Buah tomi-tomi (Flacourtia inermis Roxb), tanaman khas yang tumbuh subur secara alami di daratan Maluku, kini terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang sangat potensial
Potensi Tersembunyi di Balik Rasa Masam Buah Lokal
Selama ini, pemanfaatan komoditas buah di Indonesia dinilai belum berjalan optimal
Di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, tanaman ini tumbuh liar dan kelestariannya dijaga ketat lewat program sinergi antara pemerintah daerah setempat dan pihak gereja
Mengintip Dapur Produksi UMKM Wayasel
Untuk membedah keuntungan dari bisnis ini, tim peneliti Universitas Pattimura mengamati langsung jalannya satu siklus produksi di UMKM Wayasel
Proses pengolahan buah tomi-tomi di unit usaha ini melibatkan tiga orang tenaga kerja perempuan yang bekerja secara bergantian di setiap siklusnya
Berapa Lonjakan Nilai Tambah dan Keuntungannya?
Berdasarkan analisis finansial yang disusun oleh Miranthy S. Maspaitella dan kolega menggunakan Metode Hayami, semua produk olahan tomi-tomi terbukti memberikan kontribusi keuntungan yang positif
- Produk Wine Tomi-Tomi: Mencatatkan lonjakan ekonomi tertinggi dengan nilai tambah mencapai IDR 374.701 per kilogram bahan baku dan rasio nilai tambah menembus angka 75,06%
. Angka fantastis ini didorong oleh harga jual wine yang tinggi di pasaran . - Produk Jus Tomi-Tomi: Menghasilkan nilai tambah sebesar IDR 224.235 per kilogram dengan rasio sebesar 62,29%
. Menariknya, jus menjadi produk yang paling efisien dari segi operasional karena proses produksinya singkat dan beban biaya tenaga kerjanya relatif sangat rendah . - Produk Selai (Jam): Memperoleh nilai tambah paling rendah, yaitu IDR 41.468 per kilogram dengan rasio 34.56%
. Nilai tambah selai berada di kategori moderat karena penyusutan volume bahan baku yang cukup tinggi saat dimasak dan tingginya biaya pembelian input penunjang seperti gula pasir .
Secara keseluruhan, dalam satu siklus produksi gabungan, total pendapatan yang diraup oleh UMKM Wayasel mencapai IDR 2.800.000
Manfaat Nyata bagi Perekonomian Masyarakat
Riset dari akademisi Universitas Pattimura ini membawa pesan penting bagi pengembangan dunia usaha dan kebijakan publik di sektor industri kreatif
Johanna M. Luhukay bersama timnya menekankan bahwa meskipun wine memberikan nilai ekonomi terbesar, produk jus justru menjadi alternatif terbaik untuk dikembangkan secara massal oleh masyarakat luas
Profil Peneliti
Studi mengenai hilirisasi buah tomi-tomi ini disusun oleh tim pakar dari Universitas Pattimura, Ambon, Maluku
- Miranthy S. Maspaitella merupakan peneliti utama yang aktif mengkaji pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM daerah
. - Martha Turukay adalah akademisi senior dengan kepakaran di bidang manajemen agribisnis dan analisis finansial usaha tani
. - Johanna M. Luhukay bertindak sebagai corresponding author dalam studi ini, yang berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan UMKM pangan berbasis kearifan lokal
.
Sumber Informasi Penelitian
Penulis: Miranthy S. Maspaitella, Martha Turukay, Johanna M. Luhukay
Afiliasi: Universitas Pattimura (Pattimura University)
0 Komentar