Strategi pemasaran digital dan kecepatan respon penjual terbukti menjadi faktor paling krusial dalam mengunci loyalitas konsumen pada industri busana adat Bali
Dilema Visibilitas Digital di Pasar Pakaian Tradisional
Perkembangan teknologi informasi saat ini telah mengubah total lanskap belanja masyarakat, termasuk pada sektor pakaian adat seperti kebaya, kamen, udeng, dan endek
Meski demikian, banyak pelaku usaha mengeluhkan adanya ketimpangan antara tingginya interaksi di media sosial dengan performa penjualan yang sering naik-turun
Metodologi: Mengukur Perilaku Belanja Lewat Pendekatan Ilmiah
Penelitian ini mengambil lokus di MA Busana Store, sebuah ritel busana adat Bali yang berbasis di Kabupaten Tabanan, Bali
Seluruh data numerik yang terkumpul dianalisis secara statistik menggunakan perangkat lunak SmartPLS melalui metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM)
Temuan Utama: Pelayanan Responsif Mengubah Pencarian Menjadi Penjualan
Analisis struktural model menunjukkan daya prediksi yang sangat kuat
Hasil uji hipotesis mencatat beberapa poin penting:
Efektivitas Iklan Digital: Pemasaran digital memiliki dampak positif signifikan secara langsung terhadap keputusan pembelian (koefisien beta = 0,466; t-statistik = 8,184) dan loyalitas pelanggan (beta = 0,526; t-statistik = 138,521)
. Vitalnya Kecepatan Respon: Respon penjual yang cepat dan informatif terbukti mendongkrak keputusan pembelian (beta = 0,075; t-statistik = 5,540) serta loyalitas konsumen (beta = 0,194; t-statistik = 118,574)
. Peran Mediasi Keputusan Pembelian: Keputusan pembelian sukses memediasi secara penuh hubungan antara pemasaran digital terhadap loyalitas (t-statistik = 22,983), serta respon penjual terhadap loyalitas (t-statistik = 7,207)
. Artinya, strategi pemasaran dan keramahan pelayanan harus mampu mengonversi ketertarikan menjadi transaksi riil terlebih dahulu agar kelak tercipta konsumen yang setia . Keunikan Efek Persepsi Harga: Persepsi harga terbukti memengaruhi keputusan pembelian awal (beta = 0,339; t-statistik = 4,994)
. Namun uniknya, keputusan pembelian ditemukan tidak memediasi hubungan antara persepsi harga dengan loyalitas konsumen (t-statistik = 3,334; p-value = 0,079 > 0,05) .
Hasil unik pada poin harga ini mengindikasikan bahwa loyalitas pelanggan pada segmen busana adat tidak melulu didorong oleh urusan murah atau mahalnya harga produk, melainkan lebih didominasi oleh nilai budaya, kepuasan pelayanan, dan ikatan emosional
Manfaat Nyata bagi Pelaku Usaha Fashion Budaya
Berdasarkan perluasan kerangka teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R), riset ini membawa implikasi manajerial yang berharga bagi dunia usaha, khususnya UMKM berbasis budaya
Selain itu, toko busana wajib menerapkan sistem respon komunikasi terpadu (omnichannel) dengan target maksimal balasan dalam dua jam di seluruh platform media sosial dan niaga-el (e-commerce)
Profil Peneliti
I Nyoman Mertha Nugraha merupakan dosen dan peneliti di Universitas Triatma Mulya, Bali, Indonesia
Sumber Informasi Penelitian
Judul Artikel: Impact of Digital Marketing, Seller Response, and Price Perception on Purchase Decisions and Customer Loyalty
Nama Jurnal: International Journal of Asian Business and Management (IJABM)
Volume & Nomor: Vol. 5, No. 3, 2026 (Halaman 209-224)
Tahun Publikasi: 2026
Tautan Resmi / DOI:
0 Komentar