Pengolahan Kopi Arabika Tingkatkan Nilai Tambah hingga 64,95 Persen di Koperasi Solok Radjo

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Padang - Pengolahan biji kopi Arabika menjadi kopi bubuk terbukti mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan. Temuan ini disampaikan oleh Herda Gusvita, S.P., M.P., bersama Esa Diya Wahyuni, Zenta Afriyanto, dan Gusriati dari Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti Padang, melalui penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 di Formosa Journal of Science and Technology. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi kopi tidak hanya meningkatkan keuntungan koperasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan petani dan daya saing produk kopi Indonesia.

Permintaan kopi spesialti yang terus meningkat di pasar domestik maupun internasional mendorong pelaku usaha untuk tidak lagi menjual kopi dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan menjadi produk siap konsumsi dinilai memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar dibandingkan menjual biji kopi atau green bean.

Kondisi tersebut menjadi latar belakang penelitian yang dilakukan di Koperasi Solok Radjo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Koperasi ini dikenal sebagai salah satu produsen kopi Arabika berkualitas dengan cita rasa khas dataran tinggi Sumatera Barat dan telah menerapkan sistem budidaya serta pengolahan yang terintegrasi.

Penelitian dilaksanakan pada Juni 2025 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Tim peneliti mengumpulkan data melalui wawancara langsung dengan pengurus dan karyawan koperasi serta memadukannya dengan data pendukung dari berbagai sumber ilmiah. Analisis nilai tambah dilakukan menggunakan Metode Hayami, yaitu metode yang umum digunakan untuk menghitung manfaat ekonomi dari proses pengolahan hasil pertanian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan peningkatan nilai tambah dimulai sejak tahap budidaya. Koperasi Solok Radjo menerapkan proses produksi yang cukup lengkap, mulai dari pemilihan benih unggul varietas Sigarar Utang dan Kartika, pengolahan lahan, pemupukan organik dan anorganik, pengendalian hama secara biologis, hingga pemanenan buah kopi merah (red cherry) secara selektif.

Setelah dipanen, buah kopi menjalani serangkaian proses pascapanen untuk menghasilkan green bean berkualitas. Tahapan tersebut meliputi penyortiran menggunakan metode perendaman air, pengeringan selama sekitar 30 hingga 45 hari menggunakan rumah pengering, serta pengupasan kulit kering menggunakan mesin huller.

Proses pengolahan kemudian dilanjutkan menjadi kopi bubuk melalui beberapa tahapan utama, yaitu:

  • Penyortiran kembali biji kopi untuk memastikan kualitas.
  • Proses sangrai (roasting) pada suhu 180–200 derajat Celsius selama sekitar 10–15 menit.
  • Pendinginan selama 5–7 menit.
  • Penggilingan hingga menghasilkan bubuk kopi bertekstur sedang.
  • Pengemasan menggunakan drip bag, plastik sachet, dan kotak kemasan.

Dalam satu kali produksi, koperasi menggunakan 10 kilogram biji kopi Arabika dan menghasilkan sekitar 8,7 kilogram kopi bubuk. Produk tersebut kemudian dikemas menjadi sekitar 174 kotak, masing-masing berisi lima sachet kopi dengan berat total 50 gram per kotak.

Analisis ekonomi menunjukkan bahwa proses pengolahan tersebut memberikan hasil yang sangat menguntungkan.

Beberapa temuan utama penelitian meliputi:

  • Nilai tambah mencapai Rp734.583,33 per kilogram bahan baku.
  • Rasio nilai tambah sebesar 64,95 persen.
  • Keuntungan mencapai Rp714.583,33 per kilogram.
  • Tingkat keuntungan mencapai 63,18 persen.
  • Nilai produk akhir mencapai sekitar Rp1.131.000 per kilogram bahan baku yang diolah.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar peningkatan nilai ekonomi berasal dari proses pengolahan, bukan dari penjualan biji kopi mentah. Mulai dari proses sangrai, penggilingan, pengemasan hingga penciptaan identitas produk memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan harga jual.

Penelitian juga menemukan bahwa sekitar 71,39 persen margin usaha berasal dari keuntungan perusahaan, sementara kontribusi biaya pendukung mencapai 26,61 persen, dan bagian untuk tenaga kerja sekitar 1,99 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi pengelolaan usaha serta kemampuan menciptakan produk bernilai tinggi menjadi faktor utama keberhasilan koperasi.

Menurut Herda Gusvita dan tim peneliti dari Universitas Ekasakti Padang, keberhasilan Koperasi Solok Radjo menunjukkan bahwa pengembangan agroindustri kopi merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal. Pengolahan pascapanen yang baik, pengendalian mutu secara konsisten, serta kemasan yang menarik mampu meningkatkan nilai jual kopi secara signifikan dibandingkan menjual kopi dalam bentuk bahan baku.

Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan industri kopi nasional. Bagi petani, hasil penelitian menunjukkan bahwa bergabung dalam koperasi yang memiliki fasilitas pengolahan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil panen. Bagi pelaku usaha, penelitian ini memberikan gambaran bahwa investasi pada teknologi pengolahan, pengemasan, dan pemasaran mampu menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi.

Di sisi lain, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai dasar penyusunan kebijakan pengembangan hilirisasi kopi, pemberdayaan koperasi, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro dan menengah di sektor perkebunan.

Dengan meningkatnya tren konsumsi kopi premium di Indonesia maupun pasar ekspor, model bisnis seperti yang diterapkan Koperasi Solok Radjo dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah penghasil kopi lainnya dalam membangun industri kopi yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi.

Profil Singkat Penulis

Herda Gusvita, S.P., M.P. merupakan dosen dan peneliti pada Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti Padang dengan bidang keahlian agribisnis, ekonomi pertanian, analisis nilai tambah, dan pengembangan agroindustri. Penelitian ini juga melibatkan Esa Diya Wahyuni, Zenta Afriyanto, dan Gusriati dari institusi yang sama dalam kajian mengenai peningkatan nilai ekonomi melalui pengolahan kopi Arabika.

Sumber Penelitian

Judul: Analysis of The Added Value of Arabica Coffee Beans into Coffee Powder at Solok Radjo Cooperative

Penulis: Herda Gusvita, Esa Diya Wahyuni, Zenta Afriyanto, Gusriati

Jurnal: Formosa Journal of Science and Technology (FJST)

Volume: 5, Nomor 6

Tahun: 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/fjst.v5i6.99

URL: https://journalfjst.my.id/index.php/fjst

Posting Komentar

0 Komentar