Pelatihan AKMI Tingkatkan Kompetensi Literasi Membaca Guru Madrasah di Hulu Sungai Selatan

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Kalimantan Selatan - Kemampuan literasi membaca guru madrasah di Indonesia masih menjadi tantangan dalam mendukung pembelajaran abad ke-21. Menjawab kebutuhan tersebut, Heny Sulistyowati dari Universitas PGRI Jombang bersama Rani Jayanti, Tri Ratna Rinayuhani, dan Amilatus Sholikah dari Universitas Islam Majapahit melaksanakan pelatihan berbasis Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) dengan pendekatan LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi) di MIN 11 Hulu Sungai Selatan pada Januari 2024. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru secara signifikan, sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menerapkan pembelajaran berbasis literasi di kelas.

Temuan ini menjadi penting karena kualitas literasi guru berpengaruh langsung terhadap kemampuan membaca, berpikir kritis, dan pemecahan masalah peserta didik. Di tengah masih rendahnya capaian literasi Indonesia berdasarkan berbagai asesmen internasional, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu langkah strategis untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional.

Literasi Guru Masih Perlu Diperkuat

Literasi membaca kini tidak lagi dipahami sekadar kemampuan membaca teks. Literasi mencakup kemampuan memahami informasi, menganalisis isi bacaan, mengevaluasi sumber informasi, hingga menggunakannya untuk mengambil keputusan. Kompetensi tersebut menjadi fondasi utama dalam pembelajaran modern.

Namun, banyak guru madrasah masih menghadapi kendala dalam mengintegrasikan literasi ke dalam proses belajar mengajar. Hasil AKMI sebelumnya menunjukkan masih diperlukan penguatan pemahaman mengenai konsep literasi membaca beserta penerapannya secara kontekstual di ruang kelas.

Para peneliti menilai bahwa pelatihan yang dirancang secara partisipatif dapat menjadi solusi efektif. Pendekatan yang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik, diskusi, dan refleksi diyakini mampu meningkatkan keterampilan guru secara lebih berkelanjutan.

Pelatihan Dilaksanakan Secara Daring

Program pelatihan dilaksanakan secara daring selama kurang lebih enam jam dengan memanfaatkan beberapa platform digital, yaitu Zoom, Google Meet, dan WhatsApp Group.

Sebanyak empat tahapan pelatihan disusun mengikuti pendekatan LOK-R, yaitu:

  • Literasi, berupa penguatan konsep dasar literasi membaca.
  • Orientasi, berupa pengenalan AKMI dan penerapan literasi dalam pembelajaran.
  • Kolaborasi, melalui diskusi kelompok dan penyusunan bahan ajar berbasis literasi.
  • Refleksi, untuk mengevaluasi pengalaman belajar sekaligus memperkuat pemahaman peserta.

Selama pelaksanaan, guru tidak hanya menerima materi dari narasumber, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai pengalaman mengajar, menganalisis berbagai jenis teks, hingga menyusun contoh bahan ajar yang dapat diterapkan di madrasah masing-masing.

Kompetensi Guru Meningkat Signifikan

Keberhasilan pelatihan diukur menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan perubahan yang cukup besar pada tingkat kompetensi peserta.

Sebelum mengikuti pelatihan:

  • 65% peserta berada pada kategori dasar.
  • 30% berada pada kategori cakap.
  • 5% berada pada kategori terampil.

Setelah pelatihan selesai:

  • Peserta kategori dasar turun menjadi 15%.
  • Peserta kategori cakap meningkat menjadi 65%.
  • Peserta kategori terampil naik menjadi 20%.

Selain peningkatan nilai evaluasi, sebanyak 85% peserta mengaku lebih percaya diri dalam menyusun bahan ajar berbasis literasi untuk digunakan di kelas. Data tersebut menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga memperkuat kemampuan praktis guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif.

Pendekatan LOK-R Dinilai Efektif

Menurut tim peneliti, keberhasilan pelatihan tidak terlepas dari pendekatan LOK-R yang menggabungkan pembelajaran konseptual, orientasi terhadap AKMI, kerja sama antarpeserta, serta refleksi terhadap praktik pembelajaran.

Pada tahap kolaborasi, guru saling berbagi pengalaman mengajar dan mengembangkan bahan ajar sesuai kondisi siswa di sekolah masing-masing. Proses ini membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan praktik nyata di kelas.

Sementara itu, tahap refleksi membantu guru mengevaluasi proses belajar yang telah mereka jalani sehingga pengetahuan yang diperoleh menjadi lebih bermakna dan mudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Masih Ada Tantangan

Meski pelatihan berjalan dengan baik, peneliti mencatat beberapa kendala selama pelaksanaan. Keterbatasan waktu membuat materi yang cukup luas belum dapat dibahas secara mendalam. Selain itu, beberapa peserta mengalami gangguan jaringan internet yang sempat menghambat komunikasi saat diskusi berlangsung.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim memanfaatkan WhatsApp Group sebagai media pendukung sehingga komunikasi tetap berjalan dan seluruh peserta tetap dapat mengikuti setiap tahapan pelatihan secara optimal.

Dampak bagi Dunia Pendidikan

Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru dapat dicapai melalui pelatihan yang dirancang secara sistematis, kolaboratif, dan berorientasi pada praktik.

Apabila diterapkan secara berkelanjutan, model pelatihan seperti ini berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah sekaligus memperkuat kemampuan literasi peserta didik. Peneliti juga merekomendasikan agar pelatihan serupa disertai pendampingan lanjutan sehingga kompetensi yang telah diperoleh guru dapat terus berkembang dan diterapkan secara konsisten dalam proses belajar mengajar.

Menurut tim peneliti dari Universitas PGRI Jombang dan Universitas Islam Majapahit, pendekatan LOK-R tidak hanya membantu guru memahami konsep literasi membaca, tetapi juga membangun kepercayaan diri mereka dalam mengembangkan strategi pembelajaran berbasis literasi yang relevan dengan kebutuhan siswa.

Profil Singkat Penulis

Heny Sulistyowati merupakan akademisi dari Universitas PGRI Jombang yang memiliki perhatian pada pengembangan pendidikan dan peningkatan kompetensi guru.

Rani Jayanti, Tri Ratna Rinayuhani, dan Amilatus Sholikah merupakan dosen dari Universitas Islam Majapahit yang berfokus pada pengembangan pembelajaran, literasi pendidikan, serta peningkatan kualitas profesional guru melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Rani Jayanti bertindak sebagai penulis korespondensi dalam publikasi ini.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Improving Reading Literacy Competencies among Madrasah Teachers: AKMI Training Using the LOK-R Approach at MIN 11 Hulu Sungai Selatan

Penulis: Heny Sulistyowati, Rani Jayanti, Tri Ratna Rinayuhani, Amilatus Sholikah

Jurnal: Jurnal Pengabdian Pancasila (JPP), Vol. 5, No. 2, 2026, hlm. 151–160

DOI: https://doi.org/10.55927/jpp.v5i2.11

https://journaljpp.my.id/index.php/jpp

Posting Komentar

0 Komentar