Pembelajaran Berbasis Masalah Melalui Media Sosial Terbukti Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Mengelola Branding UMKM

Ilustrasi by AI

Winda Widya Dini, Feriandy, dan Deni Indra Purnama Koto dari Universitas Mitra Bangsa meneliti efektivitas metode Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah yang dibantu media sosial dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa mengelola branding UMKM. Penelitian yang dipublikasikan pada pertengahan tahun 2026 ini memberikan terobosan penting untuk mengatasi kesenjangan antara teori akademik dan kebutuhan keterampilan praktis mahasiswa di dunia bisnis digital saat ini.

Perkembangan teknologi digital menuntut pelaku bisnis, termasuk UMKM, untuk memiliki strategi pemasaran yang kuat di media sosial. Sayangnya, proses pembelajaran di program studi manajemen sering kali masih didominasi oleh teori, sehingga mahasiswa kesulitan merespons dinamika pasar digital dan menerapkan konsep tersebut dalam situasi nyata.

Untuk memecahkan masalah ini, para peneliti menerapkan inovasi pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas yang melibatkan mahasiswa pada mata kuliah Teknologi Media Sosial. Mahasiswa dihadapkan langsung pada masalah riil UMKM, seperti rendahnya interaksi audiens, konten yang tidak konsisten, dan pemilihan platform yang kurang tepat. Mahasiswa kemudian diminta untuk menganalisis masalah, merancang strategi pemasaran, memproduksi konten kreatif, dan mengelolanya langsung melalui media sosial.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran ini memberikan peningkatan kompetensi yang sangat signifikan. Sejumlah temuan utama dari riset tersebut meliputi:

  • Rata-rata nilai kemampuan mahasiswa melonjak pesat dengan peningkatan 16,6 poin, yakni dari 66,7 pada tahap awal menjadi 83,3 pada tahap akhir.
  • Mahasiswa mengalami peningkatan kemampuan drastis dalam merencanakan strategi branding yang terstruktur dan berbasis data.
  • Mahasiswa terbukti mampu menghasilkan konten digital yang lebih inovatif dan relevan dengan target pasar.
  • Pengelolaan akun media sosial UMKM yang dilakukan oleh mahasiswa menjadi jauh lebih terarah dan profesional.
  • Tingkat partisipasi, kolaborasi tim yang efektif, serta rasa percaya diri mahasiswa meningkat tajam saat mereka mempresentasikan hasil proyek pemasaran.

Temuan ini membawa dampak positif bagi institusi pendidikan tinggi dan dunia usaha. Lulusan perguruan tinggi kini dapat lebih dipersiapkan dengan kompetensi praktis yang langsung bisa diterapkan untuk membantu pengembangan pemasaran UMKM agar lebih berdaya saing.

"Kombinasi metode PBL dan penggunaan media sosial dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan bisnis serta industri," simpul Winda Widya Dini dan tim akademisi dari Universitas Mitra Bangsa dalam laporan akhir mereka.

Profil Penulis: Penelitian ini disusun oleh Winda Widya Dini (Penulis Korespondensi), Feriandy, dan Deni Indra Purnama Koto. Ketiganya adalah akademisi di Universitas Mitra Bangsa. Tim ini memiliki keahlian dalam bidang manajemen bisnis, pemasaran digital, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta inovasi metode pembelajaran.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: Strengthening Msme Branding Competencies Through Social Media-Based Problem Based Learning (Pbl) in the Context Of Student Business Management
  • Nama Jurnal/Volume: Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), Vol. 6, No. 3
  • Waktu Publikasi: Juni 2026
  • Tautan Resmi (DOI): https://doi.org/10.55927/ijba.v6i3.16618

Posting Komentar

0 Komentar