![]() |
| Illustration by ai |
KENDARI – Pemanfaatan fitur Instagram secara strategis terbukti mampu meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kendari. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Muh. Zein Abdullah bersama tim peneliti dari Universitas Halu Oleo dan dipublikasikan dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) edisi Juni 2026. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Reels, Stories, hashtag lokal, serta konsistensi visual konten dapat memperluas jangkauan audiens, meningkatkan interaksi pelanggan, dan memperkuat pengenalan merek UMKM di era digital.
Hasil penelitian ini menjadi
penting karena UMKM saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar
digital. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang lebih banyak mencari
informasi melalui media sosial, Instagram telah berkembang menjadi salah satu
platform pemasaran yang paling berpengaruh, khususnya bagi pelaku usaha dengan
sumber daya promosi yang terbatas.
Menurut Muh. Zein Abdullah dan
tim dari Universitas Halu Oleo, keberhasilan pemasaran digital tidak lagi hanya
bergantung pada frekuensi promosi, tetapi juga pada kualitas dan strategi
penyajian konten yang mampu membangun hubungan emosional dengan konsumen.
Instagram dipilih karena memiliki
karakter visual yang kuat dan menyediakan berbagai fitur interaktif yang
memungkinkan komunikasi langsung antara pelaku usaha dan pelanggan. Fitur-fitur
seperti Reels dan Stories dinilai mampu menciptakan pengalaman yang lebih
personal sekaligus meningkatkan peluang konten ditemukan oleh pengguna baru.
Untuk mengukur efektivitas
strategi tersebut, tim peneliti menggunakan metode gabungan kuantitatif dan
kualitatif. Penelitian dilakukan melalui survei terhadap pengguna Instagram dan
pelaku UMKM di Kota Kendari, disertai wawancara mendalam dengan pemilik usaha
yang aktif memanfaatkan Instagram sebagai sarana promosi.
Peneliti menganalisis berbagai
aspek optimasi konten digital, antara lain:
- Penggunaan Instagram Reels
- Pemanfaatan Instagram Stories
- Penggunaan hashtag lokal
- Konsistensi identitas visual
- Kualitas konten
- Strategi interaksi dengan audiens
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Instagram Reels menjadi salah satu fitur yang paling efektif dalam
meningkatkan jangkauan pasar.
Dari survei terhadap 100 pelaku
UMKM di Kendari, sebanyak 78 persen responden mengalami peningkatan impresi
akun setelah rutin menggunakan Reels. Selain itu, tingkat keterlibatan audiens
dalam bentuk suka, komentar, dan bagikan meningkat rata-rata hingga 40 persen.
Penelitian juga menemukan bahwa
pelaku UMKM yang memasukkan unsur budaya lokal Kendari dalam video Reels
memperoleh tingkat keterlibatan hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan
konten biasa.
Sebanyak 72 persen responden juga
melaporkan pertumbuhan jumlah pengikut baru setelah mengunggah Reels secara
konsisten minimal tiga kali setiap minggu.
Selain Reels, fitur Instagram
Stories terbukti efektif dalam membangun komunikasi dua arah dengan pelanggan.
Dari 30 akun UMKM yang diteliti,
sebanyak 83 persen mengalami peningkatan interaksi berupa pesan langsung (DM),
respons polling, dan klik menuju katalog produk setelah rutin menggunakan
Stories.
Data menunjukkan bahwa:
- Penggunaan Stories 1–2 kali per minggu meningkatkan
interaksi sekitar 10 persen.
- Penggunaan Stories 3–5 kali per minggu meningkatkan
interaksi sekitar 25 persen.
- Penggunaan Stories lebih dari 5 kali per minggu
meningkatkan interaksi hingga 35 persen.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa
semakin sering pelaku usaha memanfaatkan Stories, semakin besar peluang mereka
membangun kedekatan dengan pelanggan.
Penelitian ini juga menyoroti
pentingnya penggunaan hashtag lokal dalam memperluas jangkauan pasar.
Hashtag seperti #UMKMKendari,
#FotoProdukKendari, dan #KendariJualBeli terbukti mampu meningkatkan
visibilitas konten secara signifikan.
Sebanyak 80 persen pelaku UMKM
mengaku penggunaan hashtag lokal membantu mereka menjangkau audiens yang lebih
relevan. Rata-rata jangkauan konten meningkat antara 40 hingga 45 persen
setelah menggunakan hashtag lokal secara konsisten.
Tidak hanya meningkatkan
jangkauan, penggunaan hashtag lokal juga berdampak pada peningkatan interaksi.
Sebanyak 72 persen pengguna Instagram yang mengikuti akun UMKM mengaku lebih
sering berinteraksi dengan merek yang menggunakan hashtag lokal dibandingkan
yang tidak.
Temuan penting lainnya adalah
peran konsistensi visual dalam membangun identitas merek.
Penelitian menunjukkan bahwa 78
persen pelaku UMKM yang menggunakan warna, logo, dan desain visual yang
konsisten mengalami peningkatan keterlibatan audiens dalam tiga bulan terakhir.
Sementara itu:
- 65 persen mengalami manfaat dari konsistensi gaya
bahasa.
- 70 persen merasakan dampak positif dari jadwal
unggahan yang teratur.
- 72 persen menyatakan konsumen lebih mudah mengenali
merek mereka.
Menurut tim peneliti, konsistensi
visual dan komunikasi dapat meningkatkan kesadaran merek sebesar 25 hingga 30
persen dalam enam bulan.
Data keseluruhan penelitian
menunjukkan perubahan yang cukup signifikan setelah strategi optimasi konten
diterapkan.
Rata-rata jumlah pengikut akun
UMKM meningkat dari 850 menjadi 1.450 pengikut. Interaksi per unggahan naik
dari rata-rata 25 menjadi 68 interaksi. Kunjungan ke toko online meningkat dari
12 kunjungan per hari menjadi 31 kunjungan per hari.
Yang paling mencolok, persentase
konsumen yang mengenal produk melalui Instagram meningkat dari 38 persen
menjadi 73 persen.
Muh. Zein Abdullah dan tim
peneliti menilai bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya berasal dari
penggunaan fitur Instagram semata, tetapi juga dari kemampuan pelaku UMKM
menghadirkan cerita yang relevan bagi audiens.
Konten edukasi produk, ulasan
pelanggan, promosi musiman, serta konten yang mengangkat unsur budaya lokal
Kendari terbukti lebih menarik perhatian pengguna dibandingkan promosi yang
bersifat langsung.
Temuan ini memberikan implikasi
penting bagi pengembangan UMKM di Indonesia. Dengan biaya yang relatif rendah,
Instagram dapat menjadi sarana pemasaran yang efektif untuk meningkatkan daya
saing usaha lokal, memperluas pasar, dan membangun loyalitas pelanggan.
Bagi pemerintah daerah dan
lembaga pendamping UMKM, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam
menyusun program pelatihan pemasaran digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan
pelaku usaha di era ekonomi digital.
Profil Penulis
Muh. Zein Abdullah
merupakan akademisi dan peneliti dari Universitas Halu Oleo yang memiliki fokus
kajian pada komunikasi digital, pemasaran media sosial, dan pengembangan UMKM
berbasis teknologi.
Suryani Bunga Batara, Harnina
Ridwan, Sarmadan, Syaifudin, Bakri Yusuf, Megawati
Asrul Tawulo, Sulsalman Moita, dan Muhammad Arsyad adalah
dosen dan peneliti Universitas Halu Oleo yang aktif meneliti bidang komunikasi,
pemasaran digital, kewirausahaan, dan pemberdayaan UMKM.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Optimizing
Digital Content on Instagram to Enhance Brand Awareness of MSMEs Products in
Kendari City
Penulis: Muh. Zein
Abdullah, Suryani Bunga Batara, Harnina Ridwan, Sarmadan, Syaifudin, Bakri
Yusuf, Megawati Asrul Tawulo, Sulsalman Moita, dan Muhammad Arsyad
Afiliasi: Universitas Halu
Oleo
Jurnal: Jurnal
Multidisiplin Madani (MUDIMA)
Volume dan Nomor: Vol. 6,
No. 6, Juni 2026
Halaman: 865–880
DOI: https://doi.org/10.55927/mudima.v6i6.92
.png)
0 Komentar