Penelitian yang dipimpin oleh Haifa Farras Izdihar bersama Laili Komariyah, Akhmad, Widyatmike Gede Mulawarman, Usfandi Haryaka, dan Azainil ini diselesaikan pada akhir tahun 2025. Studi ini menyoroti bagaimana TK milik Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB) di Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, berhasil mengoptimalkan tata kelola sekolah di bawah ekosistem kemitraan yayasan dan korporasi tambang batubara PT Kaltim Prima Coal (PT KPC). Langkah taktis ini terbukti vital bagi keberlanjutan institusi pendidikan dalam menghadapi tantangan zaman.
Menjawab Tantangan Penurunan Indikator Belajar dan Ekspektasi Tinggi Orang Tua
Meskipun TK YPPSB secara konsisten menjadi sekolah swasta dengan jumlah siswa terbanyak di Kecamatan Sangatta Utara—mencapai 288 hingga 300 anak—serta mengantongi indeks kepuasan pelanggan di atas angka 91, institusi ini sempat dihadapkan pada masalah internal yang cukup serius.
Data dari Rapor Pendidikan dan Buku Kerja Sekolah menunjukkan adanya tren penurunan pada indikator capaian pembelajaran yang membangun kemampuan fondasi anak. Angka capaian tersebut merosot dari skor 88,75 dengan kategori "Baik" pada tahun ajaran 2023/2024 menjadi 79,06 dengan kategori "Sedang" pada tahun ajaran 2024/2025. Penurunan sebesar 9,69 poin ini terjadi bertepatan dengan masa transisi kepemimpinan baru di sekolah tersebut.
Selain itu, sekolah juga dihadapkan pada tuntutan tinggi dari mayoritas orang tua siswa yang merupakan karyawan PT KPC dengan latar belakang pendidikan tinggi. Mereka menaruh ekspektasi besar terhadap sistem keamanan sekolah untuk mencegah perundungan (bullying), serta mengharapkan kemitraan yang lebih interaktif. Ditambah lagi, ketergantungan finansial pada dana operasional (OPEX) dari korporasi tambang memiliki risiko keberlanjutan jangka panjang terhadap dinamika regulasi dan pasar.
Untuk membedah dinamika tersebut, Haifa Farras Izdihar dan timnya menggunakan metode studi kasus kualitatif yang berlangsung dari Juli hingga November 2025. Peneliti mengumpulkan data secara langsung melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta analisis dokumen resmi sekolah. Guna memastikan keabsahan data, tim peneliti melakukan pencocokan silang (triangulasi) baik dari sumber data maupun teknik pengumpulan yang digunakan.
Empat Pilar Utama Tata Kelola Kepala Sekolah
Hasil investigasi ilmiah Universitas Mulawarman mencatat bahwa Kepala TK YPPSB, Yenny Ary Kresnawati, berhasil mengimplementasikan model kepemimpinan transformasional dan strategis melalui empat fungsi manajemen terpadu:
- Perencanaan Berbasis Data: Perencanaan program sekolah tidak lagi berdasarkan asumsi, melainkan bertumpu pada hasil evaluasi Rapor Pendidikan tahun sebelumnya melalui forum rapat kerja semester. Kepala sekolah menurunkan visi-misi yayasan ke dalam program operasional yang terukur. Uniknya, perencanaan ini mencakup inventarisasi sarana prasarana yang sangat detail di 21 titik manajemen dengan mengelola sekitar 959 jenis barang, serta transparansi alokasi anggaran dari tiga sumber (BOSP, OPEX korporasi, dan iuran orang tua).
- Pengorganisasian Berjenjang yang Sah: Struktur organisasi dibuat secara rapi dan memiliki kekuatan hukum lewat Surat Keputusan Kepala TK YPPSB Nomor 166/4-7e/2025. Pembagian tugas didistribusikan secara adil mulai dari pimpinan, wakil kepala sekolah, guru kelas, hingga guru pendamping. Jalur komunikasi diperkuat melalui morning briefing harian, diskusi mingguan, dan penggunaan sistem digital terintegrasi seperti PRIMASI dan SiPinter untuk meminimalkan risiko kelalaian kerja.
