Studi Bina Darma: Manajemen Perubahan Kunci Sukses Adopsi AI di Sekolah Dasar

Ilustrasi by AI

Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) kini mulai merambah jenjang pendidikan dasar, namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh kesiapan organisasi sekolah. Riset riset terbaru dari Universitas Bina Darma Palembang yang dilakukan oleh Iyut Khumaidah, Waspodo, Dina Meilita, dan Muhammad Izman Herdiansyah mengungkap bahwa manajemen perubahan organisasi di tingkat sekolah memiliki peran vital. Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 ini menunjukkan bahwa infrastruktur canggih saja tidak cukup tanpa didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah yang kuat dan pelatihan berkelanjutan bagi para guru.

Latar Belakang: Era Digital dan Tantangan Adaptasi Guru SD

Perkembangan pesat AI telah membawa transformasi besar dalam sistem pendidikan modern, mulai dari pembelajaran yang dipersonalisasi hingga otomatisasi sistem penilaian. Namun, integrasi teknologi ini di tingkat sekolah dasar masih menghadapi hambatan nyata. Peneliti mencatat masalah utama seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap AI, keraguan dalam memanfaatkan inovasi teknologi, hingga minimnya kebijakan institusional yang jelas di sekolah.

Selama ini, sebagian besar riset AI dalam dunia pendidikan lebih fokus pada aspek teknis dan aplikasi perangkat lunak. Sangat sedikit penelitian yang menyoroti bagaimana sekolah sebagai sebuah organisasi sosial mengelola adaptasi perilaku dan budaya anggotanya. Padahal, tanpa manajemen perubahan yang efektif dari kepemimpinan sekolah, inovasi teknologi justru berpotensi menimbulkan kebingungan dan resistensi atau penolakan dari para guru.

Metodologi: Survei Kesiapan AI di Banyuasin

Untuk memetakan pengaruh manajemen perubahan terhadap kesiapan adopsi AI, tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan langsung di tiga sekolah dasar negeri di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, yaitu SD Negeri 12, SD Negeri 20, dan SD Negeri 27.

Teknik pengumpulan data menggunakan metode sensus (saturated sampling) dengan melibatkan total 100 responden yang terdiri dari guru dan kepala sekolah. Data primer dijaring melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert 1–5, kemudian dianalisis menggunakan uji hipotesis dan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS.

Temuan Utama: Pengaruh Kuat Manajemen Perubahan

Hasil analisis statistik membuktikan bahwa manajemen perubahan organisasi memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dalam membangun kesiapan sekolah menghadapi inovasi AI:

  • Pengaruh Positif Signifikan: Manajemen perubahan organisasi terbukti secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan sekolah menerapkan teknologi AI ($t = 11,159$; $p = 0,000$).
  • Kontribusi Besar pada Kesiapan: Nilai koefisien determinasi ($R^2$) menunjukkan angka 0,560. Artinya, sebesar 56,0% variasi kesiapan sekolah dalam adopsi AI ditentukan oleh efektivitas manajemen perubahan di sekolah tersebut. Sisanya sebesar 44,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model, seperti infrastruktur teknis dan sumber daya pendukung.
  • Arah Hubungan yang Kuat: Nilai korelasi ($R = 0,748$) menegaskan adanya hubungan positif yang sangat kuat. Semakin baik kualitas manajemen perubahan yang diterapkan sekolah, semakin tinggi pula tingkat kesiapan dan keterbukaan guru terhadap adopsi AI.
  • Kepemimpinan dan Pelatihan Jadi Pilar: Peran kepala sekolah dalam mengomunikasikan visi inovasi, pemberian pelatihan pengembangan kompetensi digital bagi guru, serta manajemen komunikasi yang transparan terbukti efektif meredam resistensi atau kekhawatiran guru terhadap teknologi baru.

Implikasi: Mandat Baru bagi Kepemimpinan Sekolah dan Kebijakan

Temuan riset ini memberikan implikasi strategis bagi pengambil kebijakan publik, dinas pendidikan, serta pengelola sekolah dasar. Transformasi digital tidak bisa lagi dipandang semata-mata sebagai proyek pengadaan perangkat keras atau infrastruktur teknologi. Sekolah harus dibangun menjadi organisasi yang adaptif dan siap berubah.

Kepala sekolah perlu menjalankan peran sebagai agen perubahan (change leaders) yang aktif mendampingi, memotivasi, dan memberikan arah yang jelas kepada guru dalam masa transisi teknologi. Di sisi lain, pemerintah dan dinas pendidikan diharapkan merancang program pelatihan digital yang terstruktur dan terintegrasi. Dengan meredam rasa tak yakin dan meningkatkan kompetensi digital pengajar sejak dini, lembaga pendidikan dasar dapat menciptakan lingkungan belajar inovatif yang siap membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21.

Profil Penulis

  • Iyut Khumaidah 

    Penulis Utama (Corresponding Author). Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen di Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.
  • Waspodo Penulis Kedua. Akademisi dan peneliti di Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.
  • Dina Meilita Penulis Ketiga. Akademisi dan peneliti di Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.
  • Muhammad Izman Herdiansyah Penulis Keempat. Akademisi dan peneliti di Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: The Effect of School Change Management on Artificial Intelligence Implementation Readiness in Elementary Schools: Elementary School 12, 20, and 27 Talang Kelapa District, Banyuasin Regency
  • Penulis: Iyut Khumaidah, Waspodo, Dina Meilita, & Muhammad Izman Herdiansyah
  • Afiliasi: Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
  • Tahun Publikasi: 2026
  • Nama Jurnal / DOI / URL Resmi: https://doi.org/10.55927/cjas.v4i6.194

Posting Komentar

0 Komentar