Biografi Ahmad Arief Tarigan: Pakar dan Praktisi Seni Budaya dari USU

Ahmad Arief Tarigan, S.Sn., M.Si

FORMOSA NEWS - Medan, 29 July 2026 - Ahmad Arief Tarigan, merupakan seorang akademisi dan peneliti yang memiliki ketertarikan besar terhadap dunia etnomusikologi, budaya, serta pelestarian warisan tradisi Indonesia. Lahir di Kabanjahe pada 7 Desember 1985, perjalanan akademik dan profesionalnya menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Ketertarikannya terhadap musik tradisional, musik urban/populer, dan spiritualitas musik telah tumbuh sejak masa studi sarjana di Program Studi Etnomusikologi, Universitas Sumatera Utara, yang diselesaikannya pada tahun 2009. Semangat untuk terus memperdalam kajian budaya membawanya melanjutkan pendidikan magister di Universitas Udayana pada bidang Kajian Budaya dan berhasil meraih gelar Magister Sains pada tahun 2015.

Di dunia akademik, Ahmad Arief Tarigan mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Kariernya dimulai sebagai Dosen Tidak Tetap Non-PNS pada tahun 2022 sebelum kemudian dipercaya menjadi Dosen Tetap Non-PNS pada tahun 2026. Baginya, mengajar bukan sekadar menyampaikan materi di kelas, tetapi juga membimbing mahasiswa untuk memahami bahwa kebudayaan adalah identitas yang harus dijaga, dipelajari, dan dikembangkan sesuai dengan tantangan zaman.

Selain aktif sebagai dosen, ia juga memiliki pengalaman di dunia media sebagai Pemimpin Redaksi Media Online TataBerita pada periode 2020–2022. Pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya dalam menghubungkan dunia akademik dengan komunikasi publik, sehingga hasil penelitian dan pemikiran ilmiah dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Dalam bidang penelitian, Ahmad Arief Tarigan secara konsisten mengangkat tema-tema yang berkaitan dengan musik tradisional, musik urban/populer, spiritualitas musik, identitas budaya, keberlanjutan, serta digitalisasi kebudayaan. Karya-karyanya telah dipublikasikan pada berbagai jurnal dan prosiding ilmiah, baik nasional maupun internasional. Penelitiannya tidak hanya mendokumentasikan kekayaan budaya Nusantara, tetapi juga menawarkan pendekatan baru mengenai bagaimana tradisi dapat tetap hidup di tengah perkembangan teknologi digital dan pariwisata global.

Keaktifannya juga terlihat melalui berbagai forum ilmiah internasional. Ia dipercaya menjadi pembicara dalam sejumlah seminar dan konferensi, di antaranya International Seminar on Language, Culture, and History di Universitas Sumatera Utara, International Seminar "Collaborative Innovation: Socio-Culture, Health, Science and Technology", hingga International Djogja Earthsounds Fest (IDEF) Conference di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Melalui berbagai kesempatan tersebut, ia berbagi gagasan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada komunitas akademik yang lebih luas.

Sebagai anggota Masyarakat Etnomusikologi Indonesia, Ahmad Arief Tarigan terus aktif membangun jejaring keilmuan serta berkontribusi dalam pengembangan disiplin etnomusikologi di Indonesia. Dedikasinya juga diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, salah satunya dengan mengembangkan program digitalisasi dan pelatihan pembuatan konten untuk pelestarian kesenian tradisi Karo di Kabupaten Karo. Program ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui penelitian, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana menjaga identitas budaya mereka.

Bagi Ahmad Arief Tarigan, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk membangun masa depan. Melalui pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat, ia terus berupaya menjembatani nilai-nilai tradisi dengan perkembangan zaman. Komitmennya terhadap pelestarian budaya menjadikan setiap karya dan aktivitas akademiknya sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia bagi generasi mendatang. 

Posting Komentar

0 Komentar