Strategi Perang Modern AS–Israel dan Iran Dinilai Berdampak Langsung pada Stabilitas Ekonomi Global

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Malang -Konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran tidak hanya dipandang sebagai persoalan militer, tetapi juga sebagai faktor yang memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Kesimpulan tersebut disampaikan dalam artikel ilmiah berjudul Modern War Strategy and Economic Independence: An Analysis of the US–Israel vs. Iran Conflict from the Perspective of Global Economic Disruption yang ditulis oleh Joseph Robert Giri dan Kup Yanto Setiono dari Politeknik Angkatan Darat (Poltekad). Artikel tersebut dipublikasikan pada Formosa Journal of Science and Technology (FJST), Volume 5 Nomor 7 Tahun 2026. Para penulis menunjukkan bahwa konflik modern telah berkembang menjadi instrumen politik, energi, dan ekonomi yang saling berkaitan sehingga dampaknya dirasakan jauh melampaui wilayah perang.

Menurut penulis, konflik di kawasan Timur Tengah saat ini tidak dapat dipahami hanya melalui pendekatan militer. Ketegangan di kawasan strategis, terutama yang berkaitan dengan jalur distribusi energi dunia seperti Selat Hormuz, mampu memengaruhi harga minyak, rantai pasok global, tingkat inflasi, hingga kebijakan ekonomi berbagai negara. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perang modern memiliki konsekuensi yang jauh lebih luas dibandingkan konflik bersenjata pada masa lalu.

Artikel ini menjelaskan bahwa sebagian besar penelitian sebelumnya masih membahas konflik secara terpisah, misalnya hanya dari sisi militer, ekonomi energi, atau hukum internasional. Joseph Robert Giri dan Kup Yanto Setiono menawarkan pendekatan yang berbeda dengan menggabungkan berbagai perspektif tersebut ke dalam satu model analisis yang lebih menyeluruh. Mereka memanfaatkan teori Clausewitz, realisme struktural, konsep deterrence, interdependensi kompleks, dan pendekatan system dynamics untuk menjelaskan hubungan sebab akibat yang bersifat dinamis dan non-linear.

Penelitian menggunakan metode kualitatif eksplanatori dengan pendekatan system dynamics. Analisis dilakukan melalui penyusunan Causal Loop Diagram (CLD) yang menggambarkan hubungan antara konflik militer, gangguan energi, dan tekanan ekonomi global. Data penelitian berasal dari laporan lembaga internasional seperti OPEC, IMF, dan IEA, dilengkapi dengan wawancara bersama pakar hubungan internasional Prof. Banyu Perwita serta Dirjen Strategi Pertahanan Mayjen TNI Agus Widodo. Pendekatan tersebut dipilih untuk memahami pola hubungan yang kompleks dan tidak dapat dijelaskan melalui model statistik linear.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dapat memicu gangguan terhadap distribusi energi global. Gangguan tersebut menyebabkan kenaikan harga minyak dunia yang kemudian meningkatkan biaya produksi dan distribusi berbagai sektor ekonomi. Dampaknya tidak berhenti pada harga energi, tetapi juga mendorong inflasi global, memperbesar biaya logistik, mengganggu rantai pasok internasional, dan meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan. Hubungan antarvariabel tersebut berlangsung melalui mekanisme umpan balik (feedback mechanism) yang saling memperkuat sehingga menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan efek konflik secara langsung.

Penelitian juga menemukan bahwa konsep deterrence atau efek penangkalan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga agar konflik tidak berkembang menjadi perang terbuka berskala besar. Israel mempertahankan strategi ambiguitas nuklir dan keunggulan teknologi militernya, sedangkan Iran mengembangkan strategi asimetris melalui rudal, jaringan proksi, dan kemampuan strategis lainnya. Kedua pendekatan tersebut menciptakan keseimbangan yang mampu menahan eskalasi konflik meskipun ketegangan tetap berlangsung.

Dari sisi ekonomi, penelitian menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi dunia. Jalur ini dilalui sekitar 20–30 persen perdagangan minyak global sehingga setiap gangguan berpotensi menyebabkan lonjakan harga minyak dan meningkatkan tekanan terhadap perekonomian internasional. Peneliti menjelaskan bahwa hubungan antara konflik, energi, dan ekonomi membentuk sistem yang saling memengaruhi secara terus-menerus.

Melalui analisis berbasis system dynamics, para penulis menunjukkan adanya dua mekanisme utama. Mekanisme pertama memperlihatkan bagaimana konflik meningkatkan gangguan pasokan energi yang kemudian memperburuk kondisi ekonomi global. Mekanisme kedua menunjukkan bahwa tekanan ekonomi juga dapat memperbesar ketegangan geopolitik sehingga membentuk siklus yang terus berulang. Sebaliknya, kapasitas deterrence berfungsi sebagai mekanisme penyeimbang yang membantu menahan eskalasi konflik. Model tersebut menjadi kebaruan utama penelitian karena mampu menjelaskan hubungan non-linear antara perang, energi, dan ekonomi global.

Temuan penelitian memiliki implikasi penting bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Menurut penulis, pemerintah perlu memperkuat kebijakan kemandirian energi, meningkatkan ketahanan rantai pasok, serta mengembangkan strategi pertahanan yang mampu menghadapi ancaman multidimensi. Kolaborasi antara sektor pertahanan, ekonomi, energi, dan diplomasi dinilai semakin penting untuk mengurangi risiko yang muncul akibat konflik internasional.

Joseph Robert Giri menegaskan bahwa perang modern tidak lagi sekadar menggunakan kekuatan militer untuk memenangkan pertempuran, tetapi telah menjadi instrumen yang memengaruhi distribusi energi, stabilitas ekonomi, dan keseimbangan politik global. Oleh karena itu, pengambilan kebijakan pertahanan maupun ekonomi harus mempertimbangkan keterkaitan antarsektor agar mampu menghadapi dinamika keamanan internasional yang semakin kompleks.

Profil Penulis

Joseph Robert Giri merupakan peneliti dari Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) dengan fokus kajian pada strategi pertahanan, geopolitik, dan keamanan internasional.

Kup Yanto Setiono merupakan akademisi dari Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) yang memiliki minat penelitian pada studi pertahanan, strategi militer, dan hubungan antara keamanan serta ekonomi global. (Gelar akademik penulis tidak tercantum pada naskah yang tersedia.)

Sumber Penelitian

Giri, Joseph Robert & Setiono, Kup Yanto. Modern War Strategy and Economic Independence: An Analysis of the US–Israel vs. Iran Conflict from the Perspective of Global Economic Disruption. Formosa Journal of Science and Technology (FJST), Vol. 5, No. 7, 2026. DOI: https://doi.org/10.55927/fjst.v5i7.116. URL : https://journalfjst.my.id/index.php/fjst

Posting Komentar

0 Komentar