Mangrove Terbukti Tingkatkan Kualitas Air Tambak Udang Vaname dan Dukung Akuakultur Berkelanjutan

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Ekosistem mangrove terbukti berperan penting dalam menjaga kualitas air tambak udang vaname. Temuan ini dilaporkan oleh Brilian Amanat Taqwa, Arif Luqman, dan Awik Puji Dyah Nurhayati dari Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui penelitian yang dipublikasikan pada Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics (IJAEA) Volume 5 Nomor 2 Tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tambak yang terintegrasi dengan mangrove memiliki kondisi lingkungan yang lebih stabil sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.

Mangrove selama ini dikenal sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi dan penyerap karbon. Namun, penelitian ini menunjukkan manfaat lain yang tidak kalah penting, yakni kemampuannya menjadi biofilter alami yang membantu menjaga kualitas air tambak. Peran tersebut menjadi semakin penting karena budidaya udang intensif sering menghadapi persoalan penumpukan limbah organik, tingginya kandungan nutrien, hingga berkembangnya bakteri penyebab penyakit yang dapat menurunkan hasil panen.

Tim peneliti melakukan pengamatan pada kawasan budidaya udang vaname di Desa Bandar Negeri, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Sebanyak 20 kolam tambak dibandingkan, terdiri atas 10 kolam yang berada di sekitar mangrove dan 10 kolam tanpa mangrove. Pengukuran dilakukan berulang selama masa pemeliharaan udang dengan mengevaluasi berbagai parameter kualitas air, seperti pH, salinitas, amonium, nitrit, nitrat, fosfat, total bahan organik (Total Organic Matter/TOM), alkalinitas, jumlah bakteri, bakteri Vibrio, serta plankton. Data kemudian dianalisis menggunakan metode statistik untuk mengetahui perbedaan maupun hubungan antarparameter.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan mangrove memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa indikator utama kualitas air. Dibandingkan tambak tanpa mangrove, tambak yang berada di sekitar mangrove memiliki perbedaan signifikan pada:

  • Salinitas, yang lebih stabil.
  • Total Organic Matter (TOM) atau kandungan bahan organik.
  • Alkalinitas, yang menunjukkan kapasitas penyangga air lebih baik.
  • Jumlah total bakteri (TBC), yang berbeda secara signifikan antara kedua kelompok tambak.

Sebaliknya, parameter seperti pH, amonium (NH₄), nitrit (NO₂), nitrat (NO₃), fosfat (PO₄), total bakteri Vibrio, dan plankton tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik.

Penelitian ini juga menemukan hubungan erat antara kualitas air dengan dinamika mikroorganisme di tambak. Kandungan fosfat dan amonium berkorelasi dengan perkembangan bakteri maupun plankton. Selain itu, peningkatan bahan organik cenderung diikuti oleh meningkatnya populasi bakteri Vibrio, yang dikenal sebagai salah satu penyebab penyakit pada udang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan kualitas air tidak dapat dilakukan hanya dengan mengendalikan satu parameter, tetapi harus mempertimbangkan interaksi seluruh komponen ekosistem tambak.

Menurut para peneliti, vegetasi mangrove membantu menjaga keseimbangan lingkungan melalui berbagai mekanisme alami. Akar mangrove mampu menyerap sebagian nutrien berlebih, memperlambat pergerakan sedimen, mendukung aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat, serta menjaga kestabilan kondisi fisik-kimia perairan. Fungsi-fungsi tersebut membuat tambak yang berada di sekitar mangrove memiliki kondisi lingkungan yang lebih mendukung bagi pertumbuhan udang dibandingkan tambak yang tidak memiliki kawasan mangrove sebagai penyangga alami.

Hasil penelitian juga memberikan implikasi penting bagi pengembangan budidaya udang yang berkelanjutan. Keberadaan mangrove dinilai mampu:

  • Menjaga stabilitas kualitas air tambak.
  • Membantu mengendalikan perkembangan bakteri patogen.
  • Mendukung efisiensi produksi melalui kualitas lingkungan yang lebih baik.
  • Melindungi ekosistem pesisir dari pencemaran akibat aktivitas budidaya intensif.

Dengan kata lain, konservasi mangrove tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi bagi sektor akuakultur melalui peningkatan kesehatan tambak dan penurunan risiko kegagalan produksi.

Brilian Amanat Taqwa dan tim juga menekankan bahwa pengelolaan tambak modern sebaiknya tidak hanya mengandalkan teknologi budidaya, tetapi juga mengintegrasikan fungsi ekologis kawasan pesisir. Pengaturan pemberian pakan, pemantauan kualitas air secara berkala, serta pelestarian kawasan mangrove perlu dilakukan secara bersamaan agar produktivitas tambak tetap tinggi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Pendekatan ini dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan industri budidaya udang di Indonesia.

Dalam kesimpulannya, para peneliti menyatakan bahwa integrasi mangrove di sekitar tambak mampu meningkatkan kualitas lingkungan budidaya melalui pengendalian bahan organik, stabilisasi kualitas air, serta pengaruh positif terhadap komunitas mikroorganisme. Mereka merekomendasikan agar kawasan mangrove dipertahankan bahkan diperluas sebagai zona penyangga alami tambak. Penelitian lanjutan juga disarankan menambahkan parameter lain seperti oksigen terlarut, suhu harian, dan kandungan karbon sedimen agar hubungan antara ekosistem mangrove dan produktivitas tambak dapat dipahami lebih komprehensif.

Profil Singkat Penulis

Brilian Amanat Taqwa merupakan penulis utama penelitian ini bersama Arif Luqman dan Awik Puji Dyah Nurhayati. Ketiganya berasal dari Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Bidang kajian mereka meliputi lingkungan pesisir, kualitas air, mikrobiologi lingkungan, serta pengembangan akuakultur berkelanjutan.

Sumber Penelitian

Judul artikel: The Impact of Mangrove Ecosystems on Water Quality in Vaname Shrimp Farming
Penulis: Brilian Amanat Taqwa, Arif Luqman, Awik Puji Dyah Nurhayati
Jurnal: Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics (IJAEA)
Volume: 5, Nomor 2
Tahun: 2026

Posting Komentar

0 Komentar