- Eksekusi Pembelajaran Berpusat pada Anak: Dalam pelaksanaannya, sekolah menerapkan kurikulum merdeka tingkat Mandiri Berbagi dengan sistem sentra bergerak (moving center) yang berotasi selama sembilan hari. Penilaian perkembangan anak menggunakan multi-instrumen, seperti catatan anekdot, foto berseri, dan unjuk karya. Keterlibatan orang tua dipicu lewat empat jalur adaptif: pertemuan bulanan, kelas orang tua, pelibatan langsung dalam aktivitas kelas, serta kanal informasi digital.
- Pengawasan Berlapis dan Pengujian ISO 9001: Guna menjaga kualitas secara konsisten, strategi pengawasan dilakukan tidak hanya lewat supervisi akademik internal sebanyak dua kali setahun, namun juga melibatkan audit mutu eksternal melalui sertifikasi ISO 9001. Evaluasi ini dikombinasikan dengan survei kepuasan pelanggan secara berkala untuk mendeteksi kelemahan secara cepat.
Posisi Strategis di Kuadran Agresif
Berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal (SWOT), penelitian ini menempatkan TK YPPSB berada pada posisi Strategi Pertumbuhan Agresif atau Kuadran I. Lembaga ini memiliki kekuatan berupa sumber daya manusia berkualifikasi sarjana PAUD yang berpengalaman, pendanaan yang terstruktur, dan fasilitas yang sangat lengkap.
Meskipun terdapat ancaman eksternal seperti migrasi guru ke jalur PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) serta persaingan antar-TK yang kian ketat di Sangatta Utara, kepala sekolah mampu memanfaatkan peluang kemitraan multi-instansi (Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan) serta dana CSR perusahaan untuk mempertahankan posisi unggulnya.
Haifa Farras Izdihar menegaskan bahwa keberhasilan ini memberikan implikasi kebijakan yang penting bagi Dinas Pendidikan dan yayasan di Indonesia. Sekolah di bawah naungan industri harus didorong untuk mengadopsi sistem informasi digital yang terintegrasi guna menjembatani komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua. Selain itu, penerapan manajemen mutu sekelas ISO 9001 di sektor PAUD swasta terbukti efektif menjadi instrumen pengawasan eksternal yang akuntabel pendamping akreditasi nasional.
Profil Peneliti
- Haifa Farras Izdihar, S.Pd. merupakan peneliti utama dari Universitas Mulawarman yang berfokus pada manajemen strategis pendidikan anak usia dini dan pengembangan mutu kurikulum di kawasan industri.
- Dr. Laili Komariyah, M.Si. adalah pakar kepemimpinan pendidikan dari Universitas Mulawarman yang aktif meneliti kontribusi kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap pemulihan mutu pembelajaran.
- Widyatmike Gede Mulawarman bersama Usfandi Haryaka merupakan tim ahli tata kelola sekolah dari universitas yang sama, dengan spesialisasi riset penguatan tata kelola Sekolah Ramah Anak (SRA) dan skema pembiayaan Public-Private Partnership.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel Jurnal: Strategic Management of Principals in Improving the Quality of Education in Kindergarten of the Prima Swarga Bara Education Foundation
- Penulis: Haifa Farras Izdihar, Laili Komariyah, Akhmad, Widyatmike Gede Mulawarman, Usfandi Haryaka, Azainil
- Nama Jurnal: International Journal of Advancing Social Sciences and Education (IJASSE)
- Volume & Tahun: Vol. 4, No. 3, 2026: 255-270
- DOI / URL Resmi:
/https://doi.org/10.59890/ijasse.v4i3.9 https://journalijasse.my.id/index.php/ijasse
0 Komentar