Tantangan Membaca di Sekolah Dasar: Bukan Sekadar Mengeja Huruf

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Makassar - Kemampuan membaca pemahaman merupakan fondasi utama bagi siswa untuk menguasai berbagai disiplin ilmu lainnya. Melalui pemahaman bacaan yang baik, anak-anak dapat mengeksplorasi informasi, menyerap pengetahuan baru, dan melatih keterampilan berpikir kritis mereka. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa membaca tidak selalu menjadi hal yang mudah bagi anak-anak di tingkat sekolah dasar.

Sebelum inovasi ini diterapkan, para guru di SDN 70 Libukang menghadapi masalah klasik dalam pembelajaran bahasa. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh tim peneliti, banyak siswa kelas lima yang mengalami kesulitan besar dalam memahami inti dari sebuah teks. Mereka sering kali keliru saat menjawab pertanyaan yang berbasis teks, dan kesulitan untuk menceritakan kembali informasi yang baru saja mereka baca.

Metode mengajar konvensional yang berfokus pada meminta siswa membaca teks secara mandiri lalu langsung menjawab soal tanpa bimbingan terstruktur, terbukti membuat anak-anak bosan dan kehilangan fokus. Akibatnya, data awal menunjukkan capaian yang sangat memprihatinkan, di mana hanya 41,67% siswa yang berhasil mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Mengenal Metode SQ3R: Lima Langkah Sistematis Memahami Teks

Untuk mengatasi masalah tersebut, Sitti Rahmi, Muhammad Ikhsan, dan Dini Febriany menawarkan sebuah solusi terstruktur berupa metode SQ3R. Metode yang awalnya dikembangkan oleh Robinson ini merupakan singkatan dari lima tahapan sistematis, yaitu: Survey (Survei), Question (Bertanya), Read (Membaca), Recite (Mengutarakan Kembali), dan Review (Mengulas).

Proses penelitian ini dirancang menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus terpisah guna memantau perkembangan siswa secara bertahap. Langkah-langkah praktis yang diterapkan di ruang kelas meliputi:

  • Survey (Survei): Siswa diajak untuk melihat sekilas teks bacaan, mulai dari judul, subjudul, gambar, hingga kata kunci guna mendapatkan gambaran umum.
  • Question (Bertanya): Siswa dilatih merumuskan pertanyaan mandiri berdasarkan poin penting yang mereka lihat saat survei, yang memicu rasa ingin tahu mereka.
  • Read (Membaca): Siswa membaca teks secara aktif dengan tujuan spesifik, yaitu mencari jawaban atas pertanyaan yang telah mereka buat sebelumnya.
  • Recite (Mengutarakan): Setelah membaca, siswa diminta menjelaskan atau menceritakan kembali informasi penting tersebut menggunakan bahasa mereka sendiri.
  • Review (Mengulas): Guru dan siswa bersama-sama mengulas kembali materi, mendiskusikan jawaban, dan meluruskan pemahaman yang keliru.

Hasil Nyata: Lonjakan Ketuntasan Belajar Siswa Hingga 83 Persen

Penerapan metode SQ3R ini membuahkan hasil yang luar biasa dan konsisten di setiap siklusnya. Tim peneliti dari Universitas Negeri Makassar mencatat bahwa pada kondisi awal atau sebelum tindakan dilakukan, tingkat ketuntasan belajar siswa hanya berada di angka 41,67% dan aktivitas kelas dinilai masih pasif.

Setelah memasuki Siklus I, performa siswa mulai menunjukkan perbaikan nyata. Persentase ketuntasan belajar meningkat menjadi 66,67%, meskipun aktivitas guru dan siswa kala itu masih masuk dalam kategori cukup. Evaluasi kemudian dilakukan untuk menyempurnakan manajemen kelas pada tahapan berikutnya.

Pada Siklus II, hasil yang diperoleh melonjak sangat drastis melampaui target yang diharapkan. Tingkat ketuntasan belajar membaca pemahaman siswa berhasil menyentuh angka 83,33%, di mana 10 dari 12 siswa kelas lima dinyatakan lulus KKM. Dinamika kelas pun berubah menjadi sangat hidup, dengan aktivitas guru yang masuk kategori baik dan antusiasme siswa yang dinilai sangat baik. Mereka tidak lagi ragu untuk bertanya, berdiskusi, dan merumuskan ulang isi bacaan secara mandiri.

Implikasi Luas bagi Dunia Pendidikan Dasar

Keberhasilan studi ini memberikan kontribusi praktis yang sangat penting bagi dunia pendidikan, khususnya sekolah dasar di wilayah pedesaan atau dengan jumlah kelas kecil. Dini Febriany dan timnya menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas atau lingkungan bukan hambatan, asalkan strategi instruksional yang digunakan mampu memicu keterlibatan aktif siswa.

Metode SQ3R terbukti efektif mengoptimalkan kemampuan kognitif dan memori kerja anak karena prosesnya yang terstruktur. Penelitian ini merekomendasikan agar para guru sekolah dasar mulai mengadopsi metode ini sebagai alternatif pembelajaran bahasa yang kreatif dan tidak monoton. Selain itu, pihak sekolah dan pembuat kebijakan diharapkan mendukung implementasi metode inovatif serupa guna menciptakan ekosistem belajar yang bermakna.

Profil Peneliti

  • Sitti Rahmi, M.Pd. – Dosen dan Peneliti di Universitas Negeri Makassar, fokus pada pengembangan metode pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar.
  • Muhammad Ikhsan, M.Pd. – Akademisi Universitas Negeri Makassar, ahli dalam bidang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan manajemen instruksional.
  • Dini Febriany, S.Pd. – Peneliti Utama dan Akademisi dari Universitas Negeri Makassar, memiliki spesialisasi dalam inovasi strategi literasi dan membaca pemahaman anak.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: Implementing the SQ3R Method to Improve Reading Comprehension of Fifth-Grade Students at SDN 70 Libukang, Liliriaja District, Soppeng Regency
  • Penulis: Sitti Rahmi, Muhammad Ikhsan, Dini Febriany
  • Nama Jurnal: International Journal of Advance Social Sciences and Education (IJASSE)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • Volume & Halaman: Vol. 4, No. 3, 167-178
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijasse.v4i3.4
  • URL Resmi: https://journalijasse.my.id/index.php/ijasse

Posting Komentar

0 Komentar