Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) kini mulai merambah jenjang pendidikan dasar, namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh kesiapan organisasi sekolah
Latar Belakang: Era Digital dan Tantangan Adaptasi Guru SD
Perkembangan pesat AI telah membawa transformasi besar dalam sistem pendidikan modern, mulai dari pembelajaran yang dipersonalisasi hingga otomatisasi sistem penilaian
Selama ini, sebagian besar riset AI dalam dunia pendidikan lebih fokus pada aspek teknis dan aplikasi perangkat lunak
Metodologi: Survei Kesiapan AI di Banyuasin
Untuk memetakan pengaruh manajemen perubahan terhadap kesiapan adopsi AI, tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei
Teknik pengumpulan data menggunakan metode sensus (saturated sampling) dengan melibatkan total 100 responden yang terdiri dari guru dan kepala sekolah
Temuan Utama: Pengaruh Kuat Manajemen Perubahan
Hasil analisis statistik membuktikan bahwa manajemen perubahan organisasi memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dalam membangun kesiapan sekolah menghadapi inovasi AI
- Pengaruh Positif Signifikan: Manajemen perubahan organisasi terbukti secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan sekolah menerapkan teknologi AI ($t = 11,159$; $p = 0,000$)
. - Kontribusi Besar pada Kesiapan: Nilai koefisien determinasi ($R^2$) menunjukkan angka 0,560
. Artinya, sebesar 56,0% variasi kesiapan sekolah dalam adopsi AI ditentukan oleh efektivitas manajemen perubahan di sekolah tersebut . Sisanya sebesar 44,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model, seperti infrastruktur teknis dan sumber daya pendukung . - Arah Hubungan yang Kuat: Nilai korelasi ($R = 0,748$) menegaskan adanya hubungan positif yang sangat kuat
. Semakin baik kualitas manajemen perubahan yang diterapkan sekolah, semakin tinggi pula tingkat kesiapan dan keterbukaan guru terhadap adopsi AI . - Kepemimpinan dan Pelatihan Jadi Pilar: Peran kepala sekolah dalam mengomunikasikan visi inovasi, pemberian pelatihan pengembangan kompetensi digital bagi guru, serta manajemen komunikasi yang transparan terbukti efektif meredam resistensi atau kekhawatiran guru terhadap teknologi baru
.
Implikasi: Mandat Baru bagi Kepemimpinan Sekolah dan Kebijakan
Temuan riset ini memberikan implikasi strategis bagi pengambil kebijakan publik, dinas pendidikan, serta pengelola sekolah dasar
Kepala sekolah perlu menjalankan peran sebagai agen perubahan (change leaders) yang aktif mendampingi, memotivasi, dan memberikan arah yang jelas kepada guru dalam masa transisi teknologi
Profil Penulis
Iyut Khumaidah
Penulis Utama (Corresponding Author). Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen di Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia . - Waspodo Penulis Kedua
. Akademisi dan peneliti di Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia . - Dina Meilita Penulis Ketiga
. Akademisi dan peneliti di Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia . - Muhammad Izman Herdiansyah Penulis Keempat
. Akademisi dan peneliti di Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia .
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: The Effect of School Change Management on Artificial Intelligence Implementation Readiness in Elementary Schools: Elementary School 12, 20, and 27 Talang Kelapa District, Banyuasin Regency
- Penulis: Iyut Khumaidah, Waspodo, Dina Meilita, & Muhammad Izman Herdiansyah
- Afiliasi: Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
- Tahun Publikasi: 2026
- Nama Jurnal / DOI / URL Resmi: https://doi.org/10.55927/cjas.v4i6.194
0 Komentar