Standarisasi Proses Produksi Bantu UMKM Las Mataram Tekan Angka Cacat Produk

Ilustrasi by AI

Penelitian terbaru mengungkap bahwa penerapan Statistical Process Control (SPC) dapat membantu UMKM las di Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengidentifikasi dan mengurangi cacat pada produksi sabit secara terstruktur. Studi yang dilakukan oleh Akbar Tawaqqal dan Muhammad Rivaldi Harjian dari Universitas Mataram pada Juni 2026 ini menyoroti pentingnya sistem kendali mutu berbasis data bagi keberlangsungan usaha kecil di sektor manufaktur.

Latar Belakang dan Tantangan

Dalam industri manufaktur kecil, masalah kualitas produk sering kali berdampak pada kerugian material dan penurunan reputasi usaha. Produk sabit, sebagai alat pertanian esensial di Pulau Lombok, memerlukan standar ketajaman, akurasi dimensi, dan ketahanan material yang konsisten. Namun, banyak pelaku UMKM las masih bergantung pada kebiasaan individu tanpa prosedur operasional standar (SOP) yang terdokumentasi, sehingga variasi kualitas sulit dikendalikan.

Metodologi Penelitian

Peneliti melakukan observasi fisik dan pencatatan data selama 20 periode produksi dengan total 400 unit sabit sebagai sampel. Analisis dilakukan menggunakan empat perangkat kendali mutu statistik: check sheet untuk pengumpulan data, diagram Pareto untuk memprioritaskan jenis cacat, peta kendali (p-chart) untuk memantau stabilitas proses, serta diagram tulang ikan (fishbone) untuk mencari akar penyebab masalah.

Temuan Utama

Hasil penelitian menunjukkan tingkat cacat sebesar 8,00%, dengan rincian jenis cacat sebagai berikut:

  • Retak (Crack): 43,75% (jenis cacat paling dominan).
  • Ketebalan Tidak Merata: 31,25%.
  • Ketajaman Kurang (Dull Edge): 25,00%.

Meskipun secara statistik proses produksi berada dalam batas kendali, nilai Defect Per Million Opportunities (DPMO) sebesar 26.666,7 menunjukkan bahwa kapabilitas proses masih jauh di bawah standar industri yang kompetitif dan memerlukan perbaikan signifikan.

Implikasi bagi UMKM

Diagram tulang ikan mengidentifikasi bahwa ketiadaan SOP tertulis adalah penyebab paling fundamental dari cacat produk. Faktor lain mencakup kelelahan operator, mesin las yang aus, serta material yang tidak seragam. Peneliti merekomendasikan tiga langkah perbaikan utama:

  1. Penyusunan SOP: Membuat standar tertulis untuk proses pengelasan dan pengecekan dimensi.
  2. Perawatan Preventif: Menjadwalkan pemeliharaan mesin secara rutin untuk menjaga kestabilan arus las.
  3. Budaya Mutu: Melatih operator dan menerapkan pemantauan kualitas secara rutin menggunakan p-control chart.

Profil Penulis:

  • Akbar Tawaqqal: Dosen/Peneliti di Departemen Teknik Industri, Universitas Mataram.
  • Muhammad Rivaldi Harjian: Peneliti di Departemen Teknik Elektro, Universitas Mataram.

Sumber Penelitian: Tawaqqal, A., & Harjian, M. R. (2026). Analysis of Sickle Product Defects Using Statistical Process Control in a Welding MSME. International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST), 4(6), 337-350. DOI: https://doi.org/10.59890/ijist.v4i6.14.

Posting Komentar

0 Komentar