Penerapan Sistem Hidroponik Sederhana untuk Budidaya Kangkung Air (Ipomoea reptans) sebagai Model Pembelajaran Terapan di Pusat Pelatihan Pertanian (P4S)


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Bali - Solusi Pertanian Lahan Sempit: Peneliti Bali Sukses Terapkan Hidroponik Sederhana Kangkung di Pusat Pelatihan. Penelitian yang dilakukan oleh Dewa Gede Agung Mahagiri, I Gusti Bagus Udayana, dan Made Sri Yuliartini dari Universitas Warmadewa dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 7 Tahun 2026 menyoroti bahwa pentingnya untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian produktif sekaligus menyediakan model pembelajaran praktis bagi masyarakat dan petani.

Solusi di Tengah Menyempitnya Lahan Pertanian
Kebutuhan sayuran daun seperti kangkung terus meningkat seiring bertambahnya populasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan nutrisi. Namun, alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman dan komersial kian mengancam produksi pangan berkelanjutan. Di sisi lain, konsumen saat ini semakin peduli terhadap keamanan pangan dan menginginkan hasil panen yang bebas dari kontaminasi pestisida maupun patogen tanah. Sistem hidroponik hadir sebagai alternatif konkret. Dengan menyalurkan nutrisi langsung ke zona akar tanpa media tanah, hidroponik mampu menghemat penggunaan air dan mengoptimalkan penyerapan hara pada area lahan yang sangat terbatas.

Metodologi Sederhana Berbasis Bahan Lokal
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengamati seluruh tahapan budidaya kangkung secara langsung. Tahapan yang dievaluasi meliputi:
  • Penyemaian Benih: Menggunakan media rockwool basah untuk menjaga kelembapan dan sirkulasi udara akar.
  • Pindah Tanam: Benih yang memiliki akar kuat dipindahkan ke saluran hidroponik.
  • Perawatan & Nutrisi: Memanfaatkan pipa PVC, wadah penampung, pompa air, dan larutan nutrisi komersial AB Mix.
  • Pengendalian Hama: Monitoring rutin terhadap kualitas air dan serangan hama.
Metode ini sengaja dirancang secara sederhana agar mudah ditiru dan dibangun menggunakan bahan-bahan terjangkau.

Temuan Utama: Pertumbuhan Seragam dan Bebas Patogen
Hasil pengamatan di P4S Sedana Sari menunjukkan bahwa sistem hidroponik sederhana memberikan hasil yang sangat positif bagi tanaman kangkung:
  • Pertumbuhan Vegetatif Seragam: Tanaman tumbuh tinggi secara konsisten dengan daun berwarna hijau sehat tanpa gejala kekurangan nutrisi.
  • Akar Healthy dan Kuat: Sistem perakaran berwarna putih bersih dan berkembang baik karena ketersediaan oksigen terlarut yang cukup.
  • Adaptasi Cepat: Tanaman tidak mengalami stres atau layu saat dipindahkan dari media semai ke saluran hidroponik.
  • Minim Hama dan Penyakit: Risiko penyakit tular tanah (soil-borne diseases) berkurang secara signifikan, menghasilkan sayuran yang lebih bersih.
  • Kualitas Siap Pasarkan: Kangkung mencapai ukuran siap panen tepat waktu dengan batang yang renyah dan tajuk daun yang lebat.
Dampak Pertanian Berkelanjutan dan Edukasi Masyarakat
Penerapan hidroponik sederhana di lembaga pelatihan P4S memberikan dampak ganda. Selain menghasilkan bahan pangan berkualitas tinggi dan efisien air, sistem ini terbukti sangat efektif sebagai media pembelajaran praktis. Para peserta pelatihan dapat belajar secara hands-on mulai dari melarutkan nutrisi, memantau debit air, hingga mengatasi kendala teknis sederhanaPengembangan model ini sangat relevan untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga, percepatan adopsi teknologi pertanian di perkotaan (urban farming), serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Profil Penulis
Dewa Gede Agung Mahagiri, S.P., M.P. — Peneliti utama dan akademisi dari Universitas Warmadewa dengan fokus keahlian pada agronomi dan sistem budidaya tanaman berkelanjutan.
Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si. — Dosen dan peneliti Universitas Warmadewa yang berpengalaman dalam bidang ilmu pertanian dan teknologi tepat guna.
Ir. Made Sri Yuliartini, M.P. — Peneliti senior Universitas Warmadewa yang berfokus pada hortikultura dan manajemen nutrisi tanaman.

Sumber Penelitian
Dewa Gede Agung Mahagiri, I Gusti Bagus Udayana, Made Sri Yuliartini. Implementation of a Simple Hydroponic System for Water Spinach (Ipomoea reptans) Cultivation as an Applied Learning Model at an Agricultural Training Center (P4S). Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS).Vol. 5, No. 7, Tahun 2026.
DOI : https://doi.org/10.55927/fjas.v5i7.77
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar