Motivasi belajar berperan jauh lebih penting daripada status sosial ekonomi dalam menentukan kesuksesan akademik mahasiswa di perguruan tinggi
Selama ini, banyak yang meyakini bahwa latar belakang ekonomi keluarga—seperti akses ke teknologi, buku, dan lingkungan pendukung—adalah penentu utama nilai akademik
Penelitian ini melibatkan ratusan mahasiswa tingkat sarjana sebagai responden
Berikut adalah temuan utama dari penelitian tersebut:
- Kesenjangan Ekonomi Bukan Penentu Mutlak: Pengaruh langsung status ekonomi terhadap nilai akademik ternyata terbatas, tidak seperti anggapan umum selama ini
. - Motivasi Sebagai "Jembatan": Motivasi belajar menjadi mekanisme utama yang mengubah kondisi sosial ekonomi menjadi hasil akademik
. - Kekuatan Resiliensi: Mahasiswa yang memiliki motivasi intrinsik yang kuat mampu mengatasi keterbatasan ekonomi dan mencapai prestasi akademik yang tinggi
. - Risiko Hak Istimewa: Mahasiswa dengan fasilitas ekonomi yang baik justru bisa tertinggal jika mereka kekurangan motivasi dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran
.
Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada penyediaan fasilitas fisik atau beasiswa semata
Profil Peneliti
Penelitian ini disusun oleh tim peneliti dari Universitas Negeri Makassar, Indonesia, yang terdiri dari Alfiana Damasinta (penulis korespondensi), Andi Zulitsnayarti Mardhani Syam, Rahmawati Sarizki Habie, dan Ismalandari Ismail. Para penulis merupakan akademisi yang fokus pada pengembangan pendidikan tinggi dan teknologi pembelajaran
Sumber Penelitian
Damasinta, A., Syam, A. Z. M., Habie, R. S., & Ismail, I. (2026). Socioeconomic Inequality: The Mediating Role of Learning Motivation in Academic Achievement. International Journal of Educational Technology Research (IJETR), 4(6), 81-92. DOI:
0 Komentar