Terapi Genggam Jari Terbukti Membantu Menurunkan Nyeri Pasca Operasi Caesar

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Semarang - Pasien yang menjalani operasi caesar sering menghadapi tantangan pemulihan berupa nyeri pascaoperasi yang dapat mengganggu mobilitas, kenyamanan, hingga kemampuan merawat bayi. Penelitian terbaru yang dilakukan Meira Tisya Afuraya dan Rahayu Winarti dari Universitas Widya Husada Semarang pada 2026 menunjukkan bahwa terapi relaksasi genggam jari berpotensi menjadi metode sederhana dan efektif untuk membantu mengurangi nyeri setelah operasi sectio caesarea.

Penelitian yang dipublikasikan di Formosa Journal of Science and Technology (FJST) ini dilakukan di RS H.A Zaky Djunaid, Kota Pekalongan. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan terapi relaksasi genggam jari mengalami penurunan intensitas nyeri yang jauh lebih besar dibandingkan pasien yang hanya menerima perawatan standar.

Operasi sectio caesarea merupakan prosedur persalinan melalui tindakan pembedahan pada dinding perut dan rahim. Meski sering menjadi solusi medis yang aman, proses pemulihannya umumnya membutuhkan waktu lebih panjang dibanding persalinan normal karena adanya luka operasi dan proses penyembuhan jaringan.

Secara global, angka persalinan caesar terus meningkat. Kondisi ini membuat pengelolaan nyeri pascaoperasi menjadi semakin penting karena rasa nyeri yang tidak tertangani dapat memperlambat pemulihan, menghambat aktivitas ibu, meningkatkan kecemasan, dan memengaruhi interaksi awal antara ibu dan bayi.

Tim peneliti memilih menguji pendekatan non-obat berupa terapi relaksasi genggam jari atau finger hold relaxation. Teknik ini dilakukan dengan menggenggam setiap jari tangan secara bergantian selama beberapa menit sambil menciptakan kondisi tubuh yang lebih rileks.

Menurut peneliti, metode tersebut dipilih karena relatif mudah dilakukan, tidak memerlukan alat khusus, dan dapat diterapkan baik di rumah sakit maupun saat masa pemulihan di rumah.

Dalam penelitian ini, sebanyak 40 pasien pasca operasi caesar dilibatkan dan dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 20 pasien menerima terapi relaksasi genggam jari, sementara 20 pasien lainnya menjadi kelompok pembanding tanpa intervensi tersebut.

Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), yaitu skala penilaian nyeri yang umum digunakan dalam pelayanan kesehatan.

Sebelum intervensi dilakukan, kedua kelompok menunjukkan tingkat nyeri yang hampir sama dan berada pada kategori nyeri berat. Kelompok terapi memiliki rata-rata skor nyeri 7,60, sementara kelompok kontrol berada di angka 7,45.

Perubahan mulai terlihat setelah terapi diterapkan.

Kelompok yang menjalani relaksasi genggam jari mengalami penurunan rata-rata skor nyeri menjadi 3,95. Angka ini menunjukkan perpindahan dari kategori nyeri berat menuju nyeri ringan–sedang.

Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengalami penurunan terbatas menjadi rata-rata 6,45.

Analisis statistik menunjukkan perbedaan tersebut signifikan secara ilmiah dengan nilai p lebih kecil dari 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi relaksasi genggam jari memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan intensitas nyeri pasien pasca operasi caesar.

Peneliti menjelaskan bahwa efek terapi kemungkinan muncul melalui kombinasi respons fisiologis dan psikologis.

Dari sisi fisiologis, stimulasi pada jari diduga membantu mengurangi ketegangan otot serta memicu pelepasan endorfin yang dikenal sebagai zat pereda nyeri alami dalam tubuh.

Sementara dari sisi psikologis, aktivitas menggenggam dan fokus pada relaksasi membantu mengalihkan perhatian pasien dari sensasi nyeri serta menurunkan tingkat kecemasan. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi cara tubuh memersepsikan rasa sakit.

Rahayu Winarti dan tim menilai bahwa pendekatan nonfarmakologis seperti ini dapat menjadi pelengkap terapi medis yang sudah berjalan, bukan pengganti pengobatan utama.

Temuan ini juga membuka peluang bagi tenaga kesehatan untuk memperluas pilihan intervensi keperawatan yang lebih sederhana dan mudah diterapkan dalam perawatan ibu pasca melahirkan.

Bagi pasien dan keluarga, teknik relaksasi genggam jari menawarkan alternatif yang murah, praktis, dan dapat dipelajari dengan cepat untuk mendukung proses pemulihan setelah operasi.

Meski demikian, peneliti mencatat bahwa respons terhadap terapi tetap dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi kondisi fisik, pengalaman nyeri sebelumnya, serta tingkat kecemasan masing-masing pasien.

Profil Penulis

Meira Tisya Afuraya — Peneliti bidang keperawatan dari Universitas Widya Husada Semarang yang menaruh perhatian pada intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas pemulihan pasien.

Rahayu Winarti — Akademisi dan peneliti dari Universitas Widya Husada Semarang dengan fokus pada keperawatan klinis, pelayanan kesehatan, serta pendekatan berbasis praktik dalam peningkatan kenyamanan pasien.

Sumber Penelitian

Afuraya, Meira Tisya & Winarti, Rahayu. The Effect of Finger Hold Relaxation Therapy on Pain Scale in Post Sectio Caesarea Patients at H.A Zaky Djunaid Hospital, Pekalongan City. Formosa Journal of Science and Technology (FJST), Vol. 5 No. 6, 2026.

URL : https://journalfjst.my.id/index.php/fjst

DOI: https://doi.org/10.55927/fjst.v5i6.80

Posting Komentar

0 Komentar