Pop-Up Book Ubah Pembelajaran Energi Menjadi Lebih Menarik bagi Siswa Sekolah Dasar

Created by AI

FORMOSA NEWS  – Media pembelajaran Pop-Up Book terbukti mampu membuat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi energi dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Inovasi ini dikembangkan oleh Emia Lestari br Sitepu, Jainal Togatorop, dan Yosefo Gule dari Universitas Quality Berastagi melalui penelitian yang dilakukan pada tahun ajaran 2025/2026 di SD Negeri 044825 Gundaling I Berastagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cetak interaktif dapat mengubah konsep energi yang abstrak menjadi pengalaman belajar yang konkret sehingga mendukung pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa.

Pada jenjang sekolah dasar, siswa masih berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret. Karena itu, mereka lebih mudah memahami materi apabila disajikan melalui objek yang dapat dilihat, disentuh, dan diamati secara langsung. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran IPAS masih sering didominasi metode ceramah dan penggunaan buku teks sehingga siswa kesulitan membayangkan konsep-konsep abstrak seperti energi.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim peneliti mengembangkan Pop-Up Book, yaitu buku bergambar dengan elemen tiga dimensi yang dapat muncul atau bergerak ketika halaman dibuka. Media ini dirancang untuk menampilkan berbagai bentuk energi, seperti energi cahaya, panas, listrik, bunyi, dan gerak, melalui ilustrasi yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Berawal dari Rendahnya Antusiasme Belajar Siswa

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di SD Negeri 044825 Gundaling I Berastagi yang menunjukkan bahwa antusiasme belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS masih rendah.

Guru menyampaikan bahwa pembelajaran lebih banyak menggunakan buku paket dan gambar dua dimensi sehingga siswa cepat merasa bosan. Akibatnya, pemahaman terhadap konsep energi yang bersifat abstrak menjadi kurang optimal dan berpotensi menimbulkan miskonsepsi.

Menurut para peneliti dari Universitas Quality Berastagi, kondisi tersebut menunjukkan perlunya media pembelajaran yang lebih konkret, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Dikembangkan Melalui Tiga Tahapan

Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Planning, Production, Evaluation (PPE).

Penelitian melibatkan 23 siswa kelas IV SD Negeri 044825 Gundaling I Berastagi.

Tahapan pengembangan meliputi:

  • Planning, yaitu menganalisis kebutuhan siswa, kurikulum, dan materi pembelajaran.

  • Production, yaitu menyusun materi, membuat ilustrasi tiga dimensi, mendesain tata letak, serta menghasilkan Pop-Up Book.

  • Evaluation, yaitu melakukan validasi oleh para ahli, merevisi produk, dan mengujinya kepada siswa.

Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru, validasi ahli, dan angket respons siswa.

Mendapat Penilaian Sangat Tinggi dari Para Ahli

Sebelum digunakan di kelas, media Pop-Up Book terlebih dahulu divalidasi oleh para ahli.

Hasil validasi menunjukkan nilai yang sangat tinggi, yaitu:

  • Ahli materi: 97,5%

  • Ahli media: 96,6%

  • Praktisi pembelajaran (guru kelas): 97,5%

Nilai tersebut menunjukkan bahwa media telah memenuhi aspek kelayakan isi, kebahasaan, tampilan visual, serta kesesuaian dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Para validator hanya memberikan beberapa masukan kecil, seperti menyederhanakan istilah tertentu dan memperbesar ukuran huruf agar lebih mudah dibaca oleh siswa.

Respons Siswa Sangat Positif

Setelah dinyatakan layak, Pop-Up Book diuji coba kepada siswa kelas IV.

Hasilnya menunjukkan bahwa media ini mendapatkan respons yang sangat positif.

Beberapa temuan utama penelitian meliputi:

  • 93,7% siswa menyatakan Pop-Up Book sangat menarik.

  • 91,07% merasa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran.

  • 91,07% lebih termotivasi memahami materi energi.

  • 91,9% menilai suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.

  • 89,2% menyatakan media mudah digunakan.

  • 87,5% merasa media membantu meningkatkan pemahaman.

  • 83,9% menyatakan isi materi mudah dipahami.

Secara keseluruhan, tingkat kepraktisan media mencapai 85,37% pada uji coba kelompok kecil dan meningkat menjadi 91,3% pada kelompok besar. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin sering digunakan, semakin mudah pula siswa memanfaatkan media tersebut dalam proses belajar.

Membuat Konsep Energi Menjadi Lebih Nyata

Salah satu keunggulan utama Pop-Up Book adalah kemampuannya mengubah konsep energi yang abstrak menjadi visualisasi tiga dimensi yang mudah dipahami.

Melalui media ini, siswa tidak hanya membaca penjelasan tentang energi, tetapi juga dapat melihat ilustrasi bagaimana energi berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Misalnya, perubahan energi listrik menjadi energi gerak pada kipas angin atau pemanfaatan energi matahari dalam kehidupan sehari-hari.

Interaksi langsung dengan elemen Pop-Up membuat siswa lebih aktif berdiskusi, bertanya, dan menemukan konsep sendiri. Pembelajaran yang sebelumnya berpusat pada guru (teacher-centered) berubah menjadi pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa (student-centered).

Bermanfaat bagi Guru dan Sekolah

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran sederhana berbasis cetak masih memiliki peran penting di era digital.

Pop-Up Book mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa memerlukan perangkat elektronik maupun akses internet. Hal ini menjadikannya solusi yang relevan bagi sekolah-sekolah dasar dengan keterbatasan fasilitas teknologi.

Tim peneliti juga merekomendasikan agar guru mengembangkan media serupa untuk materi IPAS lainnya yang bersifat abstrak. Penelitian lanjutan diharapkan tidak hanya menguji tingkat validitas dan kepraktisan media, tetapi juga mengukur pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar siswa secara kuantitatif.

Menurut peneliti, media pembelajaran yang dirancang sesuai karakteristik peserta didik dapat meningkatkan partisipasi aktif, mempermudah pemahaman konsep, sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa.

Profil Penulis

Emia Lestari br Sitepu merupakan peneliti dan mahasiswa Universitas Quality Berastagi yang memiliki minat pada pengembangan media pembelajaran inovatif untuk sekolah dasar.

Jainal Togatorop adalah dosen Universitas Quality Berastagi dengan bidang keahlian pendidikan dasar, pengembangan kurikulum, dan inovasi pembelajaran.

Yosefo Gule merupakan dosen dan peneliti di Universitas Quality Berastagi yang menekuni bidang teknologi pendidikan, media pembelajaran, dan pengembangan pembelajaran sekolah dasar.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Development of Pop-Up Book Learning Media for the Science and Social Studies (IPAS) Subject on the Topic of Energy in Everyday Life for Fourth Grade Students at SD Negeri 044825 Berastagi, Academic Year 2025/2026

Penulis: Emia Lestari br Sitepu, Jainal Togatorop, Yosefo Gule

Jurnal: Asian Journal of Applied Education (AJAE)

Tahun Publikasi: 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/ajae.v5i3.16757

E-ISSN: 2963-5241

Website Jurnal: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajae (journal.formosapublisher.org)

Posting Komentar

0 Komentar