Model Problem-Based Learning dan Pop-Up Book Tingkatkan Keaktifan Belajar Siswa SD di Parepare

Ilustrasi by AI

Parepare - Model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media Pop-Up Book terbukti mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa sekolah dasar dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Temuan tersebut dilaporkan oleh Musfirah, Muhammad Amran, dan Nurhalifa Hakim dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar, dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS). Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pemecahan masalah yang didukung media visual interaktif mampu menciptakan kelas yang lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.

Temuan ini menjadi penting di tengah tantangan dunia pendidikan dasar yang masih menghadapi rendahnya partisipasi siswa selama proses belajar. Banyak kelas masih menerapkan metode pembelajaran yang didominasi guru sehingga siswa cenderung pasif, enggan bertanya, dan kurang terlibat dalam diskusi. Kondisi tersebut berpotensi menghambat perkembangan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan pemecahan masalah yang kini menjadi kompetensi penting dalam pendidikan abad ke-21.

Keaktifan Belajar Masih Menjadi Tantangan

Berdasarkan observasi awal di UPTD SD Negeri 85 Parepare, Sulawesi Selatan, peneliti menemukan bahwa siswa kelas V menunjukkan tingkat keaktifan belajar yang masih rendah pada mata pelajaran IPAS. Banyak siswa kurang percaya diri menyampaikan pendapat, jarang berpartisipasi dalam diskusi kelompok, dan masih bergantung pada penjelasan guru selama pembelajaran berlangsung.

Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang menarik perhatian siswa juga belum dimanfaatkan secara optimal. Akibatnya, proses belajar berlangsung secara satu arah dan belum mampu mendorong siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan secara mandiri.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim peneliti menerapkan model Problem-Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media Pop-Up Book. PBL mengajak siswa mempelajari materi melalui penyelesaian masalah nyata, sedangkan Pop-Up Book menghadirkan gambar tiga dimensi yang membantu siswa memahami konsep secara lebih konkret dan menarik.

Penelitian Dilakukan Melalui Dua Siklus Pembelajaran

Penelitian menggunakan metode Classroom Action Research (CAR) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

Subjek penelitian melibatkan 30 siswa kelas V UPTD SD Negeri 85 Parepare yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Selama proses pembelajaran, peneliti mengamati aktivitas guru, aktivitas siswa, serta tingkat keaktifan belajar menggunakan lembar observasi yang telah divalidasi.

Dalam pembelajaran, siswa diajak menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan materi "Daerahku Kebanggaanku" melalui diskusi kelompok, investigasi, presentasi hasil, dan evaluasi bersama. Media Pop-Up Book digunakan sebagai alat bantu visual agar siswa lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan rasa ingin tahu mereka.

Hasil Penelitian Menunjukkan Peningkatan Signifikan

Setelah dua siklus pembelajaran, seluruh indikator menunjukkan peningkatan yang cukup besar.

Beberapa hasil utama penelitian meliputi:

  • Aktivitas guru meningkat dari 66% menjadi 93,33%.
  • Aktivitas siswa meningkat dari 69,78% menjadi 93,11%.
  • Keaktifan belajar siswa meningkat dari 63,54% menjadi 86,45%, sehingga masuk kategori tinggi.
  • Seluruh indikator keberhasilan penelitian berhasil dicapai pada siklus kedua sehingga penelitian tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif dalam bertanya, berdiskusi, menyampaikan pendapat, mempresentasikan hasil kerja kelompok, hingga mengevaluasi solusi terhadap permasalahan yang diberikan.

Selama siklus kedua, guru juga memberikan kesempatan lebih luas kepada seluruh siswa untuk berpartisipasi sehingga suasana kelas menjadi jauh lebih interaktif dibandingkan sebelumnya.

Mengapa Kombinasi PBL dan Pop-Up Book Efektif?

Penelitian menjelaskan bahwa keberhasilan pembelajaran berasal dari kombinasi antara pendekatan pemecahan masalah dan media visual yang menarik.

Model Problem-Based Learning mendorong siswa berpikir kritis melalui penyelesaian masalah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, Pop-Up Book menghadirkan ilustrasi tiga dimensi yang membuat konsep-konsep abstrak menjadi lebih mudah dipahami.

Ketika kedua pendekatan tersebut digabungkan, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga aktif mengamati, berdiskusi, mencari informasi, menyusun solusi, serta mempresentasikan hasilnya kepada teman-teman sekelas. Proses tersebut terbukti meningkatkan motivasi sekaligus keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

Musfirah dan rekan-rekan dari Universitas Negeri Makassar menyimpulkan bahwa media Pop-Up Book berfungsi sebagai rangsangan visual yang memperkuat penerapan Problem-Based Learning. Menurut mereka, kombinasi keduanya berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa.

Manfaat bagi Dunia Pendidikan

Hasil penelitian memberikan rekomendasi praktis bagi guru sekolah dasar untuk menerapkan pembelajaran berbasis masalah yang dikaitkan dengan situasi nyata di sekitar siswa. Pendekatan tersebut dapat meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama.

Sekolah juga didorong menyediakan media pembelajaran inovatif seperti Pop-Up Book agar guru memiliki lebih banyak pilihan dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik. Dukungan terhadap media pembelajaran interaktif dinilai penting untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, terutama pada jenjang pendidikan dasar.

Penelitian ini juga membuka peluang bagi penelitian lanjutan yang mengombinasikan Problem-Based Learning dengan berbagai media pembelajaran lain maupun pada mata pelajaran yang berbeda sehingga manfaatnya dapat diterapkan secara lebih luas.

Profil Penulis

Musfirah, merupakan akademisi pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar dengan bidang keahlian pendidikan dasar, strategi pembelajaran inovatif, dan pengembangan aktivitas belajar siswa.

Muhammad Amran, adalah akademisi Universitas Negeri Makassar yang memiliki kepakaran dalam pendidikan dasar, inovasi pembelajaran, dan pengembangan profesional guru.

Nurhalifa Hakim merupakan peneliti dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar, dengan fokus penelitian pada pembelajaran sekolah dasar dan pengembangan media pembelajaran.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Implementation the Problem Based Learning (PBL) Model Assisted by Pop-Up Book Media to Increase the Activeness of Science Learning in Class V Students of UPTD SD Negeri 85 Parepare

Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS), Vol. 4 No. 7

Tahun: 2026

Penulis: Musfirah, Muhammad Amran, Nurhalifa Hakim

Afiliasi: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i7.16

URL: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

Posting Komentar

0 Komentar