah. Menurut peneliti, kondisi tersebut dapat disebabkan oleh terbatasnya keterkaitan antara sektor pariwisata dengan sektor ekonomi lainnya, rendahnya nilai belanja wisatawan, maupun belum optimalnya pengembangan produk wisata yang memiliki nilai tambah tinggi. Dengan kata lain, banyaknya wisatawan yang datang belum tentu secara otomatis meningkatkan pertumbuhan ekonomi apabila manfaat ekonominya belum tersebar secara luas.

Hasil serupa juga ditemukan pada variabel rata-rata lama menginap wisatawan. Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama wisatawan berada di suatu destinasi tidak selalu diikuti peningkatan aktivitas ekonomi. Hal ini disebabkan karena besarnya dampak ekonomi tidak hanya ditentukan oleh durasi kunjungan, tetapi juga oleh pola pengeluaran wisatawan selama berada di daerah tujuan wisata. Wisatawan yang tinggal lebih lama belum tentu membelanjakan uang lebih banyak apabila pilihan produk, atraksi wisata, maupun aktivitas ekonomi lokal masih terbatas. Oleh sebab itu, peningkatan lama tinggal wisatawan perlu dibarengi dengan pengembangan destinasi, industri kreatif, dan variasi produk wisata agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Menurut Petra Elisabeth Sirait dan Syamsul Huda dari UPN "Veteran" Jawa Timur, peningkatan kualitas sektor pariwisata perlu lebih difokuskan pada penguatan industri akomodasi, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan produk wisata yang mampu mendorong wisatawan membelanjakan lebih banyak uang selama berkunjung. Peneliti juga menilai bahwa peningkatan jumlah wisatawan sebaiknya diikuti dengan penguatan keterkaitan antara sektor pariwisata dan sektor ekonomi lainnya agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata. Kebijakan pengembangan pariwisata tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Pemerintah juga perlu memperkuat kualitas destinasi, meningkatkan daya saing hotel dan akomodasi, memperluas variasi atraksi wisata, serta mendorong berkembangnya usaha kuliner, ekonomi kreatif, dan UMKM lokal. Dengan strategi tersebut, belanja wisatawan dapat meningkat sehingga sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Profil Penulis

Petra Elisabeth Sirait dan Syamsul Huda
UPN "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Influence of Tourism Indicators on Economic Growth in North Sumatra Province During the 2015–2024 Period
Jurnal: International Journal of Multidisciplinary Scientific Research (IJSMR), Vol. 4, No. 7, 2026.

DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i7.91

Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr/article/view/91

Posting Komentar

0 Komentar