Pengaruh Partisipasi Masyarakat terhadap Pengelolaan Program Pemberdayaan Desa di Kuala Keritang, Kecamatan Keritang


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Riau - Partisipasi Warga Kuala Keritang Terbukti Menentukan Keberhasilan Pengelolaan Program Pemberdayaan Desa. Penelitian yang dilakukan oleh Fahrizal, Widyawati, dan Muchlis dari Universitas Islam Indragiri dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 7 Tahun 2026 menyoroti bahwa Tingkat partisipasi masyarakat terbukti memberikan dampak positif dan signifikan terhadap efektivitas serta kualitas pengelolaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Kuala Keritang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir.

Latar Belakang dan Tantangan Partisipasi Lokal

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014, pemerintah desa dibekali kewenangan untuk merancang serta mengeksekusi program berbasis kebutuhan warga. Kendati demikian, tantangan di lapangan kerap muncul ketika program yang dirancang kurang direspons secara merata oleh masyarakat. Di Desa Kuala Keritang yang berpenduduk 4.334 jiwa, berbagai program pemberdayaan telah digulirkan sepanjang tahun 2025. Namun, variasi minat dan kesadaran warga memicu perbedaan tingkat partisipasi. Program yang berdampak langsung pada ekonomi jangka pendek cenderung diminati, sedangkan program penguatan kelembagaan dan tata kelola masih sepi peminat. Riset ini dilakukan untuk membuktikan secara empiris apakah perbedaan tingkat partisipasi warga tersebut benar-benar memengaruhi kualitas perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program pemberdayaan desa.

Metodologi Penelitian Ringkas
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif untuk mengukur pengaruh variabel partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan program pemberdayaan desa. Dari total populasi 4.334 penduduk Desa Kuala Keritang, peneliti mengambil sampel representatif sebanyak 44 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, studi dokumentasi arsip desa, serta observasi lapangan langsung. Data yang diperoleh kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya, dilanjutkan dengan uji asumsi klasik (uji normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas). Tahap akhir analisis menggunakan regresi linear sederhana berbasis perangkat lunak statistik SPSS.

Temuan Utama Penelitian
Berdasarkan analisis statistik yang dilakukan oleh para peneliti Universitas Islam Indragiri, diperoleh sejumlah temuan kunci:

  • Pengaruh Positif dan Signifikan: Hasil pengujian regresi linear sederhana menunjukkan koefisien regresi bernilai positif ($b = 0{,}721$) dengan nilai $t$-hitung sebesar $6{,}854$, jauh melebihi $t$-tabel ($2{,}020$) pada tingkat signifikansi $0{,}000$. Hal ini membuktikan bahwa setiap peningkatan partisipasi masyarakat secara langsung meningkatkan kualitas pengelolaan program desa.
  • Daya Jelaskan Variabel: Nilai koefisien determinasi ($R^2$) menunjukkan bahwa sebesar 74,5% variasi dalam kualitas pengelolaan program pemberdayaan desa dapat dijelaskan oleh tingkat partisipasi masyarakat, sedangkan sisa 25,5% dipengaruhi oleh faktor luar lainnya.
  • Program Padat Karya dan Pertanian Paling Diminati: Warga paling aktif berpartisipasi pada program yang memberikan manfaat ekonomi langsung. Program Padat Karya Tunai mencatatkan keterlibatan tertinggi sebesar 50 orang, disusul pelatihan pertanian sebanyak 45 orang, serta pelatihan keterampilan usaha mikro sebanyak 40 orang.
  • Partisipasi Kelembagaan Masih Rendah: Keterlibatan masyarakat berada pada tingkat paling rendah pada program yang bersifat manajerial dan administratif, seperti Penguatan Kapasitas Lembaga Desa (20 orang) dan Pengelolaan BUMDes (25 orang).
Implikasi dan Dampak Kebijakan
Temuan riset ini menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh besarnya alokasi anggaran, melainkan oleh sejauh mana warga dilibatkan dalam setiap tahapan mulai dari musyawarah perencanaan, eksekusi kegiatan, hingga pengawasan. Hasil penelitian memberikan implikasi praktis penting bagi Pemerintah Desa Kuala Keritang dan pemangku kebijakan daerah. Pemerintah desa direkomendasikan untuk menerapkan strategi sosialisasi yang lebih inklusif dan interaktif, agar program-program non-fisik seperti penguatan BUMDes dan kapasitas kelembagaan dapat dipahami serta didukung penuh oleh masyarakat. Keterlibatan aktif warga terbukti memicu kontrol sosial yang efektif, mencegah penyalahgunaan anggaran, serta memastikan program berjalan tepat sasaran demi kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. Sebagaimana ditekankan oleh tim peneliti, partisipasi masyarakat bukan sekadar formalitas pelengkap, melainkan variabel penentu utama yang menciptakan rasa memiliki (sense of ownership) serta menjamin keberlanjutan hasil pembangunan desa.

Profil Penulis
Fahrizal, S.E., M.M. — Dosen dan peneliti di Universitas Islam Indragiri, berfokus pada bidang manajemen pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola pemerintahan lokal.
Widyawati, S.E., M.M. — Dosen Universitas Islam Indragiri yang memiliki keahlian dalam metodologi penelitian manajemen, manajemen sumber daya manusia, dan pengembangan ekonomi kerakyatan.
Muchlis, S.E., M.M. — Akademisi dari Universitas Islam Indragiri yang aktif meneliti bidang kepemimpinan inklusif, perilaku organisasi, dan manajemen pelayanan publik di tingkat daerah.

Sumber Penelitian
Fahrizal, Widyawati, Muchlis. The Impact of Community Participation on the Management of the Village Empowerment Program in Kuala Keritang, Keritang Subdistrict. Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR). Vol. 5, No. 7, hlm. 469–480
DOI : https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i7.46
URL: https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

Posting Komentar

0 Komentar