Tepung Kulit Buah Naga Terbukti Cerahkan Warna Ikan Cupang Koi Secara Alami

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Sulawesi Utara - Limbah kulit buah naga merah ternyata memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi sampah organik. Penelitian yang dilakukan Darna Susantie dari Program Studi Teknologi Perikanan dan Kelautan, Politeknik Negeri Nusa Utara, bersama Muhammad Fiqih Zulendra dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung, menunjukkan bahwa tepung kulit buah naga merah mampu meningkatkan kecerahan warna ikan cupang koi secara alami tanpa mengganggu tingkat kelangsungan hidup ikan. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober hingga November 2025 dan dipublikasikan pada 2026 di Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics (IJAEA).

Temuan ini menjadi penting karena warna merupakan salah satu faktor utama yang menentukan nilai jual ikan hias. Semakin cerah dan tajam warna ikan, semakin tinggi pula daya tarik dan harga pasarnya. Di sisi lain, kulit buah naga merah selama ini sebagian besar hanya menjadi limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Limbah Pertanian Berpotensi Menjadi Pakan Bernilai Tinggi

Ikan cupang koi termasuk salah satu ikan hias air tawar yang sangat diminati masyarakat karena memiliki kombinasi warna yang unik dan menarik. Namun, ikan ini tidak mampu memproduksi pigmen karotenoid sendiri sehingga membutuhkan asupan pigmen dari makanan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas warnanya.

Kulit buah naga merah diketahui mengandung betasianin, pigmen alami pemberi warna merah, serta β-karoten, vitamin C, flavonoid, polifenol, dan berbagai senyawa antioksidan. Kandungan tersebut menjadikan limbah kulit buah naga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan alami pengganti pewarna sintetis pada budidaya ikan hias.

Selain membantu mempercantik warna ikan, pemanfaatan limbah pertanian ini juga mendukung konsep ekonomi sirkular karena mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Penelitian Menguji Empat Konsentrasi Tepung Kulit Buah Naga

Tim peneliti melakukan percobaan menggunakan 12 ekor ikan cupang koi yang dipelihara secara terpisah selama 45 hari. Sebelum penelitian dimulai, ikan menjalani masa adaptasi, kemudian diberi pakan dengan empat perlakuan berbeda.

Empat perlakuan tersebut meliputi:

  • 10% tepung kulit buah naga merah
  • 20% tepung kulit buah naga merah
  • 30% tepung kulit buah naga merah
  • 0% tepung kulit buah naga merah (kontrol)

Perubahan warna ikan diamati secara berkala pada hari ke-0, hari ke-15, hari ke-30, dan hari ke-45. Selama penelitian berlangsung, peneliti juga memantau kualitas air serta tingkat kelangsungan hidup ikan untuk memastikan keamanan penggunaan bahan tambahan pakan tersebut.

Dosis 20 Persen Memberikan Hasil Paling Optimal

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kulit buah naga merah memang mampu meningkatkan intensitas warna ikan cupang koi.

Perubahan warna mulai terlihat berbeda pada setiap perlakuan:

  • Dosis 10% mulai menunjukkan peningkatan warna sekitar hari ke-30.
  • Dosis 20% sudah memperlihatkan perubahan sejak hari ke-15 dan menghasilkan peningkatan warna paling baik.
  • Dosis 30% juga memberikan peningkatan warna yang tinggi sejak hari ke-15.
  • Kelompok kontrol tanpa penambahan tepung kulit buah naga tidak menunjukkan peningkatan warna yang berarti.

Peneliti menemukan bahwa konsentrasi 20% merupakan dosis paling efektif. Pada dosis ini, pigmen alami dari kulit buah naga dapat diserap tubuh ikan secara optimal sehingga menghasilkan warna yang lebih cerah dibandingkan perlakuan lainnya.

Sementara itu, meskipun dosis 30% masih memberikan peningkatan warna yang baik, peneliti menjelaskan bahwa penambahan karotenoid yang terlalu tinggi berpotensi menurunkan efisiensi penyerapan pigmen oleh tubuh ikan karena kemampuan menyerap karotenoid memiliki batas tertentu.

Aman Digunakan dan Tidak Menurunkan Kelangsungan Hidup Ikan

Selain meningkatkan kualitas warna, penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan tepung kulit buah naga merah tidak memberikan dampak negatif terhadap kesehatan ikan.

Seluruh ikan cupang koi yang dipelihara selama 45 hari mampu bertahan hidup hingga akhir penelitian dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100 persen pada seluruh perlakuan.

Menurut peneliti, tingginya tingkat kelangsungan hidup tersebut kemungkinan didukung oleh kandungan antioksidan alami seperti polifenol, flavonoid, vitamin C, serta berbagai senyawa bioaktif yang terdapat pada kulit buah naga merah.

Berpotensi Menjadi Alternatif Pewarna Pakan Ramah Lingkungan

Temuan ini membuka peluang baru bagi industri budidaya ikan hias untuk memanfaatkan bahan alami sebagai sumber pigmen.

Selama ini, peningkatan warna ikan hias sering mengandalkan bahan tambahan sintetis. Penelitian Darna Susantie dan tim menunjukkan bahwa limbah kulit buah naga merah dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan, bernilai ekonomis, sekaligus mendukung pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Bagi pembudidaya ikan cupang koi maupun ikan hias lainnya, penggunaan tepung kulit buah naga merah juga berpotensi menekan biaya produksi apabila bahan bakunya tersedia secara lokal.

Peneliti juga menyarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan lebih banyak variasi dosis serta mengembangkan formulasi pakan herbal sehingga efektivitas bahan alami ini dapat dipelajari secara lebih mendalam.

Menurut Darna Susantie dari Politeknik Negeri Nusa Utara, penambahan tepung kulit buah naga merah sebesar 20–30 persen pada pakan mampu meningkatkan kecerahan warna ikan cupang koi, dengan dosis 20 persen memberikan hasil penyerapan pigmen yang paling optimal.

Profil Penulis

Darna Susantie merupakan dosen pada Program Studi Teknologi Perikanan dan Kelautan, Politeknik Negeri Nusa Utara, Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Bidang keahliannya meliputi budidaya perikanan, nutrisi ikan, dan pengembangan pakan berbahan alami untuk meningkatkan kualitas ikan budidaya. Penelitian ini dilakukan bersama Muhammad Fiqih Zulendra dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Effect of Red Dragon Fruit Peel Flour (Hylocereus polyhrizus) In Feed on Improving the Color of Koi Betta Fish
Penulis: Darna Susantie & Muhammad Fiqih Zulendra
Jurnal: Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics (IJAEA), Vol. 5 No. 2 (2026), halaman 449–460

Posting Komentar

0 Komentar