Penerimaan Aplikasi e-Kohort Dipengaruhi Teknologi dan Pengguna, Studi Universitas Adiwangsa Jambi Ungkap Faktanya

Created by AI

FORMOSA NEWS - Digitalisasi layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi, tetapi juga pada kemudahan penggunaan dan kepuasan tenaga kesehatan sebagai pengguna utama. Temuan tersebut disampaikan oleh Ghinanissa Azzahra Dustar dan Bella Dwisiswanarum dari Universitas Adiwangsa Jambi dalam penelitian yang dipublikasikan pada International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS) Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026. Penelitian ini menjadi penting karena aplikasi Maternal and Child Health Electronic Cohort (e-Kohort) telah diterapkan secara nasional sejak 2020 untuk memperkuat pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Aplikasi e-Kohort dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai sistem pencatatan digital yang membantu tenaga kesehatan memantau kondisi ibu hamil, persalinan, bayi, dan balita secara lebih cepat dan akurat. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala seperti keterlambatan pengisian data, laporan yang belum lengkap, hingga ketidaksesuaian informasi yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut mendorong para peneliti mengevaluasi faktor-faktor yang menentukan keberhasilan penerapan aplikasi ini di Puskesmas Kota Jambi.

Latar belakang penelitian juga berkaitan dengan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa sebagian besar kematian ibu dan bayi sebenarnya dapat dicegah melalui pelayanan kesehatan yang didukung oleh sistem informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu. Di Provinsi Jambi sendiri, angka kematian ibu masih berada di atas target Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga penguatan sistem informasi kesehatan menjadi kebutuhan mendesak.

Untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap penerimaan aplikasi e-Kohort, tim peneliti menggunakan pendekatan Human, Organization, and Technology Fit (HOT-Fit). Model ini menilai keberhasilan sistem informasi dari tiga aspek utama, yaitu kualitas teknologi, faktor manusia sebagai pengguna, dan dukungan organisasi. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap seluruh tenaga kesehatan yang mengoperasikan aplikasi e-Kohort di Puskesmas Kota Jambi.

Sebanyak 78 tenaga kesehatan menjadi responden penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak WarpPLS 8.0.

Teknologi Menjadi Faktor Terkuat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknologi menjadi penentu terbesar dalam penerimaan aplikasi e-Kohort oleh tenaga kesehatan.

Beberapa temuan utama penelitian meliputi:

  • Kualitas teknologi berpengaruh signifikan terhadap penerimaan aplikasi dengan nilai β = 0,500; p = 0,001.

  • Faktor manusia, seperti persepsi manfaat dan kepuasan pengguna, juga memberikan pengaruh signifikan dengan β = 0,430; p = 0,001.

  • Faktor organisasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap penerimaan aplikasi (β = 0,027; p = 0,404).

Penelitian ini juga menemukan bahwa model mampu menjelaskan sekitar 74 persen variasi penerimaan aplikasi e-Kohort oleh tenaga kesehatan. Artinya, sebagian besar keberhasilan implementasi aplikasi dapat diterangkan oleh kombinasi kualitas teknologi dan faktor pengguna.

Informasi yang Akurat Paling Dihargai Pengguna

Dari seluruh indikator yang diukur, kualitas informasi memperoleh nilai rata-rata tertinggi (4,12). Hasil ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan menilai aplikasi e-Kohort mampu menghasilkan informasi yang akurat, lengkap, dan relevan dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Selain itu, kepuasan pengguna juga memperoleh skor tinggi (4,09), disusul lingkungan organisasi (4,07), kualitas layanan (4,05), struktur organisasi (4,05), persepsi manfaat (4,04), dan kualitas sistem (3,97). Secara umum, seluruh indikator memperoleh penilaian positif dari responden.

Menurut Ghinanissa Azzahra Dustar dan Bella Dwisiswanarum dari Universitas Adiwangsa Jambi, kualitas informasi yang baik meningkatkan kepercayaan tenaga kesehatan terhadap aplikasi sehingga proses pencatatan, pelaporan, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih efektif. Pengguna juga merasa aplikasi membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan sehari-hari dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Dukungan Organisasi Belum Menjadi Penentu Utama

Menariknya, penelitian menemukan bahwa dukungan organisasi belum menjadi faktor yang secara langsung menentukan penerimaan aplikasi e-Kohort.

Walaupun tenaga kesehatan mengakui adanya dukungan dari pimpinan Puskesmas, kebijakan organisasi, maupun komitmen manajemen, faktor-faktor tersebut belum cukup kuat memengaruhi keputusan mereka untuk menggunakan aplikasi. Para peneliti menduga kondisi ini terjadi karena e-Kohort telah menjadi bagian rutin dari pelayanan kesehatan sehingga tenaga kesehatan lebih menilai aplikasi berdasarkan manfaat nyata dan kemudahan penggunaannya dibandingkan aspek organisasi.

Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa pelatihan berkelanjutan, pendampingan teknis, monitoring, dan evaluasi tetap diperlukan agar implementasi sistem informasi kesehatan digital dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Implikasi bagi Transformasi Digital Kesehatan

Hasil penelitian memberikan masukan penting bagi Kementerian Kesehatan, dinas kesehatan daerah, maupun pengelola Puskesmas dalam memperkuat transformasi digital layanan kesehatan.

Prioritas utama yang disarankan adalah:

  • meningkatkan kualitas sistem dan informasi yang dihasilkan aplikasi;

  • menyediakan layanan bantuan teknis yang cepat;

  • menyelenggarakan pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna;

  • meningkatkan kepuasan tenaga kesehatan sebagai pengguna utama aplikasi;

  • melakukan evaluasi rutin agar sistem tetap sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.

Dengan strategi tersebut, implementasi e-Kohort diharapkan mampu mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih efektif, meningkatkan kualitas data kesehatan nasional, sekaligus membantu upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Profil Penulis

Ghinanissa Azzahra Dustar merupakan peneliti dari Universitas Adiwangsa Jambi yang memiliki fokus kajian pada sistem informasi kesehatan, transformasi digital layanan kesehatan, serta evaluasi implementasi teknologi kesehatan.

Bella Dwisiswanarum merupakan akademisi dari Universitas Adiwangsa Jambi dengan bidang keahlian kesehatan masyarakat, manajemen informasi kesehatan, dan pengembangan sistem informasi kesehatan digital.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Determinants of Healthcare Workers' Acceptance of the e-Kohort Application

Penulis: Ghinanissa Azzahra Dustar, Bella Dwisiswanarum

Jurnal: International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS)

Volume: 4, Nomor 4, Tahun 2026

DOI: https://doi.org/10.59890/ijeps.v4i4.24

URL Jurnal: https://journalijeps.my.id/index.php/ijeps

Posting Komentar

0 Komentar